Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memiliki rambut yang beliau rawat dan rapikan, dan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha biasa membantu merapikan rambut beliau, yaitu membelah rambut di bagian belakang kepala (ubun-ubun) lalu menyisir atau membiarkan rambut bagian depan (nashiyah) terurai. Ini menjadi dalil bahwa merawat dan merapikan rambut termasuk sunnah dan adab yang baik, serta menunjukkan kelembutan hubungan Nabi ﷺ dengan keluarganya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, Kitab Pakaian, Bab Menggunakan Jubah dan Rambut (no. 3633), dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبَّادٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كُنْتُ أَفْرِقُ خَلْفَ يَافُوخِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ ثُمَّ أَسْدِلُ نَاصِيَتَهُ
Terjemahan: "Aisyah berkata: 'Aku biasa membelah rambut di belakang ubun-ubun (yafukh) Rasulullah ﷺ, kemudian aku membiarkan rambut bagian depannya (nashiyah) terurai.'"
Adapun ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan adab dan perawatan diri secara umum:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
QS. Al-Baqarah [2]: 222
Terjemahan: "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri."
Ayat ini menunjukkan bahwa kebersihan dan perawatan diri adalah perkara yang dicintai Allah, dan merawat rambut termasuk bagian dari kebersihan dan keindahan yang dianjurkan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan kebiasaan Aisyah radhiyallahu 'anha dalam merawat rambut Nabi ﷺ. Kata "أَفْرِقُ" (afriqu) berarti membelah atau memisahkan rambut, dan "يَافُوخ" (yafukh) adalah bagian tengah kepala atau ubun-ubun. "أَسْدِلُ" (asdilu) berarti membiarkan terurai atau menjuntai, dan "نَاصِيَتَهُ" (nashiyatahu) adalah rambut bagian depan kepala.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang rambut Nabi ﷺ menunjukkan bahwa beliau terkadang membelah rambutnya dan terkadang membiarkannya, dan bahwa merapikan rambut adalah bagian dari sunnah fitrah. Beliau juga menyebutkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha adalah orang yang paling tahu tentang keadaan Nabi ﷺ di rumah, sehingga riwayatnya tentang perawatan rambut beliau adalah riwayat yang kuat.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang rambut Nabi ﷺ menunjukkan anjuran untuk merawat rambut dengan baik, menyisirnya, dan merapikannya, karena kebersihan dan kerapian adalah bagian dari penampilan yang baik di hadapan manusia dan di hadapan Allah.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki rambut yang beliau rawat dengan baik, dan bahwa beliau terkadang membelah rambutnya di tengah dan terkadang membiarkannya. Beliau juga menyebutkan bahwa merawat rambut adalah bagian dari sunnah yang menunjukkan keindahan dan kebersihan.
Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa perhatian Nabi ﷺ terhadap penampilan, termasuk rambut, adalah bagian dari kesempurnaan akhlak dan adab beliau, dan bahwa umat Islam dianjurkan untuk meneladani beliau dalam hal ini.
Para ulama juga menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kelembutan dan kasih sayang dalam rumah tangga Nabi ﷺ, di mana Aisyah radhiyallahu 'anha dengan senang hati membantu merawat beliau. Ini menjadi contoh bagi suami-istri dalam saling membantu dan memperhatikan penampilan satu sama lain.
Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara ulama dalam memahami hadits ini. Mereka sepakat bahwa merawat rambut adalah sunnah dan bagian dari kebersihan yang dianjurkan, serta bahwa membantu pasangan dalam merawat diri adalah akhlak yang baik.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha pernah ditanya tentang rambut Nabi ﷺ, dan beliau menggambarkan rambut beliau dengan detail, menunjukkan betapa dekatnya beliau dengan Nabi ﷺ dan betapa perhatiannya terhadap detail kehidupan beliau. Dalam riwayat lain, Aisyah radhiyallahu 'anha menyebutkan bahwa Nabi ﷺ biasa menyisir rambutnya sendiri, dan terkadang beliau meminta bantuan Aisyah untuk merapikannya. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak hanya memperhatikan ibadah, tetapi juga penampilan dan kebersihan diri, dan bahwa beliau adalah teladan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal-hal kecil seperti merawat rambut.
Hikmahnya adalah bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan kehidupan sehari-hari, dan bahwa merawat diri adalah bagian dari syukur atas nikmat Allah berupa tubuh yang sehat dan penampilan yang baik.
Kesimpulan Praktis
- Merawat dan merapikan rambut adalah sunnah yang dianjurkan, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
- Membantu pasangan dalam merawat diri adalah akhlak yang baik dan menunjukkan kasih sayang dalam rumah tangga.
- Kebersihan dan kerapian adalah bagian dari penampilan seorang Muslim yang baik.
- Meneladani Nabi ﷺ dalam hal-hal kecil seperti merawat rambut menunjukkan kecintaan kita kepada beliau.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.