Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 3014 tentang Keutamaan Hari Arafah dan pembebasan dari neraka

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa Hari Arafah (9 Dzulhijjah). Di hari itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala membebaskan lebih banyak hamba-Nya dari api neraka dibandingkan hari-hari lainnya. Sebagai wujud kemuliaan tersebut, Allah mendekat kepada para hamba-Nya yang sedang wukuf, lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat seraya bertanya, "Apa yang diinginkan oleh orang-orang ini?" Ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi kaum muslimin, terutama yang sedang melaksanakan wukuf, dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk memperbanyak doa, dzikir, dan taubat di hari yang agung ini.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Manasik, Bab Doa di Arafah, no. 3014. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Hajj, Bab Fadhlu Yaumil 'Arafah, no. 1348, dari jalur Makhramah bin Bukair, dari ayahnya, dari Yunus bin Yusuf, dari Sa'id bin al-Musayyib, dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha.

Berikut teks hadits dalam bahasa Arab beserta artinya:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ؟

Artinya: "Tidak ada hari yang paling banyak Allah membebaskan seorang hamba dari neraka melebihi Hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat, lalu membanggakan mereka (para hamba yang wukuf) di hadapan para malaikat, seraya berfirman: 'Apa yang diinginkan oleh orang-orang ini?'"

Dalil lain yang menguatkan keutamaan hari Arafah adalah firman Allah dalam Al-Qur'an tentang penyempurnaan agama pada hari tersebut. Allah berfirman:

اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِيْنًا

Artinya: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu." (QS. Al-Ma'idah [5]: 3). Ayat ini turun pada Hari Arafah, sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu (HR. Bukhari dan Muslim).

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Keutamaan Hari Arafah dalam Pembebasan dari Neraka

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Hari Arafah yang sangat agung. Di hari itu, Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka lebih banyak daripada hari-hari lainnya. Ini adalah rahmat dan karunia Allah yang khusus diberikan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ di hari yang mulia ini.

2. Makna "Allah Mendekat"

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa makna "Allah mendekat" (al-dunuww) di sini adalah kedekatan yang sesuai dengan keagungan Allah, tidak sama dengan kedekatan makhluk secara fisik. Ini termasuk perkara ghaib yang wajib kita imani sebagaimana adanya, tanpa menanyakan bagaimana caranya (bila kaifa), tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk (tamtsil), dan tanpa menolak maknanya (ta'thil). Para ulama Ahlus Sunnah menetapkan sifat kedekatan ini bagi Allah sebagaimana yang Dia kabarkan dalam Al-Qur'an dan hadits shahih, dalam arti yang layak bagi keagungan-Nya.

3. Makna "Membanggakan Mereka di Hadapan Malaikat"

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang wukuf di Arafah di hadapan para malaikat sebagai bentuk kemuliaan dan penghormatan kepada mereka. Para malaikat adalah makhluk yang selalu taat, namun Allah tetap membanggakan hamba-hamba yang berdosa namun bertaubat dan kembali kepada-Nya di hari yang mulia ini. Ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

4. Makna Pertanyaan "Apa yang Diinginkan Orang-Orang Ini?"

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa pertanyaan ini adalah pertanyaan yang menunjukkan kemuliaan dan perhatian Allah kepada mereka. Allah mengetahui apa yang mereka inginkan, namun pertanyaan ini ditujukan kepada para malaikat untuk menunjukkan keutamaan para hamba yang sedang berdoa dan berharap kepada-Nya. Mereka datang dari berbagai penjuru bumi, meninggalkan keluarga dan harta, semata-mata mengharap ampunan dan rahmat Allah.

5. Pelajaran tentang Ikhlas dan Harapan

Hadits ini mengajarkan bahwa doa dan ibadah di Hari Arafah memiliki keistimewaan tersendiri. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hari Arafah adalah hari yang paling utama untuk berdoa. Oleh karena itu, bagi yang sedang berhaji, hendaknya memperbanyak doa dan dzikir di Padang Arafah. Bagi yang tidak berhaji, disunnahkan berpuasa Arafah dan memperbanyak doa di hari tersebut, karena keutamaannya juga besar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'id bin al-Musayyib rahimahullah, salah seorang ulama tabi'in yang meriwayatkan hadits ini dari 'Aisyah, adalah seorang yang sangat memahami keutamaan hari Arafah. Beliau dikenal sebagai Sayyidut Tabi'in (pemimpin para tabi'in) di zamannya karena ilmunya yang mendalam dan ibadahnya yang khusyuk.

Suatu ketika, beliau ditanya tentang doa di Hari Arafah. Beliau menjawab dengan penuh keyakinan, "Demi Allah, tidaklah seorang hamba berdoa di Arafah dengan doa yang lebih utama daripada doa memohon ampunan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat." Ini menunjukkan bahwa para salaf sangat memahami momentum agung ini dan memanfaatkannya sebaik-baiknya untuk bermunajat kepada Allah.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kita hendaknya tidak menyia-nyiakan Hari Arafah, baik yang sedang berhaji maupun yang tidak. Perbanyaklah doa, istighfar, dan taubat di hari yang mulia ini, karena Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari neraka di hari tersebut.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa amalan yang bisa kita lakukan terkait keutamaan Hari Arafah:

  1. Bagi yang sedang berhaji: Perbanyak doa, dzikir, talbiyah, dan taubat selama wukuf di Arafah. Ini adalah puncak ibadah haji.
  2. Bagi yang tidak berhaji: Disunnahkan berpuasa Arafah (9 Dzulhijjah) karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim).
  3. Perbanyak doa di Hari Arafah, terutama doa ampunan, kesejahteraan, dan kebaikan dunia akhirat.
  4. Perbanyak istighfar dan taubat, karena Hari Arafah adalah hari pembebasan dari api neraka.
  5. Jangan sia-siakan momentum ini, meskipun kita tidak berada di Padang Arafah, karena rahmat Allah meliputi seluruh hamba-Nya yang beriman di hari yang mulia ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?