Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3714 tentang Menjawab bersin tiga kali, lebih dari itu berarti flu

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab ketika seseorang bersin: kita mendoakan (mengucapkan "yarhamukallah") hingga tiga kali. Jika ia bersin lebih dari tiga kali, maka itu tanda sedang pilek/flu, bukan lagi bersin yang perlu dijawab dengan doa. Ini adalah bentuk keseimbangan dalam Islam: tetap beradab, namun tidak berlebihan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, Kitab Adab, Bab Menjawab Orang Bersin (no. 3714), dari jalur Iyas bin Salamah bin al-Akwa' dari ayahnya, Salamah bin al-Akwa' radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ عَمَّارٍ، عَنْ إِيَاسِ بْنِ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ "يُشَمَّتُ الْعَاطِسُ ثَلاَثًا فَمَا زَادَ فَهُوَ مَزْكُومٌ"

Terjemahan: "Orang yang bersin dijawab (didoakan) tiga kali; jika lebih dari itu, maka dia terkena flu."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan adab saling mendoakan sesama mukmin:

QS. An-Nur [24]: 61

وَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً

Terjemahan: "Dan apabila kamu memasuki rumah-rumah, maka hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya (yakni salam kepada dirimu sendiri), salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkahi lagi baik."

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan saling mendoakan dan menebar kebaikan antar sesama, termasuk dalam adab bersin.

Hadits pendukung dari Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ، فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Terjemahan: "Jika salah seorang dari kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan 'Alhamdulillah'. Dan hendaklah saudaranya atau temannya mengucapkan 'Yarhamukallah'. Jika ia mengucapkan 'Yarhamukallah', hendaklah yang bersin mengucapkan 'Yahdikumullahu wa yushlihu baalakum'."

Penjelasan Rinci

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa adab bersin adalah sunnah yang mengandung doa dan kasih sayang antar sesama muslim. Ketika seseorang bersin dan mengucapkan "Alhamdulillah", maka yang mendengarnya mendoakan "Yarhamukallah", dan yang bersin membalas dengan "Yahdikumullahu wa yushlihu baalakum".

Adapun hadits Ibnu Majah ini secara khusus membatasi jawaban doa hingga tiga kali. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa batasan tiga kali ini menunjukkan bahwa bersin yang berulang-ulang lebih dari tiga kali biasanya bukan lagi bersin alami, melainkan karena masuk angin atau penyakit (flu/pilek). Maka tidak perlu terus dijawab dengan doa, karena dikhawatirkan memberatkan orang lain dan bukan lagi termasuk adab yang disyariatkan.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa syariat Islam selalu memperhatikan keseimbangan. Dalam hal bersin, kita tetap dianjurkan mendoakan saudara kita, tetapi tidak berlebihan sampai memberatkan. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mudah dan tidak memberatkan.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa bersin adalah nikmat dari Allah karena dengan bersin, tubuh mengeluarkan kotoran dan membuka saluran pernapasan. Karena itu, syariat mengajarkan untuk memuji Allah (Alhamdulillah) saat bersin, sebagai bentuk syukur atas nikmat kesehatan.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menambahkan bahwa hadits ini juga mengandung hikmah medis: bersin yang terus-menerus (lebih dari tiga kali) biasanya menandakan adanya penyakit seperti flu, sehingga tidak perlu dijawab dengan doa lagi. Ini adalah bentuk kasih sayang syariat agar tidak memberatkan orang lain.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar: Sebagian ulama seperti Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa batasan tiga kali adalah batasan yang disunnahkan untuk dijawab. Jika lebih dari tiga, maka tidak perlu dijawab. Namun ada juga yang memahami bahwa tetap boleh dijawab, hanya saja tidak lagi termasuk sunnah yang ditekankan. Pendapat yang paling kuat adalah yang sesuai dengan zahir hadits: tiga kali dijawab, lebih dari itu tidak perlu dijawab karena dianggap sedang flu.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Salamah bin al-Akwa' radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang mulia dan dikenal sebagai pemanah handal dalam pasukan Rasulullah ﷺ, suatu ketika berada dalam majelis bersama Nabi ﷺ. Beliau mendengar langsung sabda Nabi ﷺ tentang adab bersin ini. Salamah kemudian meriwayatkan hadits ini kepada putranya, Iyas, dan kepada kaum muslimin setelahnya.

Dalam riwayat lain, Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda tentang adab bersin, dan para sahabat pun langsung mempraktikkannya dalam majelis-majelis mereka. Mereka saling mendoakan ketika bersin, sehingga majelis Nabi ﷺ dipenuhi dengan doa dan kasih sayang.

Hikmah: Islam mengajarkan adab yang sangat indah, bahkan dalam hal kecil seperti bersin. Setiap interaksi antar muslim seharusnya menjadi kesempatan untuk saling mendoakan dan menebar kebaikan. Namun, Islam juga mengajarkan keseimbangan: jangan berlebihan sampai memberatkan orang lain.

Kesimpulan Praktis

  1. Saat bersin, ucapkan "Alhamdulillah" sebagai bentuk syukur kepada Allah.
  2. Yang mendengar, jawab dengan "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu).
  3. Yang bersin, balas dengan "Yahdikumullahu wa yushlihu baalakum" (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).
  4. Batasan tiga kali: Jika seseorang bersin lebih dari tiga kali, tidak perlu terus dijawab dengan doa, karena itu tanda sedang flu/pilek.
  5. Tetap lembut dan beradab: Jangan mengejek atau mengomentari orang yang bersin berulang kali, karena itu bukan pilihannya.
  6. Jaga keseimbangan: Islam mengajarkan adab tanpa memberatkan, sesuai dengan prinsip "agama ini mudah".

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?