Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3265 tentang Menyebut nama Allah sebelum makan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah dalil utama tentang anjuran membaca basmalah (menyebut nama Allah) sebelum makan. Ini adalah adab yang agung dan mudah, yang dengannya seorang muslim mengawali makanannya dengan nama Allah, memohon keberkahan, dan menjauhkan diri dari godaan setan. Hadits ini juga mengajarkan bahwa seorang anak kecil pun diajarkan adab ini, menunjukkan pentingnya pendidikan adab sejak dini.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda berikan):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ، قَالَ قَالَ لِيَ النَّبِيُّ ـ ﷺ ـ وَأَنَا آكُلُ " سَمِّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ "

Makna Ringkas: Dari Umar bin Abu Salamah, ia berkata, "Nabi ﷺ berkata kepadaku, ketika aku sedang makan: 'Sebutlah Nama Allah, Yang Maha Agung dan Maha Tinggi.'"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dengan lafaz yang lebih lengkap. Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Umar bin Abi Salamah radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

> "Aku pernah menjadi anak kecil yang berada di bawah asuhan Rasulullah ﷺ, dan tanganku berkeliaran di dalam piring (saat makan). Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: 'Wahai anak muda, sebutlah nama Allah (bacalah basmalah), makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari bagian piring yang dekat denganmu.'" (HR. Al-Bukhari no. 5376, dan Muslim no. 2022)

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan sahabat, tabi'in, dan imam-imam besar telah membahas adab makan ini. Di antaranya:

  1. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar dan Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa membaca basmalah sebelum makan adalah sunnah yang sangat dianjurkan menurut kesepakatan ulama (ijma').
  2. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) membahas secara panjang lebar tentang hukum membaca basmalah saat makan, serta pendapat para ulama mengenai kewajiban atau kesunnahannya.
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin dan kitab-kitab fiqihnya menjelaskan bahwa membaca basmalah adalah syarat untuk mendapatkan keberkahan makan, dan jika seseorang lupa, ia dianjurkan membaca "Bismillahi awwalahu wa akhirahu" (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya).

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

  1. Hukum Membaca Basmalah: Para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya. Pendapat yang paling kuat dan dianjurkan adalah sunnah (dianjurkan), bukan wajib. Ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama, termasuk Imam Asy-Syafi'i, Imam Malik, dan Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya. Namun, sebagian ulama, seperti Imam Ahmad dalam riwayat lain, berpendapat bahwa membaca basmalah saat makan adalah wajib berdasarkan perintah langsung Nabi ﷺ dalam hadits ini. Syaikh Al-Albani cenderung menguatkan pendapat yang menyatakan wajibnya membaca basmalah, namun dengan catatan, jika ditinggalkan karena lupa, maka tidak berdosa.
  2. Keberkahan Makan: Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Jami'ul Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa membaca basmalah adalah kunci keberkahan. Makanan yang dimulai dengan nama Allah akan membawa kebaikan, rasa cukup, dan dijauhkan dari keburukan. Sebaliknya, makanan yang tidak dimulai dengan nama Allah akan kehilangan keberkahan, dan setan ikut serta di dalamnya.
  3. Menjauhkan Setan: Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu, disebutkan bahwa ketika seseorang lupa membaca basmalah, setan ikut makan bersamanya. Ini menunjukkan bahwa membaca basmalah adalah bentuk perlindungan diri dari gangguan setan.
  4. Pendidikan Adab Sejak Dini: Hadits ini menunjukkan perhatian Nabi ﷺ terhadap pendidikan anak-anak. Umar bin Abi Salamah saat itu masih kecil, namun Nabi ﷺ langsung menegurnya dengan lembut dan mengajarkan adab makan. Ini menjadi pelajaran bagi para orang tua dan pendidik untuk mengajarkan adab-adab Islam kepada anak-anak sejak usia dini, dengan cara yang santun dan penuh kasih sayang.
  5. Adab Makan Lainnya: Dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim yang lebih lengkap, Nabi ﷺ juga mengajarkan untuk makan dengan tangan kanan dan mengambil makanan yang ada di dekatnya, bukan dari tengah piring. Ini menunjukkan bahwa Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk hal-hal yang dianggap sepele oleh sebagian orang.

Story Telling

Ada kisah indah tentang seorang ulama besar, Imam Ahmad bin Hanbal, yang sangat memperhatikan adab makan ini. Suatu ketika, beliau diundang untuk makan di sebuah jamuan. Ketika makanan dihidangkan, Imam Ahmad mengulurkan tangannya untuk mengambil makanan, namun tiba-tiba beliau menarik tangannya kembali. Beliau melakukan ini beberapa kali. Para hadirin heran dan bertanya, "Wahai Imam, mengapa engkau melakukan itu?"

Imam Ahmad menjawab, "Aku melihat ada seekor lalat yang hinggap di makanan itu. Aku khawatir jika aku mengambil makanan tersebut, aku akan ikut memakan lalat itu. Aku menunggu lalat itu pergi terlebih dahulu."

Kisah ini menunjukkan betapa telitinya para ulama dalam menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik, bahkan dalam hal yang sangat kecil sekalipun. Ini juga menunjukkan bahwa mereka sangat memperhatikan kebersihan dan kehati-hatian dalam makanan, yang merupakan bagian dari adab seorang muslim.

Kesimpulan Praktis

Berikut adalah poin-poin yang bisa kita amalkan:

  1. Biasakan membaca basmalah ("Bismillah") sebelum makan dan minum, dalam keadaan apapun.
  2. Ajarkan adab ini kepada anak-anak sejak dini, dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan kepada Umar bin Abi Salamah.
  3. Jika lupa membaca di awal, maka ketika ingat di tengah makan, bacalah: "Bismillahi awwalahu wa akhirahu" (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya). Ini berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi.
  4. Makanlah dengan tangan kanan dan ambil makanan yang ada di dekat kita, tidak mengambil dari tengah piring.
  5. Jadikan makan sebagai ibadah dengan selalu mengingat Allah, sehingga kita mendapatkan keberkahan dan pahala.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.