Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memilih untuk tidak makan dalam keadaan bersandar (mutakki'), sebagai bentuk adab dan kesederhanaan. Ini adalah bagian dari petunjuk beliau dalam hal makanan, yang mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dan selalu dalam keadaan yang penuh rasa butuh kepada Allah, bukan dalam keadaan sombong atau santai berlebihan. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah adab yang dianjurkan, dan tidak sampai pada derajat larangan yang tegas (haram).
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda sertakan) adalah:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ مِسْعَرٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الأَقْمَرِ، عَنْ أَبِي جُحَيْفَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ قَالَ " لاَ آكُلُ مُتَّكِئًا "
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 5398) dari sahabat Abu Juhaifah Wahb bin 'Abdillah As-Suwa'i radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Ulama:
- Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Zaad al-Ma'aad (2/220-221) menjelaskan secara panjang lebar tentang makna mutakki'. Beliau menyebutkan bahwa ada beberapa pendapat tentang makna mutakki', namun yang paling kuat adalah duduk bersandar pada sesuatu (seperti bantal atau sandaran) dengan cara yang menunjukkan sikap sombong atau terlalu santai.
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath al-Bari (9/541) menukil perkataan para ulama bahwa makna mutakki' di sini adalah duduk dengan bersandar pada sesuatu, dan ini adalah bentuk yang dibenci karena menyerupai sikap orang-orang yang sombong.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin (4/178) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya makan sambil berdiri atau duduk tanpa bersandar, dan yang terpenting adalah tidak dalam keadaan mutakki' yang bermakna bersandar dengan cara yang berlebihan.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini adalah bagian dari bimbingan Nabi ﷺ dalam hal adab makan. Beliau ﷺ bersabda, "Aku tidak makan dalam keadaan mutakki'." Kata mutakki' memiliki beberapa penafsiran dari para ulama, namun intinya adalah duduk dengan bersandar pada sesuatu.
Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'aad menyebutkan bahwa ada tiga pendapat utama tentang makna mutakki':
- Duduk bersandar pada sesuatu (seperti bantal atau sandaran) dengan cara yang nyaman dan santai.
- Duduk dengan kaki bersilang atau duduk seperti orang yang sedang bersantai-santai.
- Duduk dengan condong ke salah satu sisi tubuh.
Namun, pendapat yang paling kuat adalah pendapat pertama, yaitu duduk bersandar pada sesuatu. Ini karena dalam riwayat lain, Nabi ﷺ pernah makan sambil duduk bersila, dan beliau tidak melarangnya. Yang beliau hindari adalah makan dalam keadaan bersandar dengan cara yang menunjukkan sikap sombong atau terlalu berlebihan dalam menikmati makanan.
Hikmah dari hadits ini adalah:
- Menghindari sikap sombong: Makan sambil bersandar bisa menjadi simbol dari orang yang merasa dirinya besar dan berkuasa, seolah-olah dia dilayani. Nabi ﷺ ingin mengajarkan kita untuk selalu rendah hati, bahkan dalam hal makan sekalipun.
- Menjaga kesederhanaan: Makan sambil duduk dengan tenang tanpa bersandar menunjukkan sikap sederhana dan tidak berlebihan dalam menikmati dunia.
- Mengingat kebutuhan kepada Allah: Dengan duduk yang sederhana, seorang hamba lebih merasakan bahwa makanan adalah nikmat dari Allah yang harus disyukuri, bukan sesuatu yang membuatnya sombong.
Syaikh Al-Utsaimin menambahkan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya makan sambil berdiri, karena Nabi ﷺ hanya melarang mutakki', bukan melarang makan sambil berdiri. Bahkan, beliau ﷺ pernah minum sambil berdiri dalam beberapa riwayat. Namun, yang paling utama adalah makan sambil duduk, karena itu lebih dekat kepada sikap tawadhu' (rendah hati).
Catatan penting: Para ulama sepakat bahwa makan sambil bersandar tidaklah haram, tetapi makruh (dibenci) karena bertentangan dengan adab Nabi ﷺ. Ini adalah bentuk kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, agar mereka tidak terbiasa dengan gaya hidup yang berlebihan dan sombong.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat memperhatikan adab-adab makan ini. Beliau pernah ditanya tentang makan sambil bersandar, maka beliau menjawab, "Aku tidak suka hal itu, karena Nabi ﷺ bersabda, 'Aku tidak makan dalam keadaan mutakki'.' Beliau sangat berhati-hati dalam mengikuti sunnah, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun.
Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan detail-detail sunnah, karena mereka memahami bahwa setiap perilaku Nabi ﷺ adalah teladan yang sempurna. Mereka tidak menganggap remeh adab-adab kecil, karena semua itu adalah bagian dari syariat yang mulia.
Kesimpulan Praktis
- Hendaknya kita makan sambil duduk dengan tenang, tidak bersandar pada bantal atau sandaran dengan cara yang berlebihan.
- Hindari makan dalam keadaan bersandar yang menunjukkan sikap sombong atau terlalu santai, karena itu bertentangan dengan adab Nabi ﷺ.
- Boleh makan sambil berdiri jika ada kebutuhan, karena tidak ada larangan tegas dalam hal ini.
- Jadikan setiap aktivitas, termasuk makan, sebagai ibadah dengan mengikuti sunnah dan menjaga adab.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.