Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita sebuah doa perlindungan yang sangat penting ketika hendak masuk ke toilet (temang buang hajat). Rasulullah ﷺ memberitahukan bahwa tempat-tempat seperti ini adalah tempat yang dihadiri oleh setan, baik yang jantan maupun betina. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk berlindung kepada Allah dari gangguan mereka dengan doa khusus yang diajarkan oleh beliau.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:
Teks Arab hadits (sesuai yang Anda berikan):
<p>عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ "</p>
Terjemahan: Dari Zaid bin Arqam, ia berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh setan). Maka jika salah seorang dari kalian masuk (ke dalamnya), hendaklah ia mengucapkan: Allahumma inni a'udzu bika minal khubutsi wal khaba'its (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan).'"
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu dengan lafaz yang serupa. Imam Al-Bukhari meriwayatkannya dalam Kitab Al-Wudhu, Bab Ma Yaqulu 'Inda Al-Khala', dan Imam Muslim dalam Kitab Ath-Thaharah.
Penjelasan Ulama tentang Makna Hadits:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "al-husysy" (الحشوش) adalah tempat-tempat buang hajat. Adapun "muhdharah" (محضرة) artinya tempat tersebut dihadiri oleh setan-setan. Beliau juga menjelaskan bahwa "al-khubutsu" (الخبث) adalah setan-setan laki-laki, dan "al-khaba'itsu" (الخبائث) adalah setan-setan perempuan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hikmah dari doa ini adalah karena tempat buang hajat adalah tempat yang kotor dan menjadi tempat berkumpulnya setan, sehingga kita diperintahkan untuk berlindung kepada Allah sebelum memasukinya.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
1. Keutamaan Doa Sebelum Masuk Toilet
Hadits ini menunjukkan bahwa masuk ke toilet bukanlah perkara sepele. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, termasuk saat hendak memasuki tempat yang kotor sekalipun. Ini menunjukkan kesempurnaan syariat Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan.
2. Makna "Dihadiri Setan"
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa setan-setan berkumpul di tempat-tempat kotor dan tempat pembuangan kotoran manusia. Oleh karena itu, tempat tersebut menjadi tempat yang berbahaya bagi manusia dari gangguan setan.
3. Hukum Membaca Doa Ini
Para ulama sepakat bahwa membaca doa ini adalah sunnah yang dianjurkan (mustahab) ketika hendak masuk toilet. Ini berdasarkan perintah Nabi ﷺ dalam hadits ini. Adapun jika seseorang lupa membacanya, maka tidak ada dosa baginya, namun ia kehilangan keutamaan perlindungan dari gangguan setan.
4. Waktu Membaca Doa
Mayoritas ulama berpendapat bahwa doa ini dibaca sebelum masuk ke toilet, yaitu ketika seseorang hendak melangkahkan kakinya untuk masuk. Ini berdasarkan zhahir hadits: "Jika salah seorang dari kalian masuk, hendaklah ia mengucapkan..." (فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ).
5. Hikmah Perlindungan dari Setan
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa berlindung kepada Allah dari setan laki-laki dan perempuan adalah bentuk pengakuan kelemahan diri di hadapan Allah dan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu melindungi hamba-Nya dari segala gangguan.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
"Adalah Nabi ﷺ apabila hendak masuk ke toilet, beliau mengucapkan: 'Allahumma inni a'udzu bika minal khubutsi wal khaba'its' (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan)." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kisah ini menunjukkan betapa mulianya akhlak Nabi ﷺ yang selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, bahkan dalam keadaan yang paling pribadi sekalipun. Ini mengajarkan kita bahwa seorang mukmin sejati adalah yang hatinya selalu terikat dengan Allah, tidak pernah lalai dari mengingat-Nya dalam keadaan apapun.
Kesimpulan Praktis
- Hafalkan doa masuk toilet dan biasakan membacanya setiap kali hendak masuk, baik di rumah maupun di tempat lain.
- Baca doa sebelum melangkah masuk ke toilet, bukan setelah berada di dalamnya.
- Yakini bahwa doa ini adalah bentuk perlindungan dari gangguan setan yang berkumpul di tempat-tempat kotor.
- Ajarkan doa ini kepada keluarga dan anak-anak agar mereka terbiasa dengan dzikir dalam setiap keadaan.
- Jadikan dzikir sebagai gaya hidup, bukan hanya saat shalat atau pengajian, tetapi dalam seluruh aktivitas sehari-hari.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.