Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3575 tentang Kemeja adalah pakaian paling dicintai Rasulullah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa pakaian yang paling disukai oleh Nabi ﷺ adalah kemeja (qamish). Kemeja di sini adalah pakaian yang menutup badan bagian atas hingga bawah, yang dianggap paling sempurna dalam menutup aurat dan paling praktis. Ini adalah anjuran bagi kita untuk memilih pakaian yang menutup aurat dengan baik, tidak ketat, tidak transparan, dan tidak menyerupai pakaian kebanggaan atau kemewahan yang berlebihan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pakaian, Bab Mengenakan Kemeja, nomor 3575, dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha. Derajat hadits ini hasan menurut para ulama hadits, karena jalur periwayatannya tidak mencapai derajat shahih yang paling tinggi, namun dapat diterima sebagai dalil.

Teks Arab hadits:

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو تُمَيْلَةَ، عَنْ عَبْدِ الْمُؤْمِنِ بْنِ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أُمِّهِ، عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، قَالَتْ: لَمْ يَكُنْ ثَوْبٌ أَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ـ ﷺ ـ مِنَ الْقَمِيصِ.

Makna ringkas: Tidak ada pakaian yang lebih dicintai oleh Rasulullah ﷺ daripada kemeja.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ

"Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik." (QS. Al-A'raf [7]: 26)

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama pakaian adalah menutup aurat, dan pakaian yang paling baik adalah yang mampu menutup dengan sempurna. Kemeja adalah jenis pakaian yang paling sesuai dengan tujuan ini.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa qamish (kemeja) adalah pakaian yang menutupi badan dari bahu hingga ke bawah, memiliki lengan, dan biasanya dipakai langsung di atas kulit atau baju dalam. Bentuknya yang menutup seluruh badan atas menjadikannya pakaian yang paling sempurna dalam menutup aurat dibandingkan dengan jenis pakaian lain seperti sarung, selendang, atau pakaian yang hanya menutup sebagian badan.

Pandangan ulama tentang makna hadits ini:

  1. Imam Al-Bukhari (dalam Shahih-nya, meskipun hadits ini tidak beliau keluarkan, namun beliau memiliki bab tentang pakaian) dan para ulama hadits lainnya memahami bahwa hadits ini menunjukkan kesunnahan memakai kemeja sebagai pakaian sehari-hari, karena Nabi ﷺ sendiri lebih menyukainya.
  2. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kemeja adalah pakaian yang paling utama karena ia menutup aurat dengan sempurna, tidak mudah terbuka, dan tidak menyulitkan gerakan. Beliau juga menyebutkan bahwa Nabi ﷺ biasa memakai kemeja dalam kesehariannya.
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya memilih pakaian yang paling nyaman dan paling baik selama tidak melanggar syariat. Kemeja adalah pakaian yang paling praktis dan menutup aurat dengan baik.
  4. Syaikh Abdul Aziz bin Baz pernah ditanya tentang pakaian yang paling utama, beliau menjawab bahwa yang terpenting adalah pakaian yang menutup aurat, tidak transparan, tidak ketat, dan tidak menyerupai pakaian orang kafir atau pakaian khusus wanita bagi laki-laki dan sebaliknya. Adapun jenisnya, kemeja adalah pilihan yang baik karena menutup dengan sempurna.

Pelajaran penting dari hadits ini:

  • Pakaian yang paling dicintai Nabi ﷺ adalah yang paling sempurna menutup aurat.
  • Kemeja adalah pakaian yang memenuhi kriteria ini, karena menutup seluruh badan bagian atas hingga bawah.
  • Islam tidak mewajibkan model pakaian tertentu, tetapi yang terpenting adalah memenuhi syarat: menutup aurat, tidak transparan, tidak ketat hingga menampakkan bentuk aurat, dan tidak menyerupai pakaian khas orang kafir atau lawan jenis.
  • Pakaian yang baik adalah yang membuat pemakainya nyaman dan tidak sombong.

Adab berpakaian menurut para ulama:

Para ulama dari kalangan salaf sangat memperhatikan adab berpakaian. Di antaranya:

  1. Mendahulukan anggota tubuh yang kanan saat memakai pakaian — berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ apabila memakai sandal mendahulukan yang kanan, dan apabila melepas mendahulukan yang kiri (HR. Bukhari dan Muslim).
  2. Tidak berlebih-lebihan dalam berpakaian — Allah berfirman:

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ

"Katakanlah: Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" (QS. Al-A'raf [7]: 32)

  1. Tidak memakai pakaian syuhrah (pakaian untuk pamer/ketenaran) — dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa memakai pakaian syuhrah (untuk pamer dan mencari ketenaran) di dunia, maka Allah akan memakaikan pakaian kehinaan padanya di hari kiamat." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal — semoga Allah merahmatinya — sangat memperhatikan kesederhanaan dalam berpakaian. Beliau dikenal sebagai pribadi yang zuhud dan tidak pernah memakai pakaian yang mencolok. Ketika ditanya tentang pakaian yang paling dicintainya, beliau tidak menjawab dengan model tertentu, tetapi lebih menekankan pada pakaian yang bersih, menutup aurat, dan tidak menimbulkan kesombongan.

Ada juga kisah tentang Sufyan ats-Tsauri yang dikenal sangat sederhana. Beliau pernah berkata: "Pakaian yang paling baik adalah yang tidak membuatmu sombong ketika memakainya, dan tidak membuatmu malu ketika terlihat orang lain." Ini menunjukkan bahwa ukuran pakaian terbaik bukanlah pada modelnya, tetapi pada efeknya terhadap hati pemakainya.

Kisah lain dari Al-Hasan al-Bashri, beliau pernah melihat seorang pemuda berpakaian sangat bagus dan mewah. Maka beliau menasihatinya: "Wahai anakku, sesungguhnya pakaian yang paling baik adalah yang membuatmu semakin taat kepada Allah, bukan yang membuatmu lalai dan berbangga diri."

Kesimpulan Praktis

  1. Pilihlah pakaian yang menutup aurat dengan sempurna — kemeja adalah salah satu pilihan terbaik karena menutup badan dengan baik.
  2. Hindari pakaian yang transparan, ketat, atau membentuk aurat — karena ini tidak memenuhi syarat menutup aurat meskipun secara fisik "memakai" pakaian.
  3. Jangan berlebih-lebihan dalam berpakaian — pakaian yang baik adalah yang sederhana, bersih, dan tidak menimbulkan sombong.
  4. Jangan memakai pakaian untuk pamer atau mencari ketenaran — ini termasuk dosa besar yang diancam dengan kehinaan di akhirat.
  5. Dahulukan yang kanan saat memakai, dan yang kiri saat melepas — sebagai bentuk mengikuti sunnah.
  6. Perhatikan niat — memakai pakaian juga bisa menjadi ibadah jika diniatkan untuk menutup aurat dan memenuhi perintah Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?