Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3525 tentang Doa perlindungan dari setan, racun, dan mata jahat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan dan mempraktikkan doa perlindungan (ta'widz) untuk cucu-cucunya Hasan dan Husain dari gangguan setan, binatang berbahaya, dan penyakit mata ('ain). Doa ini juga merupakan sunnah Nabi Ibrahim yang beliau gunakan untuk melindungi anak-anaknya. Ini menunjukkan bahwa ruqyah dan doa perlindungan adalah bagian dari sunnah yang dituntunkan, bukan hal yang terlarang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 3525), dari jalur Ibnu Abbas رضي الله عنهما, melalui sanad: Sufyan (ats-Tsauri) ← Manshur ← Minhal ← Sa'id bin Jubair ← Ibnu Abbas. Imam at-Tirmidzi juga meriwayatkan hadits serupa dan menghasankannya.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:

QS. Al-Falaq [113]: 1-5:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Terjemahan: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."

Kaitan ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ta'widz (memohon perlindungan) dengan kalimat Allah adalah sunnah yang shahih dan dianjurkan untuk anak-anak.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa ruqyah dengan kalimat Allah yang sempurna dibolehkan dan tidak termasuk syirik.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad dan Ath-Thibbun Nabawi membahas panjang lebar tentang 'ain (mata jahat) dan cara pengobatannya dengan doa-doa Nabi ﷺ.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan makna "kalimat Allah yang sempurna" sebagai kalimat yang tidak tercampur kekurangan dan tidak dapat ditembus oleh keburukan.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Nabi ﷺ memohon perlindungan untuk Hasan dan Husain — cucu beliau dari Fatimah dan Ali رضي الله عنهم — dengan doa:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbahaya, dan dari setiap mata jahat yang menimpakan keburukan."

Penjelasan para ulama:

1. Makna "Kalimat Allah yang Sempurna" (كَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ):

Ibn Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah kalimat-kalimat Allah yang tidak ada kekurangan dan tidak dapat dijangkau oleh keburukan. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa ini mencakup nama-nama dan sifat-sifat Allah yang sempurna, yang jika seseorang berlindung dengannya, maka tidak ada sesuatu pun yang dapat mencelakainya.

2. Makna "setan" (شَيْطَانٍ):

Mencakup jin yang jahat dan manusia yang menyesatkan. Al-Hasan al-Bashri menyebutkan bahwa setan dari kalangan jin tidak terlihat, sedangkan setan dari kalangan manusia bisa terlihat.

3. Makna "hammah" (هَامَّةٍ):

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hammah adalah binatang beracun atau binatang berbisa yang berbahaya, seperti kalajengking, ular, dan sejenisnya. Sebagian ulama menyebutkan bahwa orang Arab dahulu menganggap hammah sebagai binatang yang dapat membawa kesialan, maka Nabi ﷺ mengajarkan perlindungan darinya.

4. Makna "'ain lammah" (عَيْنٍ لَامَّةٍ):

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ath-Thibbun Nabawi menjelaskan bahwa 'ain adalah pengaruh buruk yang timbul dari pandangan hasad seseorang. Kata lammah berarti yang menimpakan atau yang mengenai sasaran. Jadi, 'ain lammah adalah pandangan jahat yang benar-benar menimpakan keburukan kepada orang yang dipandang.

5. Sunnah Nabi Ibrahim:

Nabi ﷺ menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim juga mengamalkan doa ini untuk melindungi anak-anaknya, Isma'il dan Ishaq (atau Isma'il dan Ya'qub). Ini menunjukkan bahwa ta'widz adalah sunnah para nabi terdahulu, bukan hal baru dalam syariat.

Perbedaan pendapat ulama:

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang lafazh "Isma'il dan Ishaq" atau "Isma'il dan Ya'qub" — ini adalah keraguan dari perawi, bukan pertentangan yang hakiki. Imam at-Tirmidzi menyebutkan hadits ini hasan shahih.

Pendapat yang paling kuat:

Doa ini disyariatkan untuk dibaca kepada anak-anak sebagai bentuk perlindungan, dan ini adalah pendapat yang dipegang oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Imam asy-Syafi'i, dan para ulama Ahlus Sunnah lainnya. Syeikh Abdul Aziz bin Baz dan Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin juga menegaskan bahwa ruqyah dengan doa-doa Nabi ﷺ adalah sunnah yang dianjurkan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin al-Mubarak pernah ditanya tentang bagaimana cara melindungi anak-anak dari gangguan. Beliau menjawab dengan mengamalkan doa ini dan mengajarkannya kepada orang tua. Beliau berkata bahwa Nabi ﷺ sendiri mengamalkannya untuk cucu-cucunya, maka sudah sepatutnya seorang muslim meneladani beliau.

Imam Ahmad bin Hanbal juga dikenal sering mengamalkan ta'widz untuk keluarganya, dan beliau menegaskan bahwa doa ini tidak mengandung kesyirikan karena berlindung hanya kepada Allah dengan kalimat-kalimat-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan doa ini untuk melindungi anak-anak kita dari gangguan setan, binatang berbahaya, dan penyakit 'ain.
  2. Bacalah dengan penuh keyakinan bahwa hanya Allah yang dapat memberikan perlindungan.
  3. Ajarkan kepada keluarga bahwa ruqyah dengan kalimat Allah adalah sunnah yang shahih.
  4. Hindari 'ain dengan tidak memandang orang lain dengan pandangan hasad, dan jika merasa kagum, ucapkan "Masya Allah, tabarakallah."
  5. Jangan takut kepada 'ain secara berlebihan, tetapi berlindunglah kepada Allah dengan doa yang diajarkan Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?