Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita adab makan yang sangat penting, yaitu membaca "Bismillah" sebelum makan. Jika lupa di awal, maka kita diajarkan untuk mengucapkan "Bismillahi fi awwalihi wa aakhirihi" (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya). Hadits ini juga menunjukkan bahwa keberkahan makanan bisa hilang ketika kita tidak menyebut nama Allah, dan bahwa setan ikut serta dalam makanan yang tidak dimulai dengan nama Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Makanan, Bab Menyebut Nama Allah Saat Makan, nomor 3264. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (no. 3767) dan Imam At-Tirmidzi (no. 1858) dari jalur yang berbeda.
Teks Hadits (sebagaimana yang Anda tulis):
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتَوَائِيِّ، عَنْ بُدَيْلِ بْنِ مَيْسَرَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ يَأْكُلُ طَعَامًا فِي سِتَّةِ نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَجَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَأَكَلَهُ بِلُقْمَتَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " أَمَا أَنَّهُ لَوْ كَانَ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ لَكَفَاكُمْ فَإِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ " .
Makna Ringkas: Aisyah radhiyallahu 'anha bercerita bahwa Rasulullah ﷺ makan bersama enam sahabatnya. Lalu datang seorang Badui (Arab pedalaman) dan menghabiskan makanan itu hanya dengan dua suapan. Maka Nabi ﷺ bersabda, "Ketahuilah, seandainya dia mengucapkan Bismillah, niscaya makanan itu cukup untuk kalian semua. Maka apabila salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia mengucapkan Bismillah. Jika ia lupa mengucapkannya di awal, maka hendaklah ia mengucapkan, 'Bismillahi fi awwalihi wa aakhirihi' (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya)."
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini dijelaskan oleh banyak ulama dari daftar rujukan kita. Di antaranya:
- Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar dan Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa membaca Bismillah sebelum makan adalah sunnah yang sangat ditekankan.
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (Syarah Shahih Al-Bukhari) membahas adab makan ini secara panjang lebar.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin dan Asy-Syarh Al-Mumti' menjelaskan hukum dan tata cara membaca Bismillah saat makan.
- Syaikh Abdul Aziz bin Baz juga sering menjelaskan adab ini dalam fatwa-fatwanya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
1. Keutamaan Membaca Bismillah Sebelum Makan
Membaca Bismillah sebelum makan adalah perintah langsung dari Nabi ﷺ. Ini adalah bentuk dzikir kepada Allah dan pengakuan bahwa segala nikmat, termasuk makanan, berasal dari Allah. Dengan menyebut nama Allah, kita memohon keberkahan dalam makanan tersebut.
2. Keberkahan Makanan dan Peran Setan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa ketika seseorang tidak menyebut nama Allah saat makan, maka setan ikut serta dalam makanan tersebut. Ini berdasarkan hadits lain yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika mereka makan bersama Nabi ﷺ, ada seorang anak yang tidak membaca Bismillah, maka Nabi ﷺ bersabda, "Setan menghalalkan makanan itu untuk dirinya." (HR. Muslim).
Dalam hadits yang kita bahas ini, si Badui tidak membaca Bismillah, sehingga makanan yang seharusnya cukup untuk tujuh orang (Nabi ﷺ dan enam sahabat) menjadi tidak berkah dan habis hanya oleh dua suapan orang tersebut. Ini menunjukkan bahwa keberkahan makanan bisa hilang karena tidak menyebut nama Allah.
3. Hukum Membaca Bismillah Saat Makan
Para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya:
- Pendapat pertama (wajib): Ini adalah pendapat sebagian ulama, di antaranya diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal dalam salah satu riwayat. Mereka berdalil dengan perintah langsung dalam hadits ini, "Hendaklah ia mengucapkan Bismillah." Hukum asal perintah adalah wajib.
- Pendapat kedua (sunnah mu'akkadah): Ini adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama, termasuk Imam Asy-Syafi'i, Imam Abu Hanifah, dan Imam Malik. Mereka berpendapat bahwa membaca Bismillah saat makan adalah sunnah yang sangat ditekankan, bukan wajib. Karena ada hadits lain yang menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah makan tanpa menyebut Bismillah karena lupa, dan beliau tidak menyuruh mengulang makanannya.
Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur, bahwa membaca Bismillah saat makan hukumnya sunnah mu'akkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Namun, meninggalkannya berarti kehilangan keutamaan dan keberkahan yang besar.
4. Tata Cara Mengganti Bismillah yang Terlupa
Jika seseorang lupa membaca Bismillah di awal makan, maka ketika ia ingat, ia mengucapkan:
بِسْمِ اللهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ
"Bismillahi fi awwalihi wa aakhirihi" (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya).
Ini adalah bentuk kasih sayang Allah dan kemudahan dari-Nya, bahwa lupa tidak membuat kita kehilangan keberkahan sepenuhnya, selama kita ingat dan menyebut nama Allah di tengah atau di akhir.
5. Adab Makan Bersama
Hadits ini juga mengajarkan adab bermuamalah saat makan bersama. Si Badui yang datang langsung makan tanpa izin dan tanpa membaca Bismillah adalah contoh perilaku yang tidak baik. Sebaiknya, ketika makan bersama, kita memperhatikan hak-hak orang lain, tidak serakah, dan selalu memulai dengan dzikir kepada Allah.
Story Telling
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar meriwayatkan dari sahabat Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:
> "Apabila kami makan bersama Rasulullah ﷺ, kami tidak meletakkan tangan kami (untuk mengambil makanan) sebelum Rasulullah ﷺ meletakkan tangannya. Suatu ketika kami makan bersama beliau, datanglah seorang anak kecil. Hampir saja tangannya meraih makanan, maka Rasulullah ﷺ memegang tangannya. Lalu datanglah seorang Badui, hampir saja tangannya meraih makanan, maka Rasulullah ﷺ juga memegang tangannya. Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya setan menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah padanya. Dan sungguh, ia (setan) datang dengan membawa anak ini untuk menghalalkan makanan dengannya, maka aku pegang tangannya. Lalu datang dengan membawa Badui ini untuk menghalalkan makanan dengannya, maka aku pegang tangannya. Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan itu berada di tanganku bersama tangan mereka berdua.'" (HR. Muslim)
Hikmah dari kisah ini: Setan sangat senang ketika manusia lalai menyebut nama Allah. Makanan yang tidak dimulai dengan Bismillah menjadi ladang bagi setan untuk ikut serta. Namun, ketika kita membaca Bismillah, setan akan menjauh dan makanan menjadi berkah.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan membaca Bismillah sebelum makan dan sebelum minum, karena ini adalah perintah Nabi ﷺ dan kunci keberkahan.
- Jika lupa di awal, maka ucapkanlah "Bismillahi fi awwalihi wa aakhirihi" (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya) ketika teringat.
- Jangan serakah saat makan bersama, karena makanan yang berkah adalah yang cukup untuk semua, dan keberkahan itu datang dari ketaatan kepada Allah.
- Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak, karena ini adalah bagian dari pendidikan Islam yang penting.
- Yakini bahwa setan ikut serta dalam makanan yang tidak disebut nama Allah, sehingga kita semakin semangat untuk selalu berdzikir.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.