Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 2995 tentang Umrah Ramadan setara pahala haji

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar umrah yang dikerjakan di bulan Ramadan. Pahalanya disetarakan dengan pahala ibadah haji, meskipun secara hukum, umrah di bulan Ramadan tidak menggugurkan kewajiban haji bagi yang belum menunaikannya. Ini adalah kemuliaan dan karunia dari Allah yang sangat besar bagi umat Nabi Muhammad ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah ﷻ berfirman tentang kemuliaan bulan Ramadan dan pelipatgandaan pahala:

QS. Al-Baqarah [2]: 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)."

Ayat ini menegaskan keagungan bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah, yang menjadi latar belakang mengapa amalan di dalamnya, termasuk umrah, dilipatgandakan pahalanya.

2. Hadits Terkait:

Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Manasik, Bab Umrah di Bulan Ramadan, no. 2995, dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 1863) dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, dengan lafaz:

عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حِجَّةً

"Umrah di bulan Ramadan setara dengan haji."

3. Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf menjelaskan makna hadits ini. Di antaranya:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa pahala umrah di bulan Ramadan menyamai pahala haji dalam hal pahala, bukan dalam hal menggugurkan kewajiban haji.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul-Bari juga menegaskan hal yang sama, bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan pahala, bukan berarti umrah tersebut sah menggantikan haji wajib.

Penjelasan Rinci

Para ulama Ahlus Sunnah memahami hadits ini dengan pemahaman yang lurus dan tidak berlebihan. Berikut poin-poin pentingnya:

  1. Makna "Setara dengan Haji": Yang dimaksud adalah setara dalam pahala, bukan dalam hukum. Ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ bahwa seorang muslim yang berumrah di bulan Ramadan akan mendapatkan pahala yang sangat besar, seperti pahala haji. Namun, ini tidak berarti kewajiban haji menjadi gugur. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa pahala yang disebutkan dalam hadits ini adalah pahala yang berlipat ganda, namun tetap tidak menggantikan kewajiban haji.
  2. Keutamaan Khusus Bulan Ramadan: Bulan Ramadan adalah bulan yang agung. Semua amalan kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa bulan Ramadan adalah bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Oleh karena itu, ibadah di dalamnya memiliki nilai yang sangat istimewa di sisi Allah.
  3. Pendapat Ulama tentang Hukum Umrah di Bulan Ramadan:
  • Jumhur (mayoritas) ulama dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah, dan Hanabilah berpendapat bahwa umrah di bulan Ramadan adalah sunnah dan sangat dianjurkan karena keutamaannya yang besar.
  • Tidak ada seorang ulama pun yang mengatakan bahwa umrah di bulan Ramadan menggugurkan kewajiban haji. Ini adalah kesepakatan para ulama.
  1. Hikmah di Balik Hadits: Hadits ini adalah bentuk kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya. Bagi yang tidak mampu menunaikan haji, Allah memberikan jalan untuk mendapatkan pahala yang serupa melalui umrah di bulan Ramadan. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa para sahabat sangat bersemangat untuk beribadah di bulan Ramadan. Suatu ketika, ada seorang sahabat yang bertanya kepada Nabi ﷺ tentang amalan yang paling utama. Maka Nabi ﷺ menjawab dengan sabdanya tentang umrah di bulan Ramadan ini.

Kisah ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mudah. Allah tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuan mereka. Bagi yang tidak mampu pergi haji karena jauhnya jarak atau sulitnya biaya, maka umrah di bulan Ramadan menjadi pintu pahala yang agung. Ini adalah rahmat dan karunia Allah yang tiada tara.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah untuk berumrah di bulan Ramadan jika memiliki kemampuan, karena pahalanya setara dengan haji.
  2. Pahami bahwa ini tidak menggugurkan kewajiban haji bagi yang belum pernah menunaikannya. Haji tetap wajib jika mampu.
  3. Jangan berlebihan (ghuluw) dalam memahami hadits ini, seperti menganggap umrah di bulan Ramadan lebih utama dari haji wajib. Ini adalah pemahaman yang keliru.
  4. Perbanyak amalan kebaikan di bulan Ramadan secara umum, karena semua amalan dilipatgandakan pahalanya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?