Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 2992 tentang Keutamaan umrah di bulan Ramadan setara haji

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar umrah di bulan Ramadan, yaitu pahalanya menyamai pahala haji. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah kesetaraan dalam pahala, bukan menggantikan kewajiban haji. Ini adalah bentuk karunia Allah yang luas bagi umat Nabi Muhammad ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Manasik, Bab Umrah di Bulan Ramadan, dari sahabat Harim bin Khanbash radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حِجَّةً

Terjemahan: "Umrah di bulan Ramadan setara dengan haji."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma dengan lafaz yang semakna. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa maknanya adalah umrah di bulan Ramadan memiliki pahala yang sangat besar, menyamai pahala haji. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami kesetaraan ini dalam hal pahala, bukan dalam hal menggugurkan kewajiban haji.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan keutamaan khusus umrah di bulan Ramadan. Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud "setara dengan haji" adalah dalam hal pahala dan keutamaan, bukan berarti umrah tersebut menggantikan haji yang wajib. Ini dikuatkan oleh riwayat lain dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda kepada seorang wanita Anshar: "Jika datang Ramadan, lakukanlah umrah, karena umrah di bulan Ramadan setara dengan haji." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan beberapa pendapat ulama: ada yang memahami kesetaraan ini secara umum, ada yang memahami khusus bagi orang yang tidak mampu berhaji, dan ada yang memahami sebagai keutamaan pahala saja. Pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa kesetaraan ini berlaku umum dalam hal pahala, namun tidak menggugurkan kewajiban haji bagi yang mampu. Ini sejalan dengan kaidah bahwa amal sunnah tidak menggantikan amal wajib.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan luasnya karunia Allah, di mana amal yang ringan bisa mendapatkan pahala yang besar. Beliau juga menegaskan bahwa umrah di bulan Ramadan tetap memiliki keutamaan meskipun dilakukan berkali-kali, namun tidak boleh diyakini sebagai pengganti haji.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dan Ishaq bin Rahuyah rahimahullah berpendapat bahwa umrah di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar, dan ini adalah pendapat yang dipegang oleh Ahlus Sunnah. Adapun perbedaan pendapat tentang apakah pahala ini berlaku bagi orang yang sudah berhaji atau belum, maka pendapat yang paling kuat adalah berlaku umum, berdasarkan keumuman lafaz hadits.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma pernah ditanya tentang umrah di bulan Ramadan. Beliau menjawab bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Umrah di bulan Ramadan setara dengan haji." Ketika ditanya lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa ini adalah keutamaan dari Allah yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ. Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat memperhatikan hadits-hadits tentang keutamaan amal, dan mereka menyampaikannya dengan penuh amanah.

Kesimpulan Praktis

  1. Umrah di bulan Ramadan memiliki pahala yang sangat besar, menyamai pahala haji.
  2. Kesetaraan ini dalam hal pahala, bukan menggantikan kewajiban haji.
  3. Manfaatkan kesempatan Ramadan untuk berumrah jika mampu, karena ini adalah karunia besar dari Allah.
  4. Jangan meyakini bahwa umrah Ramadan menggugurkan kewajiban haji bagi yang belum berhaji.
  5. Perbanyak amal saleh di bulan Ramadan, termasuk umrah, dengan niat ikhlas karena Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?