Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3308 tentang Daging terbaik adalah bagian punggung

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menyebutkan bagian daging yang paling baik dan paling lezat, yaitu daging di bagian punggung (daging iga/pinggang). Ini adalah informasi yang bersifat petunjuk dan pengetahuan tentang makanan yang baik, bukan perintah wajib. Hadits ini juga mengajarkan adab dalam menyajikan makanan dan menghormati tamu dengan memberikan bagian yang terbaik.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Makanan, Bab Daging yang Baik, nomor 3308. Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ أَبُو بِشْرٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مِسْعَرٍ، حَدَّثَنِي شَيْخٌ مِنْ فَهْمٍ - قَالَ وَأَظُنُّهُ يُسَمَّى مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللهِ - أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللهِ بْنَ جَعْفَرٍ يُحَدِّثُ ابْنَ الزُّبَيْرِ وَقَدْ نَحَرَ لَهُمْ جَزُورًا أَوْ بَعِيرًا أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ ﷺ - قَالَ وَالْقَوْمُ يُلْقُونَ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ اللَّحْمَ - يَقُولُ: "أَطْيَبُ اللَّحْمِ لَحْمُ الظَّهْرِ"

Terjemahan: Dari Abdullah bin Ja'far, bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda — sementara orang-orang memberikan daging kepada beliau —: "Daging yang paling baik adalah daging punggung."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya dan Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani menilai hadits ini hasan (baik) dalam Shahih Sunan Ibnu Majah.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Makna "Lahmul Zhahr" (Daging Punggung)

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa daging punggung (termasuk di dalamnya daging iga/pinggang) adalah bagian daging yang paling lembut, paling cepat matang, dan paling mudah dicerna. Bagian ini tidak banyak bergerak sehingga teksturnya lebih empuk dibandingkan bagian lain yang sering digunakan hewan untuk bergerak seperti kaki atau leher.

2. Bukan Perintah Wajib, Melainkan Petunjuk Kenikmatan

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam menjelaskan adab-adab makan menegaskan bahwa hadits ini bukanlah perintah yang mewajibkan seseorang untuk selalu memakan daging punggung. Akan tetapi, ini adalah petunjuk Nabi ﷺ tentang makanan yang baik dan kenikmatan yang halal. Islam tidak melarang seseorang memakan bagian daging lainnya, karena semua daging hewan yang halal adalah baik.

3. Adab Menghormati Tamu

Dalam hadits ini terdapat kisah bahwa Abdullah bin Ja'far sedang bercerita kepada Abdullah bin az-Zubair yang telah menyembelih unta untuk mereka. Para sahabat ketika itu memberikan daging kepada Rasulullah ﷺ, dan beliau menyebutkan bagian yang paling baik. Ini menunjukkan bahwa ketika menjamu tamu, hendaknya kita menghidangkan bagian makanan yang terbaik sebagai bentuk penghormatan dan kemuliaan kepada tamu.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Adab al-Mufrad bahwa para salaf sangat memperhatikan dalam menghormati tamu. Abdullah bin Ja'far sendiri dikenal sebagai salah satu sahabat yang sangat dermawan dan gemar menjamu tamu.

4. Daging Punggung dalam Konteks Kesehatan

Imam Ibnul Qayyim dalam Ath-Thibb an-Nabawi menyebutkan bahwa daging yang paling bermanfaat bagi tubuh adalah yang seimbang antara lemak dan dagingnya, tidak terlalu berlemak dan tidak terlalu kering. Daging punggung memiliki karakteristik ini, sehingga Nabi ﷺ menyebutnya sebagai daging yang paling baik.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Ja'far — beliau adalah sahabat muda yang terkenal dermawan — ketika bercerita kepada Abdullah bin az-Zubair tentang sabda Nabi ﷺ ini, beliau berada di sebuah jamuan makan. Ibnuz Zubair telah menyembelih unta untuk menjamu mereka.

Abdullah bin Ja'far adalah salah seorang sahabat yang paling gemar bersedekah dan menjamu tamu. Diriwayatkan bahwa beliau berkata: "Aku tidak pernah melihat satu majelis pun yang di dalamnya ada Rasulullah ﷺ, kecuali aku pasti ikut serta di dalamnya. Dan tidaklah beliau mengajarkan sesuatu kepadaku, kecuali aku pasti menghafalnya."

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa para sahabat sangat antusias untuk menyampaikan sabda-sabda Nabi ﷺ dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam majelis-majelis makan. Mereka tidak menganggap remeh satu pun perkataan beliau, sekecil apa pun urusannya, karena semua yang keluar dari lisan beliau adalah wahyu yang mengandung kebaikan.

Kesimpulan Praktis

  1. Memilih makanan yang baik — Islam mengajarkan kita untuk memilih makanan yang halal dan baik (thayyib), termasuk bagian daging yang paling baik kualitasnya.
  2. Menghormati tamu — Ketika menjamu, hidangkanlah bagian terbaik sebagai bentuk kemuliaan kepada tamu.
  3. Menyampaikan ilmu dalam kesempatan apa pun — Para sahabat menyampaikan hadits-hadits Nabi ﷺ dalam berbagai situasi, termasuk saat jamuan makan.
  4. Tidak berlebihan dalam makanan — Hadits ini tidak mendorong kita untuk bermewah-mewahan, tetapi sekadar menunjukkan mana yang lebih baik jika ada pilihan.
  5. Bersyukur atas nikmat Allah — Setiap makanan halal adalah nikmat dari Allah, dan kita dianjurkan untuk mensyukurinya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?