Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kepada kita sebuah doa yang sangat agung untuk dibaca setiap pagi dan sore. Doa ini berisi pengakuan bahwa seluruh keadaan kita—pagi, sore, hidup, dan mati—sepenuhnya berada dalam kekuasaan dan pengaturan Allah. Ini adalah bentuk tauhid dan penyerahan diri kepada-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam kitab Sunan-nya, Kitab Doa, Bab Apa yang Did Doakan oleh Seorang Pria Ketika Pagi dan Ketika Sore, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits lengkapnya adalah:
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ "إِذَا أَصْبَحْتُمْ فَقُولُوا اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَى وَبِكَ نَمُوتُ وَإِذَا أَمْسَيْتُمْ فَقُولُوا اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَى وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ"
Terjemahan:
"Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Jika kalian memasuki waktu pagi, ucapkanlah: Allahumma bika asbahna, wa bika amsayna, wa bika nahya, wa bika namut. Dan jika kalian memasuki waktu sore, ucapkanlah: Allahumma bika amsayna, wa bika asbahna, wa bika nahya, wa bika namut, wa ilaykal-masir.'"
Hadits ini juga memiliki penguat dari riwayat lain, seperti yang disebutkan oleh Imam At-Tirmidzi dan lainnya, yang menunjukkan bahwa doa ini memiliki dasar yang kuat dalam sunnah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung pelajaran tauhid yang sangat mendalam. Mari kita uraikan maknanya:
- "Allahumma" (اللَّهُمَّ): Ya Allah, ini adalah panggilan kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung.
- "Bika asbahna wa bika amsayna" (بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا): "Dengan (pertolongan dan kekuasaan)-Mu kami memasuki waktu pagi dan dengan-Mu kami memasuki waktu sore." Ini adalah pengakuan bahwa kita tidak dapat memasuki waktu pagi atau sore kecuali dengan kehendak, kekuatan, dan pertolongan Allah. Kita tidak memiliki daya dan upaya sendiri.
- "Wa bika nahya wa bika namut" (وَبِكَ نَحْيَى وَبِكَ نَمُوتُ): "Dengan-Mu kami hidup dan dengan-Mu kami mati." Hidup dan mati kita sepenuhnya berada dalam genggaman Allah. Tidak ada yang dapat memberi kehidupan selain Allah, dan tidak ada yang dapat mencabut nyawa kecuali dengan izin-Nya.
- "Wa ilaykal-masir" (وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ): "Dan kepada-Mu tempat kembali." Ini adalah pengakuan akan hari kebangkitan dan pertemuan dengan Allah di akhirat. Semua makhluk akan kembali kepada-Nya untuk dihisab.
Pemahaman Ulama:
- Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadits ini dalam kitab Sunan-nya, menunjukkan bahwa beliau menganggapnya sebagai bagian dari sunnah yang perlu diamalkan.
- Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (meskipun tidak secara spesifik membahas hadits ini, namun metodologi beliau dalam mengumpulkan dzikir pagi dan sore menunjukkan pentingnya doa-doa seperti ini) menekankan pentingnya dzikir pagi dan sore sebagai benteng seorang Muslim.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya dan kitab-kitabnya menjelaskan bahwa doa ini mengandung tawassul (perantara) dengan sifat-sifat Allah, yaitu kekuasaan-Nya dalam mengatur waktu dan kehidupan. Ini adalah bentuk tauhid rububiyyah (mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya).
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan kita untuk selalu mengaitkan setiap keadaan dan peristiwa dengan Allah. Pagi dan sore bukanlah peristiwa yang terjadi begitu saja, tetapi terjadi dengan izin dan pengaturan Allah.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitab Al-Wabil ash-Shayyib menekankan bahwa dzikir pagi dan sore memiliki keutamaan yang besar, salah satunya adalah sebagai penjagaan dari gangguan setan dan berbagai keburukan.
Perbedaan Pendapat:
Dalam hal redaksi doa, sebagian ulama seperti Imam An-Nasa'i meriwayatkan dengan redaksi yang sedikit berbeda, namun maknanya tetap sama. Perbedaan ini adalah perbedaan dalam riwayat (riwayat bil-ma'na), bukan perbedaan yang mendasar. Yang paling kuat adalah mengamalkan doa ini sesuai dengan redaksi yang shahih, dan hadits Ibnu Majah ini adalah salah satu riwayat yang shahih.
Story Telling
Suatu hari, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang doa yang paling baik. Beliau ﷺ kemudian mengajarkan doa ini. Sahabat itu pun mengamalkannya setiap pagi dan sore. Ia merasakan ketenangan dan kekuatan dalam menjalani hari-harinya. Ketika ditanya mengapa ia begitu tenang, ia menjawab, "Aku selalu mengingat bahwa pagi dan soreku, hidup dan matiku, semuanya adalah milik Allah. Aku tidak sendiri."
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa doa ini bukan sekadar bacaan, tetapi sebuah kesadaran yang menghubungkan hati seorang hamba dengan Rabb-nya setiap saat. (Kisah ini adalah ilustrasi umum berdasarkan makna hadits, bukan riwayat spesifik).
Kesimpulan Praktis
- Amalkan doa ini setiap pagi dan sore sesuai dengan redaksi yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
- Renungkan maknanya agar doa ini tidak hanya menjadi bacaan di lisan, tetapi juga meresap ke dalam hati.
- Sadari bahwa hidup dan mati kita sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah, sehingga kita tidak perlu sombong atau putus asa.
- Jadikan doa ini sebagai pengingat akan tujuan akhir kita, yaitu kembali kepada Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.