Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3520 tentang Doa kesembuhan untuk orang sakit dari Nabi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika menjenguk orang sakit. Intinya, kita memohon kepada Allah untuk menghilangkan penyakit dan memberikan kesembuhan, karena hanya Allah yang bisa menyembuhkan. Doa ini mengajarkan kita untuk bersandar penuh kepada Allah dalam setiap keadaan, termasuk saat sakit, dan mengakui kelemahan kita di hadapan-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Teks Arab hadits (dengan harakat):

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي الضُّحَى، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا أَتَى الْمَرِيضَ فَدَعَا لَهُ قَالَ: "أَذْهِبِ الْبَاسْ رَبَّ النَّاسْ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا"

Terjemahan: Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Ketika Rasulullah ﷺ datang kepada orang sakit, beliau berdoa untuknya dan berkata: 'Azhhibil-bas, Rabban-nas, washfi Antash-Shafi, la shifa'a illa shifa'uka shifa'an la yughadiru saqama' (Hilangkanlah penyakit ini, wahai Tuhan manusia, dan berikanlah kesembuhan, karena Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, dan tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit)."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 5742) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2191) dari jalur yang sama, sehingga derajatnya shahih.

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

QS. Asy-Syu'ara' [26]: 80

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

"Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku."

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

  1. Doa ini adalah doa yang diajarkan Nabi ﷺ. Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini termasuk doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika menjenguk orang sakit. Beliau menukil dari para ulama bahwa doa ini adalah doa yang sangat bermanfaat.
  2. Makna "Azhhibil-bas" adalah hilangkanlah penyakit dan kesulitan. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah adalah satu-satunya yang mampu menghilangkan penyakit, baik penyakit hati maupun penyakit badan. Maka seorang hamba hendaknya memohon langsung kepada Allah.
  3. "Rabban-nas" (Wahai Tuhan manusia) menunjukkan bahwa Allah adalah Rabb yang mengatur, memelihara, dan menguasai seluruh manusia. Ini menguatkan keyakinan bahwa kesembuhan sepenuhnya di tangan Allah.
  4. "Antasy-Syafi" (Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan) adalah pengakuan bahwa kesembuhan hakiki hanya dari Allah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa obat dan usaha hanyalah sebab, tetapi yang menciptakan kesembuhan adalah Allah semata.
  5. "Syifa'an la yughadiru saqama" (kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit) adalah permohonan agar diberikan kesembuhan yang sempurna, tidak ada sisa penyakit sedikit pun. Ini menunjukkan kesempurnaan harapan seorang hamba kepada Allah.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa doa ini menggabungkan antara permohonan menghilangkan penyakit dan permohonan diberikan kesembuhan yang sempurna. Ini adalah bentuk doa yang sangat lengkap.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu sakit, Nabi ﷺ menjenguknya dan meletakkan tangannya di keningnya, lalu mendoakannya. Beliau juga mengajarkan doa-doa kesembuhan ini kepada para sahabatnya.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa Nabi ﷺ tidak hanya sekadar menjenguk, tetapi juga memberikan perhatian penuh dengan mendoakan kesembuhan. Ini menunjukkan bahwa menjenguk orang sakit adalah amalan mulia yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ, dan di dalamnya terdapat doa yang sangat besar manfaatnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan dan amalkan doa ini ketika menjenguk orang sakit, karena ini adalah doa yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ.
  2. Yakinlah bahwa kesembuhan hanya dari Allah. Kita boleh berobat, tetapi hati harus tetap bersandar kepada Allah sebagai pemberi kesembuhan.
  3. Jenguklah orang sakit karena itu adalah hak seorang muslim atas muslim lainnya, dan di dalamnya ada pahala yang besar.
  4. Perbanyaklah doa untuk orang sakit, karena doa adalah senjata orang mukmin.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi