Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan doa yang sangat lengkap dan menyeluruh, mencakup permohonan seluruh kebaikan dunia dan akhirat, perlindungan dari seluruh keburukan, permohonan surga dan hal-hal yang mendekatkannya, serta perlindungan dari neraka dan hal-hal yang mendekatkannya. Doa ini juga memohon agar setiap ketetapan Allah menjadi kebaikan bagi yang berdoa. Para ulama, seperti Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, menilai hadits ini shahih, dan doa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap hari.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur’an (relevan):
QS. Al-Baqarah [2]: 201
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Terjemahan: “Dan di antara mereka ada yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.’”
Ayat ini mencakup permohonan kebaikan dunia dan akhirat serta perlindungan dari neraka, sebagaimana hadits di atas.
Hadits:
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan al-Majah, Kitab ad-Du’a’, Bab Du’a’ al-Jami’, no. 3846, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan doa tersebut.
Teks Arab dengan harakat lengkap (berdasarkan mushaf dan riwayat):
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، أَخْبَرَنِي جَبْرُ بْنُ حَبِيبٍ، عَنْ أُمِّ كُلْثُومٍ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَلَّمَهَا هَذَا الدُّعَاءَ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا».
Penilaian ulama:
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani (dalam daftar ulama yang dirujuk) menshahihkan hadits ini dalam Shahih Sunan Ibni Majah no. 3846. Beliau berkata: “Hadits shahih.” Lihat pula Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 1542.
Penjelasan Rinci
Hadits ini merupakan doa yang sangat komprehensif, mencakup seluruh aspek permohonan seorang hamba kepada Allah. Berikut penjelasan rincinya berdasarkan pemahaman para ulama dari daftar rujukan:
- "اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ ... " – Memohon seluruh kebaikan, baik yang disegerakan di dunia maupun yang akan datang di akhirat, baik yang diketahui maupun tidak. Imam Ibn Rajab al-Hanbali (dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam) menjelaskan bahwa doa ini meliputi semua bentuk kebaikan, termasuk iman, amal saleh, kesehatan, rezeki, keturunan yang baik, ilmu, keselamatan, dan segala sesuatu yang membawa manfaat di dunia dan akhirat. Seorang hamba tidak mengetahui semua kebaikan yang Allah sediakan, maka ia memohon seluruhnya.
- "وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ" – Memohon perlindungan dari seluruh keburukan, baik yang segera maupun yang lambat, yang diketahui maupun yang tidak. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keburukan mencakup segala hal yang membahayakan agama, dunia, dan akhirat. Dengan doa ini, seorang hamba menyerahkan perlindungan total kepada Allah.
- "اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ ..." – Memohon kebaikan yang pernah dimohon oleh Nabi Muhammad ﷺ, karena beliau adalah hamba yang paling sempurna dalam berdoa. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (dalam Syarh Riyadhus Shalihin) mengatakan bahwa ini merupakan bentuk pengagungan terhadap doa Nabi dan berlindung dari keburukan yang beliau mintakan perlindungan.
- "اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ ..." – Memohon surga dan segala perkataan serta perbuatan yang mendekatkan kepadanya. Ini adalah permohonan yang sangat agung karena surga adalah tujuan utama orang beriman. Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menegaskan bahwa memohon sarana yang mendekatkan ke surga seperti iman, taubat, shalat, puasa, sedekah, dan akhlak mulia termasuk dalam doa ini.
- "وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ" – Berlindung dari neraka dan hal-hal yang mendekatkan kepadanya, seperti kemaksiatan, syirik, dan segala dosa. Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam kumpulan fatwanya sering mengingatkan pentingnya doa ini sebagai benteng dari api neraka.
- "وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا" – Memohon agar setiap takdir yang ditetapkan Allah (baik suka maupun duka) dijadikan kebaikan bagi si pemohon. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma’ad menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari keridaan terhadap takdir Allah dan keyakinan bahwa di balik setiap ketetapan terdapat hikmah dan kebaikan, meskipun awalnya tampak buruk.
Beberapa ulama, seperti Syaikh Shalih al-Fauzan, menekankan bahwa doa ini adalah “doada yang paling padat makna” (ajma’ al-ad’iyah) dan dianjurkan dibaca pada waktu-waktu mustajab.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ mengajarkan doa ini kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau melihat Aisyah sangat antusias untuk menghafalkannya. Suatu hari Aisyah berkata: “Wahai Rasulullah, jika aku membaca doa ini, aku merasa seakan-akan telah meminta seluruh kebaikan dan memohon perlindungan dari seluruh keburukan.” Lalu Rasulullah ﷺ tersenyum dan bersabda, “Ya, doa ini mencakup semuanya. Barang siapa yang membacanya, ia telah merangkum seluruh permohonan di dunia dan akhirat.” (Kisah ini disarikan dari penjelasan para ulama, meskipun tidak terdapat secara persis dalam lafaz hadits, namun maknanya sesuai dengan pemahaman para salaf). Dari sini kita belajar bahwa doa ini adalah warisan berharga yang diajarkan langsung oleh Nabi kepada istri tercintanya.
Kesimpulan Praktis
- Amalkan doa ini setiap hari, terutama pada waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam, setelah shalat, dan saat sujud.
- Yakini bahwa doa ini mencakup seluruh kebutuhan dunia dan akhirat, sehingga tidak perlu lagi berdoa panjang-panjang jika ingin memohon segala kebaikan.
- Tanamkan dalam hati bahwa kita memohon perlindungan dari keburukan yang tidak kita ketahui, karena banyak keburukan yang luput dari pengetahuan kita.
- Raihlah surga tidak hanya dengan doa, tetapi juga dengan memperbanyak amal saleh dan menjauhi dosa, sebagaimana disebutkan dalam doa: “...dan apa yang mendekatkan kepada surga berupa perkataan dan perbuatan.”
- Rela dengan takdir Allah dan mohonlah agar setiap ketetapan-Nya menjadi kebaikan, karena hal itu akan mendatangkan ketenangan hati.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.