Tentu, saya akan menjelaskan hadits tersebut sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa demam yang dirasakan manusia memiliki kaitan dengan panasnya api neraka Jahannam. Nabi ﷺ mengajarkan cara mengobatinya dengan air untuk mendinginkan tubuh. Selain itu, Nabi ﷺ juga mencontohkan doa memohon kesembuhan kepada Allah dengan menyebut sifat-Nya sebagai Tuhan dan Ilah manusia.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Kedokteran, Bab Demam dari Panas Jahannam. Perawi sahabatnya adalah Rafi’ bin Khadij radhiyallahu ‘anhu.
Teks hadits lengkap dengan harakat:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ الْمِقْدَامِ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رِفَاعَةَ، عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ، قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: "الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَابْرُدُوهَا بِالْمَاءِ". فَدَخَلَ عَلَى ابْنٍ لِعَمَّارٍ فَقَالَ: "اكْشِفِ الْبَاسْ رَبَّ النَّاسْ إِلَهَ النَّاسْ".
Terjemahan: “Diriwayatkan bahwa Rafi’ bin Khadij berkata: ‘Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda: “Demam adalah dari panas api neraka, maka dinginkanlah dengan air.” Ia masuk menemui seorang anak dari Ammar dan berkata: “Hilangkanlah bahaya, ya Tuhan manusia, ya Allah manusia.”’”
Hadits ini juga memiliki penguat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari riwayat lain, seperti dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah, dengan lafaz serupa. Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna “dari panas api neraka” adalah karena demam memiliki panas yang menyengat dan berasal dari uap neraka Jahannam yang Allah jadikan sebagai peringatan bagi manusia. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menukil pendapat ulama bahwa ini adalah perumpamaan untuk menggambarkan kerasnya panas demam, dan perintah mendinginkannya dengan air adalah bentuk pengobatan yang diajarkan syariat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung dua pelajaran utama: pertama, tentang hakikat demam dan cara mengobatinya; kedua, tentang doa memohon kesembuhan.
Para ulama yang tercantum dalam daftar rujukan, seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar, menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ “الْحُمَّى مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ” (demam adalah dari panas api neraka) bukan berarti demam itu benar-benar api neraka yang keluar, melainkan karena panasnya yang sangat menyengat menyerupai panasnya neraka. Ini adalah peringatan agar manusia merenungkan betapa pedihnya azab neraka. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zad al-Ma’ad menjelaskan bahwa demam adalah salah satu penyakit yang Allah jadikan sebagai ujian dan pengingat akan panasnya akhirat. Beliau juga menyebutkan bahwa perintah “فَابْرُدُوهَا بِالْمَاءِ” (maka dinginkanlah dengan air) adalah pengobatan yang sesuai dengan tabiat penyakit, yaitu dengan mendinginkan tubuh yang sedang panas.
Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ menganjurkan untuk mandi dengan air dingin atau meminumnya. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami ini sebagai anjuran berobat secara fisik, dan tidak bertentangan dengan tawakal kepada Allah. Sementara itu, doa “اكْشِفِ الْبَاسْ رَبَّ النَّاسْ إِلَهَ النَّاسْ” (Hilangkanlah bahaya, ya Tuhan manusia, ya Allah manusia) adalah doa yang diajarkan Nabi ﷺ untuk memohon kesembuhan. Ini menunjukkan bahwa pengobatan fisik harus disertai dengan doa dan tawakal kepada Allah.
Adapun perbedaan pendapat di antara ulama tentang apakah demam selalu berasal dari neraka atau hanya perumpamaan, maka yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa itu adalah perumpamaan untuk menggambarkan panasnya, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar dan an-Nawawi. Tidak ada ulama dalam daftar yang menyatakan bahwa demam itu benar-benar potongan api neraka yang keluar.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ menjenguk seorang anak dari Ammar bin Yasir yang sedang sakit demam. Nabi ﷺ masuk menemuinya dan langsung mendoakan: “Hilangkanlah bahaya, ya Tuhan manusia, ya Allah manusia.” Doa ini menunjukkan betapa lembutnya Nabi ﷺ dan betapa beliau mengajarkan kepada umatnya untuk selalu kembali kepada Allah dalam setiap kesulitan. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa doa ini juga mengandung pengagungan terhadap Allah dengan menyebut sifat Rububiyah dan Uluhiyah-Nya, karena hanya Allah yang mampu menghilangkan penyakit.
Hikmahnya, ketika kita sakit, jangan hanya mengandalkan obat, tetapi iringi dengan doa dan tawakal. Nabi ﷺ sendiri mengajarkan untuk berobat dengan air dingin, namun tetap memohon kesembuhan kepada Allah.
Kesimpulan Praktis
- Demam adalah penyakit yang panasnya menyerupai panasnya neraka, sehingga menjadi pengingat akan azab akhirat.
- Dianjurkan untuk mendinginkan tubuh yang demam dengan air, baik diminum maupun digunakan untuk mandi, sebagai bentuk ikhtiar.
- Sertakan doa memohon kesembuhan kepada Allah, seperti doa Nabi ﷺ: “اكْشِفِ الْبَاسْ رَبَّ النَّاسْ إِلَهَ النَّاسْ”.
- Jangan meninggalkan tawakal kepada Allah meskipun sedang berobat.
- Ingatlah bahwa sakit adalah ujian yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.