Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3875 tentang Doa dan perlindungan saat hendak tidur

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita amalan ringan namun penuh berkah sebelum tidur, yaitu meniupkan ke kedua telapak tangan sambil membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Al-Mu'awwidzatain), lalu mengusapkan kedua telapak tangan tersebut ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau. Ini adalah bentuk perlindungan diri kepada Allah dari segala keburukan sebelum beristirahat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Doa, Bab Doa Ketika Masuk Tempat Tidur, no. 3875, dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, no. 5017, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.

Teks Arab Hadits (sesuai riwayat Ibnu Majah):

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ، حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ، وَسَعِيدُ بْنُ شُرَحْبِيلَ، أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ، أَخْبَرَهُ عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ـ ﷺ ـ كَانَ إِذَا أَخَذَ مَضْجَعَهُ نَفَثَ فِي يَدَيْهِ وَقَرَأَ بِالْمُعَوِّذَتَيْنِ وَمَسَحَ بِهِمَا جَسَدَهُ

Terjemahan: Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi ﷺ apabila hendak berbaring (tidur), beliau meniupkan ke kedua telapak tangannya, membaca Al-Mu'awwidzatain (surat Al-Falaq dan An-Nas), lalu mengusapkan kedua telapak tangannya ke tubuhnya.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

"Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki." (QS. Al-Falaq [113]: 1-5)

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa amalan ini adalah bentuk tawakal dan perlindungan diri kepada Allah sebelum tidur. Berikut beberapa poin penting:

  1. Makna "Nafatsa" (نَفَثَ): Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa nafats adalah meniupkan udara dari mulut dengan sedikit percikan air liur. Ini berbeda dengan tafl (meludah) yang lebih banyak air liurnya. Ini adalah bagian dari adab dan tata cara yang diajarkan Nabi ﷺ.
  2. Makna "Al-Mu'awwidzatain": Yang dimaksud adalah surat Al-Falaq dan An-Nas. Dalam riwayat lain (Shahih Al-Bukhari no. 5017), disebutkan bahwa beliau membaca Qul huwallahu ahad (Al-Ikhlas), Qul a'udzu birabbil falaq (Al-Falaq), dan Qul a'udzu birabbin nas (An-Nas), kemudian meniupkannya ke telapak tangan dan mengusapkannya ke tubuh. Ini menunjukkan bahwa ketiga surat tersebut (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) adalah surat-surat perlindungan yang sangat utama.
  3. Hikmah Mengusap Tubuh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa pengusapan dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh, diulang sebanyak tiga kali. Ini adalah praktik yang diajarkan Nabi ﷺ untuk menjadikan seluruh tubuh yang dapat dijangkau mendapat "perlindungan" dari bacaan tersebut.
  4. Perbedaan dengan Riwayat Lain: Dalam Shahih Al-Bukhari, disebutkan bahwa beliau melakukannya tiga kali. Sementara dalam riwayat Ibnu Majah ini tidak disebutkan jumlahnya. Ini menunjukkan bahwa riwayat yang lebih lengkap menjelaskan tata cara yang lebih rinci, dan keduanya saling melengkapi.
  5. Pandangan Ulama: Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa amalan ini adalah bentuk isti'adzah (permohonan perlindungan) yang paling sempurna, karena menggabungkan antara bacaan doa, tiupan sebagai perantara, dan pengusapan sebagai upaya menyentuh tubuh secara langsung. Ini menunjukkan perhatian syariat terhadap perlindungan lahir dan batin.

Story Telling

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata:

> "Ketika Nabi ﷺ berbaring di tempat tidurnya setiap malam, beliau membaca Qul huwallahu ahad, Qul a'udzu birabbil falaq, dan Qul a'udzu birabbin nas, lalu meniupkan ke kedua telapak tangannya, kemudian mengusapkannya ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau." (HR. Al-Bukhari no. 5017)

Kisah ini menunjukkan betapa lembutnya kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya. Beliau mengajarkan amalan yang mudah namun memiliki keutamaan besar. Tidur adalah saat di mana seseorang rentan terhadap gangguan, baik dari mimpi buruk maupun gangguan setan. Dengan amalan ini, seorang muslim menyerahkan perlindungan dirinya sepenuhnya kepada Allah, Dzat yang Maha Menjaga.

Kesimpulan Praktis

Berikut poin-poin yang bisa kita amalkan:

  1. Niatkan untuk beribadah: Sebelum tidur, niatkan untuk beristirahat agar kuat beribadah esok hari.
  2. Baca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing satu kali (boleh tiga kali).
  3. Setelah membaca, tiupkan ke kedua telapak tangan dengan sedikit percikan air liur.
  4. Usapkan kedua telapak tangan ke kepala, wajah, dan seluruh tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari bagian depan.
  5. Lakukan dengan yakin dan tawakal bahwa Allah-lah yang menjaga kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.