Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3806 tentang Keutamaan dua kalimat tasbih yang ringan dan dicintai Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar dari Nabi ﷺ. Beliau mengabarkan bahwa ada dua kalimat dzikir yang sangat mudah diucapkan oleh lisan, namun memiliki timbangan yang sangat berat di sisi Allah pada hari kiamat, dan kedua kalimat ini sangat dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih. Dua kalimat itu adalah "Subhanallah wa bihamdih" (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) dan "Subhanallahil 'Azim" (Maha Suci Allah Yang Maha Agung). Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan kemurahan Allah, di mana amalan yang ringan bisa bernilai sangat besar di sisi-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Al-Adab, Bab Fadhlut Tasbih, no. 3806. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, sehingga derajatnya shahih (sahih) dan disepakati oleh para ulama hadits.

Teks Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ "

Makna ringkas: "Dua kalimat yang ringan di lidah, berat dalam timbangan (amal kebaikan), dan dicintai oleh Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih): Subhanallah wa bihamdih, Subhanallahil 'Azim."

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini dijelaskan oleh banyak ulama dari daftar rujukan kami. Di antaranya:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan makna "ringan di lidah" dan "berat di timbangan".
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) membahas kedudukan hadits ini dan faedahnya.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin dan kitab-kitab beliau sering menekankan pentingnya dzikir ini sebagai amalan yang mudah namun besar pahalanya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung tiga sifat agung untuk dua kalimat dzikir yang mulia ini:

  1. Khafifatani 'alal lisan (ringan di lidah): Artinya, mengucapkannya sangat mudah. Tidak memerlukan usaha fisik yang berat, tidak memerlukan waktu khusus, dan tidak menyita banyak tenaga. Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan, seorang hamba bisa mengucapkannya sambil berjalan, bekerja, atau dalam keadaan apapun. Ini menunjukkan kemudahan syariat Islam.
  2. Tsaqilatani fil mizan (berat dalam timbangan): Ini adalah kabar gembira bahwa walaupun ringan diucapkan, di sisi Allah pada hari kiamat, timbangan kebaikan orang yang mengucapkannya akan menjadi berat. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa "beratnya timbangan" ini adalah karena keagungan dan kemuliaan kalimat tersebut di sisi Allah, bukan karena banyaknya huruf atau suara. Ini adalah karunia dari Allah semata.
  3. Habibatani ila Ar-Rahman (dicintai oleh Ar-Rahman): Ini adalah puncak kemuliaan. Bukan hanya berpahala, tetapi kalimat ini dicintai oleh Allah. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menekankan bahwa sifat "dicintai oleh Ar-Rahman" ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar, karena Allah mencintai orang yang mengucapkannya dan mencintai amalan tersebut.

Makna Dzikir:

  • "Subhanallah wa bihamdih" artinya: "Aku menyucikan Allah dari segala kekurangan dan aku memuji-Nya." Ini menggabungkan pensucian Allah dari segala aib dan pujian kepada-Nya atas segala keagungan dan karunia-Nya.
  • "Subhanallahil 'Azim" artinya: "Aku menyucikan Allah Yang Maha Agung." Ini adalah pengakuan atas kebesaran dan keagungan Allah yang mutlak.

Pendapat Ulama: Para ulama dari kalangan Salaf seperti Al-Hasan Al-Bashri dan Muhammad bin Sirin sangat menganjurkan memperbanyak dzikir ini karena merupakan wasiat langsung dari Nabi ﷺ. Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama Ahlus Sunnah tentang keutamaan dan disunnahkannya memperbanyak dzikir ini.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat pernah mengadu kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, ajaran-ajaran Islam ini banyak sekali bagiku, maka beritahukanlah kepadaku satu amalan yang bisa aku jadikan pegangan." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Hendaknya lidahmu selalu basah dengan berdzikir kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

Kisah ini menunjukkan bahwa Islam tidak memberatkan. Salah satu dzikir yang paling ringan dan paling agung adalah dua kalimat dalam hadits di atas. Ini adalah obat bagi mereka yang merasa berat beribadah, karena dengan hanya menggerakkan lisan, seorang hamba bisa meraih timbangan kebaikan yang sangat berat di sisi Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyaklah mengucapkan "Subhanallah wa bihamdih" dan "Subhanallahil 'Azim" setiap hari, di waktu senggang, saat berkendara, atau saat bekerja.
  2. Yakini bahwa amalan yang ringan ini memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah, karena Allah Maha Pemurah memberikan pahala yang berlipat ganda.
  3. Jadikan dzikir ini sebagai kebiasaan lisan, sehingga lisan kita selalu basah dengan mengingat Allah, sebagaimana wasiat Nabi ﷺ.
  4. Jangan remehkan amalan kebaikan sekecil apapun, karena bisa jadi amalan itulah yang memberatkan timbangan kita di akhirat kelak.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?