Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3358 tentang Kesunnahan mengantar tamu hingga pintu rumah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab mulia dalam menjamu tamu: tuan rumah dianjurkan mengantar tamunya sampai ke pintu rumah sebagai bentuk penghormatan dan penyempurnaan jamuan. Ini termasuk sunnah (kebiasaan baik yang diajarkan Nabi ﷺ) yang menunjukkan betapa Islam sangat memuliakan tamu. Mengantar tamu ke pintu adalah tanda kasih sayang, keramahan, dan penutup jamuan yang indah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Makanan, Bab Menjamu Tamu (no. 3358), dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.

Teks hadits:

إِنَّ مِنَ السُّنَّةِ أَنْ يَخْرُجَ الرَّجُلُ مَعَ ضَيْفِهِ إِلَى بَابِ الدَّارِ

Terjemahan: "Sesungguhnya termasuk sunnah, seorang lelaki keluar bersama tamunya menuju pintu rumah."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan memuliakan tamu, yaitu kisah Nabi Ibrahim عليه السلام:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ

(QS. Adz-Dzariyat [51]: 24)

Terjemahan: "Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah tamu-tamu Ibrahim yang dimuliakan?"

Ayat ini menunjukkan bahwa memuliakan tamu adalah sifat para nabi dan orang-orang mulia. Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah memuji Nabi Ibrahim عليه السلام karena memuliakan tamunya dengan segera menyuguhkan hidangan terbaik.

Penjelasan Rinci

Hadits ini secara sanad dinilai lemah oleh sebagian ulama hadits karena pada rantai sanadnya terdapat Ali bin 'Urwah yang diperbincangkan. Namun maknanya tetap shahih dan didukung oleh banyak hadits lain serta praktik para salaf. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa memuliakan tamu termasuk akhlak Islam yang agung.

Makna "sunnah" di sini menurut Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam mencakup dua pengertian:

  1. Sunnah syar'iyyah, yaitu ajaran yang datang dari Nabi ﷺ.
  2. Sunnah dalam arti adab dan kebiasaan baik yang beliau contohkan.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa di antara petunjuk Nabi ﷺ dalam menjamu tamu adalah: menyambut dengan wajah berseri, menyegerakan hidangan, menemani makan, dan mengantar tamu hingga pintu rumah. Ini semua adalah bentuk ikram adh-dhaif (memuliakan tamu).

Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah menyebutkan bahwa mengantar tamu ke pintu termasuk penyempurna jamuan. Al-Awza'i dan Al-Layts bin Sa'd juga menegaskan hal serupa dalam kitab-kitab mereka tentang adab.

Hikmahnya:

  • Menutup jamuan dengan cara yang indah, bukan sekadar "silakan pulang".
  • Menjaga perasaan tamu agar merasa dihormati sampai akhir kunjungan.
  • Meneladani akhlak Nabi Ibrahim عليه السلام yang dikenal sebagai Abu adh-Dhuyuf (bapak para tamu).

Ibnu Hajar menambahkan bahwa mengantar tamu ke pintu juga mencegah tamu merasa canggung mencari jalan keluar sendiri, dan menunjukkan tuan rumah benar-benar memperhatikan kenyamanannya.

Story Telling

Dikisahkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim bahwa suatu ketika Abu Hurairah رضي الله عنه sendiri pernah menjadi tamu Nabi ﷺ dan para sahabat. Beliau ﷺ selalu menyambut tamu dengan wajah ceria, menyuguhkan apa yang ada, dan menemani mereka. Dalam kisah lain, seorang tamu datang kepada Nabi ﷺ, dan beliau ﷺ bersabda kepada tuan rumah agar menjamunya. Ketika tuan rumah hanya memiliki makanan untuk anaknya, ia mendahulukan tamu dan memadamkan lampu agar tamu tidak merasa sungkan — lalu turunlah pujian Allah dalam QS. Al-Hasyr [59]: 9 tentang kaum Anshar.

Al-Hasan al-Bashri berkata: "Memuliakan tamu adalah bagian dari akhlak para nabi." Fudail bin 'Iyadh menambahkan: "Sempurnanya jamuan adalah ketika tuan rumah mengantar tamunya ke pintu."

Kesimpulan Praktis

  1. Sambut tamu dengan wajah berseri dan hati lapang.
  2. Segerakan hidangan sesuai kemampuan, tidak perlu berlebihan.
  3. Temani tamu saat makan agar ia tidak merasa sendiri.
  4. Antarkan tamu hingga ke pintu rumah sebagai penutup jamuan.
  5. Jangan menghitung-hitung apa yang diberikan; ikhlas karena Allah.
  6. Jika tidak mampu menjamu, sampaikan dengan lembut dan tetap muliakan tamu.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?