Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita sebuah doa perlindungan yang sangat lengkap. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk berlindung kepada Allah dari empat perkara: kemiskinan (al-faqr), kekurangan (al-qillah), kehinaan (adz-dzillah), dan dari berbuat zalim atau dizalimi. Ini adalah doa yang mencakup perlindungan dari keburukan dunia yang dapat merusak agama, serta keburukan dalam hubungan antar sesama manusia.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:
Teks Arab hadits (sesuai yang disampaikan):
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عِيَاضٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الْفَقْرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ وَأَنْ تَظْلِمَ أَوْ تُظْلَمَ "
Makna ringkas: "Mintalah perlindungan kepada Allah dari kemiskinan, kekurangan, dan kehinaan, serta dari berbuat zalim atau dizalimi."
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 5461) dan Imam Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (no. 1960). Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani menilai hadits ini shahih dalam Shahih Sunan Ibni Majah (no. 3105) dan Shahih An-Nasa'i (no. 5461). Ini menunjukkan bahwa hadits ini memiliki derajat yang dapat diterima dan diamalkan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa doa perlindungan ini mencakup hal-hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim:
1. Perlindungan dari Kemiskinan (al-Faqr)
Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa kemiskinan yang dimaksud di sini adalah kemiskinan yang dapat membawa seseorang kepada kekufuran atau kemaksiatan. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa "kefakiran itu hampir saja menjadi kekufuran" (الفقر يكاد أن يكون كفرا). Ini karena ketika seseorang ditimpa kemiskinan yang ekstrem, ia bisa tergoda untuk melakukan hal-hal yang diharamkan, seperti mencuri, korupsi, atau menjual agama demi dunia.
2. Perlindungan dari Kekurangan (al-Qillah)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa al-qillah bisa bermakna kekurangan harta, kekurangan keluarga/kerabat, atau kekurangan dalam segala hal yang dibutuhkan manusia. Ini adalah kondisi yang membuat seseorang merasa lemah dan tidak berdaya.
3. Perlindungan dari Kehinaan (adz-Dzillah)
Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa kehinaan di sini adalah kondisi seseorang yang direndahkan oleh orang lain, atau merasa rendah diri karena faktor duniawi. Ini bertentangan dengan kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang beriman. Seorang mukmin seharusnya mulia karena imannya, bukan hina karena hartanya.
4. Perlindungan dari Berbuat Zalim atau Dizalimi
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 2447) hadits qudsi bahwa Allah berfirman: "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi."
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa kezaliman ada dua macam:
- Zalim kepada diri sendiri (seperti berbuat maksiat dan dosa)
- Zalim kepada orang lain (seperti mengambil hak orang lain, memukul, mencaci, atau merendahkan)
Doa ini mencakup perlindungan dari kedua-duanya: agar kita tidak menjadi pelaku kezaliman, dan agar kita tidak menjadi korban kezaliman orang lain.
Hikmah Penggabungan Keempat Hal Ini:
Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Fawaid menjelaskan bahwa keempat hal ini saling berkaitan. Kemiskinan dan kekurangan seringkali membawa kepada kehinaan, dan kehinaan seringkali membuat seseorang dizalimi atau menjadi zalim. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ menggabungkan semuanya dalam satu doa yang ringkas namun sangat bermakna.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Beliau hidup dalam kondisi yang sangat sederhana. Suatu ketika, beliau merasakan sangat lapar hingga jatuh pingsan di antara mimbar dan kamar Rasulullah ﷺ. Ada yang mengira beliau sakit, padahal beliau hanya sangat lapar.
Namun, meskipun hidup dalam kekurangan, Abu Hurairah tidak pernah merasa hina. Beliau tetap mulia karena keimanannya dan kedekatannya dengan Rasulullah ﷺ. Beliau adalah contoh bahwa kemiskinan tidak menghinakan seseorang selama ia menjaga iman dan kehormatannya.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa doa perlindungan dari kemiskinan bukan berarti kita tidak boleh miskin, tetapi agar kemiskinan itu tidak membawa kita kepada kehinaan dan kezaliman. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga agama dan kehormatan dalam segala kondisi.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyaklah membaca doa ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama di waktu-waktu mustajab seperti setelah shalat atau di sepertiga malam terakhir.
- Jaga diri dari perbuatan zalim — baik zalim kepada diri sendiri dengan berbuat maksiat, maupun zalim kepada orang lain dengan mengambil hak mereka.
- Bersabar dalam menghadapi kemiskinan dan kekurangan — karena yang menghinakan bukanlah kemiskinan itu sendiri, tetapi hilangnya iman dan kehormatan.
- Berusaha untuk tidak menjadi korban kezaliman — dengan cara menjaga hubungan baik dengan sesama, dan jika dizalimi, bersabar serta memaafkan sebagaimana yang diajarkan oleh para ulama.
- Yakinlah bahwa Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya — dan Dia akan melindungi kita dari segala keburukan jika kita sungguh-sungguh berlindung kepada-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.