Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa cuka adalah lauk-pauk (idam) yang baik dan diberkahi oleh Nabi ﷺ. Beliau memujinya sebagai pendamping makanan yang nikmat dan bermanfaat. Ini adalah bagian dari petunjuk Nabi ﷺ dalam hal makanan yang halal dan baik, serta mengajarkan kita untuk mensyukuri nikmat Allah yang sederhana.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Ibnu Majah No. 3316:
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
"نِعْمَ الإِدَامُ الْخَلُّ"
"Sebaik-baik lauk pauk (idam) adalah cuka."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (No. 2051) dari jalur Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah. Lafazh dalam riwayat Muslim: "نِعْمَ الأُدُمُ الْخَلُّ" (sebaik-baik lauk adalah cuka).
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Maidah [5]: 88:
وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ
"Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya."
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal lagi baik (thayyib), dan cuka termasuk makanan yang baik yang dipuji oleh Nabi ﷺ.
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan cuka dan bolehnya memakannya. Beliau menukil bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa cuka adalah makanan yang halal dan baik.
Penjelasan Rinci
Makna Hadits:
- "الإِدَامُ" (al-idam) adalah lauk-pauk yang dimakan bersama roti atau makanan pokok, seperti kuah, sayur, atau pendamping lainnya.
- "الْخَلُّ" (al-khall) adalah cuka, yaitu cairan asam yang dihasilkan dari fermentasi anggur, kurma, atau bahan lainnya.
Nabi ﷺ menyebut cuka sebagai sebaik-baik lauk. Ini adalah pujian yang menunjukkan bahwa cuka adalah makanan yang bermanfaat, mudah didapat, dan memberikan rasa yang nikmat sebagai pendamping makanan.
Pemahaman Ulama:
- Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan cuka. Beliau berkata: "Di dalamnya terdapat dalil bahwa cuka adalah lauk yang baik dan diberkahi. Para ulama telah sepakat atas kehalalannya."
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan dari beberapa sahabat, dan beliau menjelaskan bahwa pujian Nabi ﷺ terhadap cuka menunjukkan bahwa ia termasuk makanan yang thayyib (baik) yang disebut dalam Al-Qur'an.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa pujian Nabi ﷺ terhadap cuka adalah karena ia mudah didapat, murah, dan memberikan manfaat bagi tubuh. Beliau juga menekankan bahwa ini menunjukkan bolehnya memakan cuka dan menggunakannya sebagai pendamping makanan.
- Syaikh Abdul Aziz bin Baz (w. 1420 H) pernah ditanya tentang hukum memakan cuka, beliau menjawab bahwa cuka halal berdasarkan hadits ini dan tidak ada dalil yang mengharamkannya.
Hikmah di Balik Pujian Nabi ﷺ:
- Cuka membantu melancarkan pencernaan dan memberikan rasa segar pada makanan.
- Cuka adalah makanan yang sederhana, mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam memilih makanan.
- Pujian ini juga menunjukkan bahwa nikmat Allah tidak selalu harus mewah; yang sederhana pun bisa menjadi berkah jika disyukuri.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma berkata: "Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada keluarganya tentang lauk, lalu mereka menjawab, 'Kami tidak punya apa-apa selain cuka.' Maka beliau memintanya dan memakannya, kemudian bersabda: 'Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.'" (HR. Muslim No. 2052)
Kisah ini menunjukkan kerendahan hati Nabi ﷺ dan keluarganya dalam hal makanan. Mereka tidak memiliki lauk yang mewah, namun Nabi ﷺ tetap bersyukur dan bahkan memuji apa yang ada. Ini mengajarkan kita untuk qana'ah (merasa cukup) dan tidak mengeluh atas keterbatasan rezeki.
Kesimpulan Praktis
- Cuka adalah makanan halal dan baik yang dipuji langsung oleh Nabi ﷺ sebagai lauk yang diberkahi.
- Boleh menggunakan cuka sebagai pendamping makanan, baik untuk roti, salad, atau masakan lainnya.
- Belajar qana'ah dari kisah Nabi ﷺ — makanan sederhana pun bisa menjadi berkah jika disyukuri.
- Tidak berlebihan dalam makanan — Islam mengajarkan makan secukupnya dan mensyukuri apa yang ada.
- Meneladani Nabi ﷺ dalam memilih makanan yang halal dan thayyib, serta menghindari yang haram atau syubhat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.