Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Allah Maha Pemalu dan Maha Mulia; Dia tidak akan membiarkan hamba-Nya yang mengangkat tangan berdoa kepada-Nya pulang dengan tangan kosong atau kecewa. Ini adalah dorongan besar untuk berdoa dengan penuh harap dan adab, terutama mengangkat kedua tangan, karena Allah menjanjikan pengabulan sesuai hikmah-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Doa, Bab Mengangkat Tangan dalam Doa, dari Salman al-Farisi radhiyallahu 'anhu. Para ulama hadits seperti Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah meriwayatkan hadits-hadits tentang keutamaan mengangkat tangan dalam doa, meskipun redaksi khusus ini ada di Ibnu Majah. Imam Al-Albani menilai hadits ini hasan dalam Shahih Sunan Ibnu Majah.
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Baqarah [2]: 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Terjemahan: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran."
QS. Ghafir [40]: 60
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Terjemahan: "Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.'"
Hadits terkait dari kitab shahih:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Pemberi, Dia malu jika seseorang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah; dinilai shahih oleh Al-Albani)
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa mengangkat tangan adalah adab doa yang paling utama dan disunnahkan dalam banyak keadaan. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa mengangkat tangan menunjukkan kerendahan hati dan penghambaan. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Al-Wabil ash-Shayyib menegaskan bahwa mengangkat tangan adalah sebab terkabulnya doa.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Nama Allah "Al-Hayiyy" (Maha Pemalu) dan "Al-Karim" (Maha Mulia/Dermawan): Allah memiliki sifat malu yang sempurna, tidak seperti malu makhluk. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah menjelaskan bahwa malu Allah berarti Dia tidak akan menolak hamba yang meminta dengan penuh adab, dan tidak akan membiarkannya kecewa. Ini menunjukkan kasih sayang dan kemuliaan Allah.
- Mengangkat tangan dalam doa: Ini adalah adab yang diajarkan Nabi ﷺ. Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa mengangkat tangan adalah tanda tunduk dan butuh kepada Allah. Ibn Hajar menambahkan bahwa ini adalah salah satu sebab dikabulkannya doa.
- Janji pengabulan: Allah tidak akan mengembalikan tangan yang diangkat "shifran" (kosong) atau "kha'ibain" (kecewa). Ini bukan berarti setiap doa pasti dikabulkan persis seperti yang diminta, tetapi Allah pasti memberikan yang terbaik: bisa dikabulkan langsung, ditunda, atau diganti dengan yang lebih baik. Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan sesuai hikmah-Nya.
- Perbedaan pendapat ulama: Sebagian ulama seperti Ibn Taymiyyah dan Ibn Qayyim menegaskan bahwa mengangkat tangan adalah sunnah dalam doa-doa tertentu (seperti doa istisqa, qunut, dan doa umum), sedangkan dalam doa-doa lain tidak selalu diangkat. Namun hadits ini menunjukkan keutamaan umum mengangkat tangan. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal menganjurkan mengangkat tangan dalam doa.
- Penerapan salaf: Al-Hasan al-Bashri dan Qatadah bin Di'amah as-Sadusi sering mengangkat tangan dalam doa dan mengajarkan hal itu kepada murid-muridnya. Sufyan ats-Tsauri dan Abdullah bin al-Mubarak juga menekankan adab ini.
Story Telling
Suatu ketika, seorang lelaki datang kepada Al-Hasan al-Bashri dan mengeluh bahwa doanya tidak dikabulkan. Al-Hasan berkata, "Angkatlah tanganmu kepada Allah dengan penuh harap, karena Allah Maha Pemalu dan Maha Mulia. Dia tidak akan membiarkan hamba-Nya yang mengangkat tangan kepada-Nya pulang dengan tangan kosong." Lelaki itu kemudian berdoa dengan khusyuk dan mengangkat tangannya, dan tidak lama kemudian Allah mengabulkan doanya. Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya adab dan keyakinan dalam berdoa. (Disebutkan dalam kitab-kitab salaf tentang keutamaan doa).
Kesimpulan Praktis
- Berdoalah dengan penuh keyakinan dan harap kepada Allah.
- Angkatlah kedua tangan saat berdoa, terutama dalam doa-doa penting, karena ini adalah adab yang dicintai Allah.
- Yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan doa hamba-Nya; Dia akan mengabulkan dengan cara terbaik.
- Jangan tergesa-gesa merasa doa tidak dikabulkan, karena Allah Maha Pemalu dan Maha Mulia.
- Ikutilah adab doa yang diajarkan Nabi ﷺ dan para ulama salaf.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.