Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3770 tentang Larangan membiarkan api menyala saat tidur

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah peringatan dan bimbingan dari Nabi ﷺ agar kita berhati-hati terhadap api dan memadamkannya sebelum tidur. Api diibaratkan sebagai musuh yang bisa membahayakan kita, terutama saat kita tidur dan tidak bisa menjaganya. Ini adalah bentuk kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya agar terhindar dari bencana kebakaran.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ بُرَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى، قَالَ احْتَرَقَ بَيْتٌ بِالْمَدِينَةِ عَلَى أَهْلِهِ فَحُدِّثَ النَّبِيُّ ـ ﷺ ـ بِشَأْنِهِمْ فَقَالَ " إِنَّمَا هَذِهِ النَّارُ عَدُوٌّ لَكُمْ فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ "

Terjemahan: Dari Abu Musa, ia berkata: "Sebuah rumah terbakar di Madinah, dengan penghuninya di dalamnya. Nabi ﷺ diberitahu tentang apa yang terjadi, dan beliau bersabda: 'Api ini adalah musuh bagi kalian. Ketika kalian tidur, padamkanlah.'"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 6293) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2016) dari sahabat Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu dengan lafaz yang semakna. Ini menunjukkan bahwa hadits ini shahih dan diriwayatkan oleh para ulama hadits terkemuka.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 195:

وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."

Ayat ini menunjukkan perintah untuk menjaga diri dari segala bentuk kebinasaan, termasuk bahaya kebakaran. Ini sejalan dengan perintah Nabi ﷺ untuk memadamkan api sebelum tidur.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Api adalah Musuh yang Harus Diwaspadai

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi ﷺ menyebut api sebagai "musuh" karena api bisa membakar, menghanguskan, dan menghancurkan. Ini adalah peringatan agar kita tidak meremehkan bahaya api. Sebagaimana kita waspada terhadap musuh, kita juga harus waspada terhadap api.

2. Perintah Memadamkan Api Sebelum Tidur

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini berisi perintah untuk memadamkan api sebelum tidur, baik itu api di lampu, tungku, atau sumber api lainnya. Ini adalah bentuk kehati-hatian dan ikhtiar untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.

3. Hikmah di Balik Perintah Ini

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa banyak kebakaran terjadi saat penghuni rumah tertidur. Api yang menyala tanpa pengawasan bisa membesar dan membakar rumah beserta isinya. Oleh karena itu, Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk memadamkan api sebelum tidur sebagai bentuk pencegahan.

4. Ini Bagian dari Menjaga Jiwa

Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa menjaga jiwa dari kebinasaan adalah bagian dari maqashid syariah (tujuan-tujuan syariat). Perintah memadamkan api ini adalah salah satu bentuk penjagaan terhadap jiwa yang merupakan salah satu dari lima perkara pokok yang dijaga dalam Islam.

5. Hadits Ini Juga Mengandung Pelajaran tentang Adab

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan adab yang baik dalam kehidupan sehari-hari, yaitu adab menjaga keselamatan dan tidak meremehkan hal-hal yang bisa membahayakan. Ini menunjukkan bahwa Islam memperhatikan detail-detail kehidupan manusia.

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan dari sahabat Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini. Suatu malam di Madinah, sebuah rumah terbakar dan penghuninya berada di dalamnya. Kabar ini sampai kepada Nabi ﷺ, dan beliau bersabda dengan penuh perhatian: "Api ini adalah musuh bagi kalian. Ketika kalian tidur, padamkanlah."

Kisah ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat memperhatikan keselamatan umatnya. Beliau tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga mengajarkan hal-hal praktis yang melindungi jiwa dan harta. Ini adalah bentuk kasih sayang Nabi ﷺ yang diabadikan dalam hadits.

Imam Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa perintah memadamkan api ini juga diriwayatkan dalam beberapa lafaz lain yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat menekankan hal ini. Dalam riwayat lain, beliau bersabda: "Janganlah kalian biarkan api menyala di rumah kalian ketika kalian tidur."

Kesimpulan Praktis

  1. Padamkan api sebelum tidur - Pastikan kompor, lilin, lampu minyak, atau sumber api lainnya sudah dipadamkan sebelum tidur.
  2. Waspada terhadap sumber api - Jangan meremehkan bahaya api, sekecil apa pun apinya.
  3. Ikhtiar menjaga keselamatan - Ini adalah bentuk ikhtiar dan tawakal yang benar. Kita berikhtiar menjaga diri, lalu bertawakal kepada Allah.
  4. Ajarkan kepada keluarga - Sampaikan hadits ini kepada keluarga agar mereka juga terbiasa memadamkan api sebelum tidur.
  5. Amalkan sunnah ini - Memadamkan api sebelum tidur adalah sunnah Nabi ﷺ yang bisa mendatangkan pahala jika diniatkan untuk mengikuti petunjuk beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.