Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3692 tentang Perintah menyebarkan salam sebagai wujud saling mencintai

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits yang sangat agung dan mendasar dalam Islam. Rasulullah ﷺ mengaitkan tiga perkara besar secara berurutan: masuk surga, iman, dan saling mencintai. Kemudian beliau memberikan resep yang sangat mudah dan praktis untuk meraih semua itu, yaitu dengan menyebarkan salam. Hadits ini mengajarkan bahwa amalan yang tampak sederhana seperti mengucapkan salam, ternyata memiliki dampak yang sangat besar di sisi Allah, yaitu menumbuhkan kecintaan di antara sesama Muslim, yang merupakan pintu menuju kesempurnaan iman dan akhirnya masuk surga.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Adab, Bab Menyebarkan Salam, nomor 3692. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، وَابْنُ نُمَيْرٍ عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ".

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian melakukannya, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian."

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini adalah landasan utama dalam bab adab dan akhlak. Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjadikannya sebagai dalil tentang keutamaan menyebarkan salam. Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar dan Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa perintah untuk menyebarkan salam ini hukumnya adalah fardhu kifayah jika dilakukan oleh sebagian orang, namun sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan) bagi setiap individu. Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin juga menekankan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa menyebarkan salam adalah sebab terbesar untuk menumbuhkan rasa cinta di antara kaum Muslimin.

Penjelasan Rinci

Hadits yang agung ini mengandung tiga tingkatan yang saling berkaitan:

  1. Masuk Surga Tergantung pada Iman: Rasulullah ﷺ bersumpah dengan nama Allah bahwa seseorang tidak akan masuk surga hingga ia beriman. Ini menunjukkan bahwa iman adalah syarat mutlak untuk masuk surga. Iman di sini bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi keyakinan di hati, ucapan di lisan, dan pembuktian dengan amalan.
  2. Kesempurnaan Iman Tergantung pada Saling Mencintai: Kemudian beliau ﷺ menjelaskan bahwa iman seseorang tidak akan sempurna hingga ia saling mencintai dengan saudaranya sesama Muslim. Ini menunjukkan bahwa cinta karena Allah adalah bagian dari iman. Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Bahjah Qulub al-Abrar menjelaskan bahwa cinta di sini adalah cinta karena Allah, bukan cinta karena kepentingan duniawi. Cinta ini adalah buah dari keimanan yang benar.
  3. Kunci Saling Mencintai adalah Menyebarkan Salam: Setelah menyebutkan dua perkara yang agung, Rasulullah ﷺ memberikan solusi yang sangat praktis dan mudah, yaitu menyebarkan salam. Beliau ﷺ tidak memerintahkan hal yang sulit, tetapi sesuatu yang sangat mudah diucapkan oleh lisan. Dengan mengucapkan "Assalamu'alaikum", kita mendoakan keselamatan untuk saudara kita. Jika doa ini diucapkan dengan tulus, maka akan melahirkan rasa kasih sayang dan persaudaraan.

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa menyebarkan salam adalah salah satu bentuk hablun minan nas (hubungan baik dengan sesama manusia). Semakin sering seorang Muslim mengucapkan salam, semakin erat pula ikatan persaudaraannya. Para ulama juga menjelaskan bahwa menyebarkan salam hendaknya dilakukan kepada orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin 'Amr.

Story Telling

Ada satu kisah yang sangat indah dari generasi salaf tentang keutamaan menyebarkan salam. Diriwayatkan bahwa seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ: "Wahai Rasulullah, Islam yang manakah yang paling baik?" Beliau menjawab: "Engkau memberi makan (orang yang membutuhkan) dan engkau mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang tidak engkau kenal." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kisah ini menunjukkan bahwa menyebarkan salam bukan hanya sekadar kebiasaan, tetapi ia adalah amalan yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya. Ia adalah ciri khas dari seorang Muslim yang baik. Ketika kita membiasakan diri mengucapkan salam, kita sedang meneladani para malaikat yang selalu mengucapkan salam kepada penghuni surga, dan kita sedang membuka pintu kebaikan serta kecintaan dari hati saudara-saudara kita.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Jadikan salam sebagai kebiasaan: Mulailah mengucapkan "Assalamu'alaikum" kepada keluarga, tetangga, teman kerja, dan siapa pun yang kita temui, baik yang kita kenal maupun tidak.
  2. Jawab salam dengan lebih baik: Jika ada yang mengucapkan salam kepada kita, jawablah dengan jawaban yang lebih baik atau minimal dengan jawaban yang sama, sebagaimana diperintahkan dalam QS. An-Nisa' [4]: 86.
  3. Niatkan untuk menumbuhkan cinta karena Allah: Ketika mengucapkan salam, niatkanlah untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan kecintaan karena Allah, bukan sekadar formalitas.
  4. Pahami bahwa salam adalah doa: Sadari bahwa setiap kali kita mengucapkan salam, kita sedang mendoakan keselamatan dan keberkahan untuk saudara kita. Ini adalah amalan yang sangat mulia.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.