Bab Siapa yang Mengusap Tangan di Tanah Setelah Beristinjak
Hasan oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا أَبَانُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ جَرِيرٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ ـ ﷺ ـ دَخَلَ الْغَيْضَةَ فَقَضَى حَاجَتَهُ فَأَتَاهُ جَرِيرٌ بِإِدَاوَةٍ مِنْ مَاءٍ فَاسْتَنْجَى مِنْهَا وَمَسَحَ يَدَهُ بِالتُّرَابِ .
Ibrahim bin Jarir meriwayatkan dari ayahnya bahwa: Nabi Allah ﷺ memasuki semak-semak dan memenuhi kebutuhannya, kemudian Jarir membawakan kepadanya sebuah kantong kecil berisi air untuk bersuci, lalu ia mengusap tangannya di tanah.