Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ mendengarkan syair yang bagus dan penuh hikmah, bahkan beliau mengomentari penyairnya. Syair Umayyah bin Abi Shalt yang dibacakan oleh sahabat Syarid bin Suwaid ini berisi tauhid dan nasihat bijak. Meskipun Umayyah belum masuk Islam, Nabi ﷺ tetap mengakui kebaikan yang ada pada syairnya dengan berkata, "Dia hampir saja masuk Islam." Ini mengajarkan kita untuk bersikap adil dan tidak menolak kebaikan, meskipun datang dari orang yang belum seiman, selama tidak bertentangan dengan syariat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits yang dimaksud:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْلَى، عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: أَنْشَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مِائَةَ قَافِيَةٍ مِنْ شِعْرِ أُمَيَّةَ بْنِ أَبِي الصَّلْتِ، يَقُولُ بَيْنَ كُلِّ قَافِيَةٍ: "هِيهِ". وَقَالَ: "كَادَ أَنْ يُسْلِمَ"
Dari Amr bin Syarid, dari ayahnya (Syarid bin Suwaid), ia berkata: "Aku membacakan seratus bait syair Umayyah bin Abi Shalt kepada Rasulullah ﷺ. Setiap kali aku selesai satu bait, beliau bersabda: 'Lanjutkan!' Lalu beliau bersabda: 'Dia hampir saja masuk Islam.'" (HR. Ibnu Majah no. 3758, dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya)
Catatan: Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Syair, no. 2255, dengan lafaz yang serupa. Ini menunjukkan hadits ini shahih.
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Az-Zumar [39]: 18
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ
"Yaitu orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat."
Ayat ini menunjukkan bahwa seorang mukmin hendaknya mendengarkan perkataan, lalu mengambil yang baik dan meninggalkan yang buruk. Ini sejalan dengan sikap Nabi ﷺ yang mendengarkan syair Umayyah dan mengambil hikmahnya, meskipun penyairnya belum beriman.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa syair memiliki kedudukan yang dibolehkan dalam Islam selama isinya baik. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya mendengarkan syair yang mengandung hikmah dan nasihat, dan tidak semua syair itu tercela. Yang tercela adalah syair yang berisi kebatilan, syirik, atau perkataan yang diharamkan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi ﷺ pernah mendengarkan syair dan bahkan memuji sebagiannya. Beliau membedakan antara syair yang baik dan syair yang buruk. Syair yang baik adalah yang mengandung tauhid, nasihat, dan akhlak mulia. Adapun syair yang buruk adalah yang mengandung syirik, cabul, atau menghina sesama.
Umayyah bin Abi Shalt adalah seorang penyair Arab yang terkenal di masa jahiliyah. Ia adalah orang yang mencari kebenaran (hanif), tidak mau menyembah berhala, dan percaya kepada keesaan Allah. Namun ia tidak sempat berjumpa dengan Nabi ﷺ dalam keadaan beriman. Syair-syairnya banyak mengandung tauhid dan nasihat, sehingga Nabi ﷺ mengakui kebaikan yang ada padanya.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perkataan Nabi ﷺ "Dia hampir saja masuk Islam" adalah pujian terhadap isi syair Umayyah yang dekat dengan kebenaran Islam. Namun karena Umayyah tidak sempat masuk Islam, maka ia tetap dalam keadaan kafir. Ini menunjukkan bahwa kebaikan akhlak dan perkataan seseorang tidak otomatis menjadikannya muslim, tetapi bisa menjadi wasilah (perantara) hidayah baginya.
Syaikh Abdurrahman as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa seorang mukmin hendaknya mengambil hikmah dari mana pun datangnya, selama tidak bertentangan dengan syariat. Ini sebagaimana Nabi ﷺ mendengarkan syair Umayyah yang berisi tauhid, meskipun Umayyah belum beriman.
Para ulama juga menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat pelajaran tentang adab mendengarkan: Nabi ﷺ mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan semangat untuk melanjutkan dengan ucapan "Lanjutkan". Ini menunjukkan bahwa mendengarkan dengan baik adalah bagian dari adab yang mulia.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Syarid bin Suwaid as-Saqafi adalah salah seorang sahabat yang pandai bersyair. Suatu hari ia membacakan syair Umayyah bin Abi Shalt di hadapan Rasulullah ﷺ. Setiap kali ia selesai membacakan satu bait, Nabi ﷺ bersabda: "Lanjutkan!" Beliau mendengarkan dengan penuh perhatian hingga seratus bait.
Setelah selesai, Nabi ﷺ bersabda: "Dia hampir saja masuk Islam." Maksudnya, syair-syair Umayyah itu sangat dekat dengan ajaran Islam, berisi tauhid dan nasihat, namun Umayyah sendiri tidak sempat beriman kepada Rasulullah ﷺ.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa Nabi ﷺ adalah pribadi yang adil dan bijaksana. Beliau tidak menolak kebaikan meskipun datang dari orang yang belum beriman. Beliau juga tidak menghina atau merendahkan orang lain, tetapi tetap memberikan apresiasi terhadap kebaikan yang ada.
Kesimpulan Praktis
- Boleh mendengarkan syair yang baik — selama isinya mengandung tauhid, nasihat, dan akhlak mulia.
- Ambil hikmah dari mana pun datangnya — selama tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah.
- Bersikap adil terhadap orang lain — jangan menolak kebaikan hanya karena orangnya belum seiman.
- Jauhi syair yang buruk — seperti yang mengandung syirik, cabul, atau menghina sesama.
- Jadilah pendengar yang baik — sebagaimana Nabi ﷺ mendengarkan dengan penuh perhatian.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.