Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi seluruh umat Islam, baik yang lancar maupun yang masih terbata-bata membaca Al-Qur'an. Intinya, orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan ditempatkan di sisi para malaikat yang mulia, sementara orang yang membacanya dengan susah payah dan terbata-bata tetap mendapatkan dua pahala: pahala membaca dan pahala kesulitannya. Ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dengan kitab-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Adab, Bab Pahala Membaca Al-Qur'an, nomor 3779, dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, sehingga derajatnya shahih dan disepakati keshahihannya.
Teks Hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى، عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: "الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ يَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ اثْنَانِ".
Terjemahan: Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat. Dan orang yang membacanya dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, maka baginya dua pahala."
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini dijelaskan oleh banyak ulama. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan makna "mahir" dan "terbata-bata" secara rinci. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari juga memberikan penjelasan mendalam tentang keutamaan ini. Adapun Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya tentang keutamaan ilmu dan amal seringkali membawakan hadits-hadits semacam ini untuk memotivasi umat.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan hadits ini dengan sangat indah. Mari kita bedah satu per satu:
1. Makna "Al-Mahir" (الماهر)
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa al-mahir adalah orang yang hafal Al-Qur'an dengan baik dan lancar membacanya, tidak perlu bersusah payah lagi dalam mengingat dan melafalkannya. Mereka ini akan ditempatkan bersama as-safarah al-kiram al-bararah, yaitu para malaikat pencatat amal yang mulia dan taat kepada Allah. Ini adalah kedudukan yang sangat tinggi.
2. Makna "Yatata'ta'u" (يتتعتع)
Kata ini berarti terbata-bata, tersendat-sendat, atau tidak lancar dalam membaca. Ini bisa disebabkan oleh belum hafal, atau baru belajar, atau memang memiliki keterbatasan dalam melafalkan huruf. Yang penting, ia tetap berusaha dan tidak menyerah.
3. Dua Pahala bagi yang Terbata-bata
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa dua pahala tersebut adalah:
- Pahala membaca Al-Qur'an itu sendiri.
- Pahala atas kesulitan dan jerih payahnya dalam membaca.
Ini adalah rahmat yang sangat besar. Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam syarahnya menegaskan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan usaha hamba-Nya. Justru, orang yang bersusah payah ini bisa jadi pahalanya lebih besar dari orang yang lancar, karena ia berjuang melawan kesulitan.
4. Pelajaran dari Sahabat dan Tabi'in
Imam Qatadah (yang merupakan salah satu perawi hadits ini) dikenal sebagai ulama yang sangat mencintai Al-Qur'an. Beliau sering menangis ketika membaca Al-Qur'an karena merenungkan maknanya. Ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an bukan sekadar melafalkan, tetapi juga merenungkan dan menghayati.
Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya sering menekankan bahwa tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah untuk memahami dan mengamalkan. Namun, pahala membaca tetap ada bagi yang belum sampai ke tingkat pemahaman yang dalam, asalkan dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.
5. Perbedaan Pendapat yang Perlu Diketahui
Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa orang yang terbata-bata mendapat dua pahala, dan orang yang mahir mendapat sepuluh pahala atau lebih, berdasarkan hadits lain tentang pahala per huruf. Namun, ini tidak bertentangan. Hadits ini hanya menegaskan bahwa orang yang kesulitan tetap mendapat jaminan dua pahala, bukan berarti pahala orang yang mahir lebih sedikit. Keduanya sama-sama mulia di sisi Allah.
Story Telling
Ada kisah yang sangat menyentuh dari seorang sahabat yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Suatu ketika, Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma: "Bacalah Al-Qur'an dalam sebulan sekali." Abdullah berkata, "Aku mampu lebih dari itu." Rasulullah ﷺ terus menguranginya hingga akhirnya bersabda: "Bacalah dalam tujuh hari, dan jangan lebih dari itu."
Kisah ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan kemampuan setiap sahabatnya. Ada yang mampu cepat, ada yang lambat. Namun, semuanya tetap diperintahkan untuk membaca Al-Qur'an sesuai kemampuan masing-masing. Yang penting adalah istiqamah dan tidak meninggalkannya.
Hikmahnya: Jangan pernah merasa rendah diri jika bacaan kita masih terbata-bata. Teruslah berusaha, karena setiap huruf yang kita baca dengan susah payah akan menjadi saksi kebaikan bagi kita di akhirat.
Kesimpulan Praktis
- Bagi yang sudah mahir: Pertahankan dan perbanyaklah membaca Al-Qur'an, serta amalkan isinya. Jangan sombong dengan kemampuan yang Allah berikan.
- Bagi yang masih terbata-bata: Jangan berputus asa. Teruslah berlatih. Setiap kesulitanmu dicatat sebagai pahala di sisi Allah.
- Bagi yang belum bisa membaca: Mulailah belajar. Niatkan untuk bisa membaca, meskipun pelan. Allah melihat usaha dan keikhlasanmu.
- Jadikan Al-Qur'an sebagai teman sehari-hari, bukan hanya di bulan Ramadhan. Bacalah walau sedikit, tetapi rutin.
- Perbaiki niat dalam membaca, yaitu untuk mencari ridha Allah dan memahami petunjuk-Nya, bukan untuk pamer atau sekadar menggugurkan kewajiban.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.