Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan salah satu bentuk kesempurnaan ajaran Nabi ﷺ dalam menjaga kebersihan, yaitu setelah beristinja' (membersihkan diri setelah buang air) dengan air, beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan bau atau sisa kotoran yang mungkin masih menempel di tangan, sekaligus mengajarkan kita untuk memperhatikan kebersihan dalam setiap ibadah dan aktivitas sehari-hari.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Thaharah dan Sunnah-sunnahnya, Bab "Siapa yang Menggosok Tangan di Tanah Setelah Beristinja'" (no. 358), dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ شَرِيكٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ جَرِيرٍ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ بْنِ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ اسْتَنْجَى مِنْ تَوْرٍ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالْأَرْضِ.
Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ telah memenuhi kebutuhannya (buang air), kemudian beliau beristinja' (membersihkan diri) dengan air dari sebuah bejana (tembaga), lalu beliau menggosok tangannya ke tanah.
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya menggosok tangan ke tanah setelah beristinja' dengan air, untuk menghilangkan bau yang tidak sedap. Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyebutkan bahwa membersihkan tangan dengan tanah atau debu setelah istinja' adalah bagian dari kebersihan yang dianjurkan. Demikian pula Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dalam Masail beliau, menganjurkan hal ini sebagai bentuk kesempurnaan kebersihan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan pelajaran penting tentang adab dan tata cara bersuci. Mari kita bedah beberapa poin penting:
- Makna "Istinja'": Istinja' secara bahasa berarti memotong atau membersihkan kotoran. Dalam istilah syariat, istinja' adalah membersihkan najis yang keluar dari dua jalan (qubul dan dubur) dengan menggunakan air atau batu. Dalam hadits ini, Nabi ﷺ beristinja' menggunakan air dari sebuah bejana.
- Makna "Taur" (تور): Kata "taur" dalam bahasa Arab berarti bejana yang terbuat dari tembaga. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menggunakan wadah khusus untuk air bersuci. Ini mengajarkan kita untuk menggunakan alat yang bersih dan khusus untuk ibadah.
- Hikmah Menggosok Tangan ke Tanah: Setelah beristinja' dengan air, Nabi ﷺ menggosok tangannya ke tanah. Para ulama menjelaskan hikmahnya adalah untuk menghilangkan bau yang tidak sedap yang mungkin masih tersisa di tangan setelah membersihkan kotoran. Ini adalah bentuk perhatian Islam yang sangat tinggi terhadap kebersihan, bahkan hingga detail yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang.
- Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menggosok tangan dengan tanah atau debu setelah istinja' adalah mustahab (disunnahkan) untuk menghilangkan bau. Ini adalah pendapat yang dianut oleh mayoritas ulama.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Al-Mumti' juga menyebutkan bahwa tindakan ini adalah bagian dari kesempurnaan kebersihan dan bukanlah suatu kewajiban. Jika seseorang tidak melakukannya, maka istinja'-nya tetap sah.
- Perbedaan Pendapat Ulama: Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa menggosok tangan ke tanah ini hukumnya wajib, berdasarkan zhahir (teks) hadits. Namun, pendapat yang lebih kuat (rajih) menurut mayoritas ulama, termasuk Imam Asy-Syafi'i, Imam Ahmad, dan ulama kontemporer seperti Syaikh Al-Albani dan Syaikh Al-Utsaimin, adalah bahwa hukumnya sunnah, bukan wajib. Hal ini karena tujuan utamanya adalah menghilangkan bau, dan jika bau tersebut sudah hilang dengan cara lain (misalnya dengan sabun), maka tujuan tersebut telah tercapai.
- Pelajaran Adab: Hadits ini juga mengajarkan kita tentang adab yang tinggi. Nabi ﷺ tidak menganggap remeh hal-hal kecil dalam kebersihan. Beliau mengajarkan umatnya untuk selalu dalam keadaan bersih dan suci, terutama ketika hendak beribadah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Beliau selalu bersemangat dalam mengikuti dan memperhatikan setiap gerak-gerik Nabi ﷺ, termasuk dalam hal-hal yang tampak kecil. Suatu ketika, beliau melihat Nabi ﷺ selesai buang air, lalu beristinja' dengan air, kemudian menggosok tangannya ke tanah. Peristiwa ini beliau abadikan dan sampaikan kepada umat, agar kita semua bisa meneladani kebersihan dan kesempurnaan akhlak Nabi ﷺ dalam segala hal.
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa seorang mukmin sejati tidak hanya memperhatikan ibadah-ibadah besar, tetapi juga detail-detail kecil dalam kehidupan sehari-hari, karena semua itu adalah bagian dari keimanan dan ketakwaan.
Kesimpulan Praktis
- Disunnahkan menggosok tangan ke tanah atau debu setelah beristinja' dengan air, untuk menghilangkan bau yang tidak sedap.
- Hukumnya sunnah, bukan wajib. Jika bau sudah hilang dengan sabun atau pembersih lainnya, maka tujuan tersebut telah tercapai.
- Gunakanlah wadah atau alat yang bersih untuk bersuci, sebagaimana Nabi ﷺ menggunakan bejana khusus.
- Jadikanlah kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup seorang muslim, karena kebersihan adalah sebagian dari iman.
- Teladanilah Nabi ﷺ dalam setiap detail kehidupan, karena di dalamnya terdapat kebaikan dan keberkahan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.