Bab Wanita Haid Mengganti Manasik Kecuali Thawaf
Shahih oleh Darussalam
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, waaliyyu ibnu muhammadin, qala haddatsana sufyanu ibnu uyaynaha, an abdi arrahmani ibni alqasimi, an abihi, an aisyaha, qalat kharajna maa rasuli allahi la nara ila alhajja falamma kunna bisarifa aw qariban min sarifa hidhtu fadakhala alaa rasulu allahi waana abki faqala malaki anafisti ". qultu naam. qala " inna hadza amrun katabahu allahu ala ibanati adama faqdhi almanasika kullaha ghayra an la tathufi bialbayti ". qalat wadhahha rasulu allahi an nisaihi bialbaqari.
Diriwayatkan bahwa Aisyah berkata: "Kami keluar bersama Rasulullah ﷺ, hanya berniat untuk melaksanakan Haji. Ketika kami berada di Sarif atau dekat Sarif, haidku datang. Rasulullah ﷺ masuk menemuiku ketika aku sedang menangis. Beliau berkata: 'Apa yang terjadi denganmu? Apakah haidmu datang?' Aku menjawab: 'Ya.' Beliau berkata: 'Ini adalah sesuatu yang telah ditentukan Allah untuk putri-putri Adam. Laksanakan semua manasik, tetapi jangan thawaf di sekitar rumah.'" Dia berkata: "Dan Rasulullah ﷺ menyembelih seekor sapi untuk istri-istrinya."