Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah ajaran mulia dari Nabi ﷺ yang berisi tiga wasiat agung: menebarkan salam, memberi makan, dan menjalin persaudaraan. Ketiga amalan ini adalah kunci untuk menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang di antara sesama Muslim. Hadits ini mengajarkan bahwa Islam sangat memperhatikan hubungan sosial dan persatuan umat, bukan hanya ibadah individual.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Makanan, Bab Memberi Makan, nomor 3252. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, dan Imam Ad-Darimi dalam Sunan-nya, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu.
Teks Arab Hadits:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الأَزْدِيُّ، حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، قَالَ سُلَيْمَانُ بْنُ مُوسَى حُدِّثْنَا عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، كَانَ يَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ ﷺ ـ قَالَ " أَفْشُوا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَكُونُوا إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ "
Terjemahan: "Sebarkanlah salam, berikanlah makanan, dan jadilah kalian bersaudara sebagaimana yang diperintahkan Allah, Yang Maha Perkasa dan Maha Agung."
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Hujurat [49]: 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
Ayat ini menegaskan bahwa seluruh kaum mukminin adalah bersaudara, dan hadits ini adalah penjelasan praktis bagaimana mewujudkan persaudaraan tersebut.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung tiga perintah penting yang saling berkaitan:
1. Perintah Menebarkan Salam (Afsyus Salam)
Perintah ini bermakna menyebarkan salam secara luas kepada sesama Muslim, baik yang dikenal maupun tidak. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa menebarkan salam adalah salah satu sebab tumbuhnya rasa cinta dan kasih sayang di antara sesama. Beliau berkata: "Salam adalah penghubung hati, ia adalah sebab timbulnya kecintaan, dan kecintaan adalah sebab keimanan yang sempurna."
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa menyebarkan salam hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), dan menjawabnya adalah fardhu kifayah. Beliau juga menukil ijma' ulama bahwa menyebarkan salam kepada sesama Muslim adalah amalan yang sangat dianjurkan.
2. Perintah Memberi Makan (Ath'imu ath-Tha'am)
Memberi makan di sini mencakup memberi makan kepada keluarga, tetangga, tamu, dan terutama kepada orang yang membutuhkan. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa memberi makan adalah salah satu bentuk amal shalih yang paling utama, karena di dalamnya terdapat manfaat langsung bagi sesama dan menumbuhkan rasa solidaritas.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa memberi makan kepada orang lain adalah salah satu sebab masuk surga, sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits. Beliau juga menekankan bahwa memberi makan tidak harus dengan makanan yang mewah, tetapi yang penting adalah keikhlasan dan manfaatnya bagi yang menerima.
3. Perintah Menjadi Bersaudara (Kunu Ikhwanan)
Perintah ini bermakna hendaknya kaum Muslimin saling mengasihi, menyayangi, dan menolong sebagaimana layaknya saudara kandung. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa persaudaraan dalam Islam bukan sekadar ucapan, tetapi harus dibuktikan dengan sikap saling menasihati, saling membantu dalam kebaikan, dan saling mendoakan.
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya atas QS. Al-Hujurat ayat 10 menjelaskan bahwa Allah menjadikan ikatan iman sebagai ikatan persaudaraan yang paling kuat, melebihi ikatan nasab dan darah. Maka seorang mukmin harus memperlakukan saudaranya sesama mukmin sebagaimana ia memperlakukan dirinya sendiri.
Kaitan Antara Ketiganya:
Para ulama menjelaskan bahwa ketiga perintah ini saling berkaitan. Menebarkan salam akan melahirkan rasa dekat dan akrab. Memberi makan akan menumbuhkan rasa kasih dan perhatian. Keduanya akan mengantarkan pada terwujudnya persaudaraan yang tulus. Inilah yang dimaksud dalam hadits lain: "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)
Story Telling
Diriwayatkan bahwa sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu sangat bersemangat dalam mengamalkan hadits ini. Beliau dikenal sebagai pribadi yang suka menebarkan salam kepada siapa saja yang dijumpainya, bahkan kepada anak-anak kecil sekalipun. Suatu hari beliau pergi ke pasar, padahal beliau tidak berniaga. Beliau hanya berjalan dan mengucapkan salam kepada setiap orang yang ditemuinya. Ketika ditanya mengapa melakukan itu, beliau menjawab: "Aku hanya ingin menyebarkan salam, sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah ﷺ."
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat bersemangat dalam mengamalkan sunnah Nabi ﷺ, sekecil apa pun amalan tersebut. Mereka memahami bahwa menebarkan salam adalah amalan yang ringan di lisan tetapi berat di timbangan, dan menjadi sebab tumbuhnya kecintaan di antara sesama.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan mengucapkan salam kepada sesama Muslim, baik yang dikenal maupun tidak, karena ini adalah sunnah yang ringan namun besar pahalanya.
- Gemar memberi makan, terutama kepada keluarga, tetangga, tamu, dan orang yang membutuhkan. Tidak perlu yang mewah, yang penting ikhlas dan bermanfaat.
- Jaga persaudaraan Islam dengan saling mengasihi, menolong, dan mendoakan sesama Muslim.
- Mulailah dari hal kecil: ucapkan salam saat masuk rumah, saat bertemu teman, dan saat bertemu tetangga. Berikan makanan kepada orang di sekitar kita.
- Jadikan tiga amalan ini sebagai gaya hidup, bukan sekadar teori, karena inilah cara Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk membangun masyarakat yang harmonis dan penuh kasih sayang.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.