Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan sebuah adab dan doa yang indah ketika buah pertama musim panen datang: Nabi ﷺ memohon keberkahan untuk kota Madinah, buah-buahan, serta takaran makanan (mudd dan sha'), lalu beliau memberikan buah itu kepada anak terkecil yang hadir. Ini menunjukkan perhatian Islam terhadap keberkahan rezeki, rasa syukur, dan kasih sayang kepada anak-anak.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 3329) dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, dalam Sunan Ibnu Majah, Kitab Makanan, Bab "Ketika Diberikan Buah Pertama".
Doa Nabi ﷺ dalam hadits ini sejalan dengan makna ayat:
QS. Ibrahim [14]: 7
> وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Terjemahan: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'"
QS. Al-Baqarah [2]: 172
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
Hadits ini juga berkaitan dengan doa Nabi ﷺ yang shahih tentang keberkahan Madinah, sebagaimana disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Anas bin Malik رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ berdoa memohon keberkahan untuk Madinah dalam takaran mudd dan sha'-nya. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa doa ini mencakup keberkahan dunia dan akhirat bagi penduduk Madinah serta makanan mereka.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:
Pertama: Doa ketika buah pertama datang.
Nabi ﷺ mengajarkan kepada umatnya untuk memulai nikmat panen dengan doa, bukan sekadar menikmatinya. Beliau memohon keberkahan dalam tiga hal: kota (Madinah), buah-buahan, dan takaran makanan (mudd dan sha'). Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa penyebutan mudd dan sha' menunjukkan pentingnya keberkahan dalam makanan pokok, karena keduanya adalah takaran utama masyarakat saat itu.
Kedua: Keberkahan (barakah) adalah tambahan kebaikan.
Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa barakah berarti tetapnya kebaikan dan bertambahnya manfaat. Doa ini bukan hanya untuk buah, tetapi untuk seluruh rezeki yang Allah berikan.
Ketiga: Memberikan kepada anak terkecil.
Nabi ﷺ memberikan buah pertama kepada anak terkecil yang hadir. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa ini adalah bentuk kasih sayang kepada anak-anak dan melatih mereka sejak dini untuk mengenal nikmat Allah. Ibnul Qayyim juga menekankan bahwa mendahulukan anak kecil dalam hal seperti ini menumbuhkan rasa cinta dan kelembutan dalam keluarga.
Keempat: Kaitan dengan syukur.
As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa syukur adalah sebab datangnya keberkahan. Ketika seseorang bersyukur atas nikmat kecil, Allah akan menambah nikmat yang lebih besar.
Perbedaan pendapat ulama daftar:
Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara ulama daftar mengenai hadits ini. Mereka sepakat bahwa doa ini adalah sunnah yang dianjurkan ketika buah pertama musim panen datang, dan memberikan kepada anak kecil adalah adab yang baik.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika buah pertama dari kebun-kebun Madinah dibawa kepada Nabi ﷺ, beliau tidak langsung memakannya, tetapi mengangkat kedua tangan dan berdoa memohon keberkahan untuk kota, buah, dan takaran makanan penduduknya. Setelah itu, beliau memanggil anak terkecil yang ada di majelis dan menyerahkan buah itu kepadanya. Anak itu pun menerimanya dengan gembira, sementara para sahabat yang hadir menyaksikan betapa Nabi ﷺ menggabungkan doa, syukur, dan kasih sayang dalam satu momen sederhana. Ibnu Majah meriwayatkan kisah ini sebagai bagian dari adab makan dan keberkahan rezeki.
Kesimpulan Praktis
- Ketika mendapatkan hasil panen atau rezeki baru, ucapkan doa memohon keberkahan, bukan hanya menikmatinya.
- Doa keberkahan mencakup tempat tinggal, makanan, dan seluruh rezeki.
- Berikanlah bagian pertama dari nikmat kepada anak-anak, terutama yang terkecil, untuk menumbuhkan rasa syukur dan kasih sayang.
- Syukur adalah kunci datangnya keberkahan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ibrahim [14]: 7.
- Amalkan doa ini: "Allahumma barik lana fi madinatina wa fi tsimarina wa fi muddina wa fi sha'ina barakatan ma'a barakah."
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.