Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab penting saat bersuci (istinja'): ketika berkemih, kita dilarang menyentuh kemaluan dan membersihkan diri (istinja') dengan tangan kanan. Tangan kanan dimuliakan dalam Islam untuk hal-hal yang baik, sedangkan tangan kiri digunakan untuk hal-hal yang menjijikkan. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap tangan kanan dan menjaga kebersihan serta adab.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, Kitab Thaharah, Bab Kebencian Menyentuh Kemaluan dengan Tangan Kanan dan Membersihkan Diri dengan Tangan Kanan (no. 310). Perawi sahabat: Abu Qatadah al-Anshari (radhiyallahu 'anhu).
Teks hadits (Arab berharakat):
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ حَبِيبِ بْنِ أَبِي الْعِشْرِينَ، حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي قَتَادَةَ، أَخْبَرَنِي أَبِي أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «إِذَا بَالَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ وَلَا يَسْتَنْجِ بِيَمِينِهِ».
Terjemahan:
"Apabila salah seorang dari kalian berkemih, maka janganlah ia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanannya dan janganlah ia beristinja' (membersihkan diri) dengan tangan kanannya."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Qatadah dengan lafaz yang semakna, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim. Al-Albani menilai hadits ini shahih dalam Shahih Sunan Ibnu Majah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung larangan (nahi) yang bersifat tanzih (makruh) menurut jumhur ulama, dan sebagian ulama menganggapnya haram jika dilakukan tanpa uzur. Namun pendapat yang paling kuat adalah makruh, karena larangan di sini tidak menunjukkan pengharaman mutlak, tetapi lebih kepada adab dan penghormatan.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa larangan ini adalah bentuk adab dan penghormatan terhadap tangan kanan. Tangan kanan digunakan untuk hal-hal yang baik seperti makan, minum, bersalaman, menulis, dan sebagainya. Sedangkan tangan kiri digunakan untuk hal-hal yang kotor seperti istinja', membersihkan hidung, dan sebagainya.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa larangan ini mencakup:
- Menyentuh kemaluan dengan tangan kanan saat berkemih.
- Beristinja' (membersihkan diri) dengan tangan kanan.
Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama membolehkan jika ada uzur, seperti tangan kanan sakit atau lumpuh, karena larangan ini bukan larangan yang bersifat ta'abbudi murni, tetapi lebih kepada menjaga kehormatan tangan kanan.
Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ sangat menjaga kebersihan dan adab dalam bersuci. Beliau mengajarkan umatnya untuk tidak menggunakan tangan kanan dalam istinja', karena tangan kanan adalah alat untuk melakukan kebaikan. Ini adalah bentuk tarbiyah (pendidikan) dari Nabi ﷺ agar umatnya memiliki rasa malu dan menjaga kehormatan anggota tubuh yang mulia.
Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menegaskan bahwa larangan ini adalah adab syar'i yang harus dijaga. Beliau juga menyebutkan bahwa jika seseorang lupa atau tidak sengaja, maka tidak ada dosa baginya, tetapi hendaknya ia berusaha untuk tidak mengulanginya.
Perbedaan pendapat:
- Jumhur ulama (Malikiyah, Syafi'iyah, Hanabilah) berpendapat bahwa larangan ini bersifat makruh tanzih, bukan haram.
- Sebagian ulama Hanafiyah berpendapat bahwa larangan ini bisa sampai haram jika dilakukan dengan sengaja tanpa uzur.
- Pendapat yang paling kuat adalah makruh, karena tidak ada dalil yang tegas menunjukkan pengharaman, dan larangan ini lebih kepada adab. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar, dan Syeikh al-Utsaimin.
Story Telling
Diriwayatkan oleh Abu Qatadah al-Anshari (radhiyallahu 'anhu), bahwa suatu ketika Nabi ﷺ sedang dalam perjalanan bersama para sahabat. Beliau berhenti untuk buang hajat, dan para sahabat melihat bagaimana Nabi ﷺ sangat menjaga adab dalam bersuci. Beliau tidak menggunakan tangan kanan untuk istinja', tetapi menggunakan tangan kiri. Para sahabat kemudian bertanya tentang hal ini, dan Nabi ﷺ pun mengajarkan hadits ini kepada mereka.
Hikmah: Nabi ﷺ adalah teladan terbaik dalam segala hal, termasuk dalam adab-adab yang tampak kecil. Beliau mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan adab dan kebersihan. Tangan kanan adalah simbol kebaikan, dan kita harus menjaganya dari hal-hal yang kotor.
Kesimpulan Praktis
- Jangan menyentuh kemaluan dengan tangan kanan saat berkemih, kecuali ada uzur seperti sakit.
- Jangan beristinja' (membersihkan diri) dengan tangan kanan, gunakan tangan kiri.
- Gunakan tangan kanan untuk hal-hal yang baik seperti makan, minum, bersalaman, dan menulis.
- Gunakan tangan kiri untuk hal-hal yang kotor seperti istinja', membersihkan hidung, dan membersihkan kotoran.
- Jika lupa atau tidak sengaja, tidak ada dosa, tetapi hendaknya berusaha untuk tidak mengulanginya.
- Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak sejak dini, karena ini adalah bagian dari pendidikan Islam.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.