Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3780 tentang Keutamaan membaca Al-Qur'an untuk naik der

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa seorang yang membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an (disebut shāḥib al-Qur’ān) ketika masuk surga akan diminta untuk membaca dan naik ke derajat yang lebih tinggi setiap satu ayat. Ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan Al-Qur’an dan bahwa setiap ayat yang dibaca di dunia akan menjadi sebab naiknya derajat di surga kelak.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur’an (pendukung keutamaan tilawah):

QS. Al-Fathir [35]: 29–30

<p dir="rtl">إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)</p>

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi (29) Agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (30).”

Hadits yang dimaksud:

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, dari Ubaidullah bin Musa, dari Syaiban, dari Firas, dari ‘Athiyyah, dari Abu Sa’id al-Khudri raḍiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Rasulullāh ﷺ bersabda:

<p dir="rtl">يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ إِذَا دَخَلَ الْجَنَّةَ اقْرَأْ وَاصْعَدْ ۖ فَيَقْرَأُ وَيَصْعَدُ بِكُلِّ آيَةٍ دَرَجَةً حَتَّى يَقْرَأَ آخِرَ شَيْءٍ مَعَهُ</p>

“Akan dikatakan kepada pemilik Al-Qur’ān ketika ia masuk surga: ‘Bacalah dan naiklah!’ Maka ia pun membaca dan naik satu derajat untuk setiap ayat, hingga ia membaca ayat terakhir yang ia hafal.”

(Sunan Ibnu Majah, Kitāb al-Adab, Bāb Thawāb al-Qur’ān, no. 3780 – dinilai ḥasan oleh Syaikh al-Albānī dalam Ṣaḥīḥ Sunan Ibnu Mājah)

Kaitan dengan ulama dalam daftar:

  • Syaikh al-Albānī (w. 1420 H) mensahihkan hadits ini dan memasukkannya dalam Ṣaḥīḥ Sunan Ibnu Mājah.
  • Ibnu Rajab al-Ḥanbalī (w. 795 H) dalam Jāmi‘ al-‘Ulūm wa al-Ḥikam dan Fatḥ al-Bārī (syarah Bukhari) menjelaskan bahwa derajat di surga berbeda-beda sesuai dengan kadar iman dan amal, termasuk bacaan Al-Qur’an.
  • Imam an-Nawawī (w. 676 H) dalam Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim (kitab Ṣalāt al-Musāfirīn, bab keutamaan membaca Al-Qur’an) menegaskan bahwa hadits-hadits semacam ini menunjukkan keutamaan besar bagi para pembaca Al-Qur’an.
  • Imam Ibnu Ḥajar al-‘Asqalānī (w. 852 H) dalam Fatḥ al-Bārī (kitab Faḍā’il al-Qur’ān) mengutip hadits ini sebagai dalil bahwa hafalan Al-Qur’an menjadi sebab tingginya kedudukan di surga.

Penjelasan Rinci

Makna ṣāḥib al-Qur’ān dalam hadits ini mencakup orang yang membaca, menghafal, mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Ulama seperti Imam an-Nawawī dan Ibnu Rajab menjelaskan bahwa keutamaan ini tidak terbatas hanya pada penghafal sempurna, tetapi juga bagi siapa saja yang membaca dan mentadabburi Al-Qur’an sesuai kemampuannya.

Setiap ayat yang dibaca di dunia akan menjadi pahala yang terus mengalir, dan di surga kelak akan dimanifestasikan dalam bentuk kenaikan derajat. Ibnu Ḥajar dalam Fatḥ al-Bārī (10/458, cet. Dār al-Ma‘rifah) mengatakan: “Hadits ini menunjukkan bahwa derajat penghafal Al-Qur’an di surga sesuai dengan banyaknya hafalannya. Namun keutamaan ini juga diraih oleh orang yang membaca dan mengamalkan, meski tidak menghafal seluruhnya, sesuai dengan niat dan usahanya.”

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama apakah yang dimaksud ṣāḥib al-Qur’ān khusus penghafal atau umum. Imam al-Qurṭubī (tidak dalam daftar kita) cenderung khusus, namun Ibnu Rajab dalam Fatḥ al-Bārī (syarah hadits) dan Syaikh ‘Abdurraḥmān as-Sa‘dī (dalam Tafsīr as-Sa‘dī) menegaskan bahwa keutamaan ini mencakup semua yang membaca dan mengamalkan, karena bacaan dan amalanlah yang menjadi sebab naiknya derajat.

Pendapat yang lebih kuat – sebagaimana dipegang oleh jumhur ulama dari daftar rujukan seperti Ibnu Ḥajar dan Syaikh al-Albānī – adalah bahwa keutamaan ini umum, tetapi tentu saja semakin banyak hafalan dan bacaan, semakin besar pula derajat yang diperoleh.

Hikmah penting: Hadits ini mendorong kita untuk tidak meninggalkan Al-Qur’an. Bacalah setiap hari, meski sedikit, karena setiap ayat akan menjadi investasi derajat di surga. Dan jangan lupa untuk mengamalkannya, karena bacaan tanpa amal tidak akan sempurna.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abdullāh bin Mas‘ūd (sahabat yang sangat ahli Al-Qur’an) bahwa ia berkata: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya satu huruf dari Al-Qur’an mendatangkan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan ‘alif lām mīm’ satu huruf, tetapi alif satu huruf, lām satu huruf, dan mīm satu huruf.” (HR. at-Tirmidzī, hasan ṣaḥīḥ)

Kisah ini menunjukkan betapa besarnya pahala setiap huruf. Maka jika di dunia saja satu huruf bernilai sepuluh, apalagi di akhirat kelak ketika setiap ayat menjadi anak tangga menuju derajat yang lebih tinggi. Para salaf seperti Imam Aḥmad bin Ḥanbal (w. 241 H) sangat mencintai Al-Qur’an, beliau membaca seratus ayat setiap hari meski dalam keadaan sakit. Itulah semangat yang patut kita teladani.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak membaca Al-Qur’an setiap hari, walaupun sedikit, dan usahakan untuk menghafal.
  2. Tadabburi ayat-ayat yang dibaca agar diamalkan dalam kehidupan.
  3. Niatkan setiap bacaan untuk meraih derajat tinggi di surga.
  4. Jangan meremehkan satu ayat pun, karena setiap ayat adalah cahaya dan pahala.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.