Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3567 tentang Anjuran memakai pakaian putih karena lebih suci

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah anjuran Nabi ﷺ agar kaum muslimin mengenakan pakaian putih. Beliau menyebutkan dua alasan: lebih suci (ath-haru) dan lebih baik/indah (ath-yabu). Ini adalah sunnah yang dianjurkan, bukan kewajiban, dan menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kebersihan, keindahan, dan kesederhanaan dalam berpakaian.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan, dengan sanad lengkap):

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ، عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ، عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ "الْبَسُوا ثِيَابَ الْبَيَاضِ فَإِنَّهَا أَطْهَرُ وَأَطْيَبُ"

Terjemahan: Dari Samurah bin Jundab, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Kenakanlah pakaian putih, karena ia lebih suci dan lebih baik."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 2810), dari Samurah bin Jundab, dengan lafaz yang semakna. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih."

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih Sunan Ibni Majah (no. 3567) menilai hadits ini shahih.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa pakaian putih adalah pakaian yang paling disukai, karena bersih dan menutup aurat dengan baik.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa warna putih adalah warna yang paling utama karena bersih, tidak mencolok, dan tidak menimbulkan kesombongan.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para ulama sepakat tentang dianjurkannya pakaian putih, dan ini adalah sunnah yang tetap.

Penjelasan Rinci

1. Makna "Aṭharu" (أَطْهَرُ) - Lebih Suci

Kata ath-haru berarti lebih suci dan lebih bersih. Ini karena:

  • Warna putih dengan cepat memperlihatkan kotoran, sehingga pemakainya akan segera membersihkannya. Ini mendorong seseorang untuk menjaga kebersihan.
  • Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa pakaian putih adalah yang paling mudah terlihat kotorannya, sehingga mendorong pemiliknya untuk mencucinya. Ini sejalan dengan perhatian Islam terhadap kebersihan lahir dan batin.
  • Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan pakaian yang bersih adalah cerminan hati yang bersih.

2. Makna "Aṭyabu" (أَطْيَبُ) - Lebih Baik/Indah

Kata ath-yabu berarti lebih baik, lebih indah, dan lebih menyenangkan. Ini karena:

  • Warna putih adalah warna yang alami, tidak mencolok, dan memberikan kesan tenang.
  • Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sebaik-baik pakaian kalian adalah yang berwarna putih, maka kenakanlah oleh kalian, dan kafani pula mayat kalian dengannya." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dinilai shahih oleh Al-Albani)
  • Imam Asy-Syafi'i berkata: "Aku menyukai pakaian putih karena ia adalah pakaian para nabi dan orang-orang saleh."

3. Apakah Ini Kewajiban?

Para ulama sepakat bahwa ini adalah sunnah (anjuran), bukan kewajiban. Boleh memakai pakaian warna lain selama bersih, menutup aurat, dan tidak menyerupai lawan jenis atau pakaian khusus orang kafir.

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa perintah dalam hadits ini adalah perintah istihbab (anjuran), bukan ijab (kewajiban), karena ada dalil lain yang menunjukkan Nabi ﷺ juga memakai pakaian selain putih.

4. Hikmah di Balik Anjuran Ini

  • Menjaga kebersihan dan kesucian.
  • Menghindari kesombongan karena warna mencolok.
  • Memberikan ketenangan dan kenyamanan.
  • Menunjukkan kesederhanaan dan keikhlasan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Sufyan ats-Tsauri (salah satu ulama dalam sanad hadits ini) sangat memperhatikan pakaiannya. Beliau selalu memilih pakaian yang bersih dan sederhana, tidak mewah dan tidak lusuh. Beliau berkata: "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Maka hendaknya seorang muslim memperhatikan penampilannya, karena itu adalah bagian dari syukur atas nikmat Allah."

Kisah ini mengajarkan kita bahwa memperhatikan kebersihan dan keindahan pakaian bukanlah bentuk kesombongan, tetapi wujud syukur dan penghormatan kepada Allah yang telah memberikan nikmat pakaian.

Kesimpulan Praktis

  1. Utamakan pakaian putih dalam keseharian, karena ini sunnah Nabi ﷺ.
  2. Jaga kebersihan pakaian apa pun warnanya, karena kebersihan adalah bagian dari iman.
  3. Hindari pakaian yang mencolok untuk pamer atau sombong.
  4. Boleh memakai warna lain, selama bersih, sopan, dan sesuai syariat.
  5. Niatkan memakai pakaian sebagai ibadah dan wujud syukur kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?