Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa QS. Al-Hajj [22]: 19-24 turun berkenaan dengan enam orang yang terlibat dalam duel (pertarungan satu lawan satu) di awal Perang Badar. Mereka adalah tiga pahlawan Muslim (Hamzah, Ali, dan Ubaidah) melawan tiga pemuka Quraisy (Utbah, Syaibah, dan Walid). Ayat ini menggambarkan dua golongan yang saling berselisih tentang Tuhan mereka, dan Allah menegaskan bahwa Dia akan memberikan balasan yang setimpal kepada masing-masing golongan.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Al-Hajj [22]: 19-24. Berikut teks Arab untuk ayat 19-20 yang relevan:
هٰذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوْا فِيْ رَبِّهِمْ ۚ فَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّنْ نَّارٍ ۗ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوْسِهِمُ الْحَمِيْمُ يُصْهَرُ بِهٖ مَا فِيْ بُطُوْنِهِمْ وَالْجُلُوْدُ
Terjemahan: "Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka berselisih tentang Tuhan mereka. Maka bagi orang-orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka. Disiramkan air yang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan (air mendidih) itu dileburkan apa yang ada dalam perut dan kulit mereka."
Hadits:
Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Pertarungan dan Rampasan, no. 2835. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 3036) dan Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 2999) dari jalur lain.
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini turun tentang enam orang yang berduel di Perang Badar, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Dzar.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di (Taisir Al-Karim Ar-Rahman) menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan dua kelompok yang saling bermusuhan karena perbedaan keyakinan, dan Allah akan memberikan balasan yang adil kepada keduanya.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf sepakat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa duel di Perang Badar. Mari kita pahami konteksnya:
1. Latar Belakang Turunnya Ayat
Pada hari Badar, setelah kedua pasukan saling berhadapan, tiga pemuka Quraisy — Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah (saudaranya), dan Al-Walid bin Utbah (anak Utbah) — maju ke depan dan menantang duel. Dari pihak Muslim, tiga pemuda dari kalangan Anshar maju, namun Utbah berkata, "Kami tidak ingin berperang dengan kalian, kami ingin berperang dengan sepupu-sepupu kami (dari Bani Hasyim)." Maka Rasulullah ﷺ menyuruh Hamzah bin Abdul Muthalib, Ali bin Abi Thalib, dan Ubaidah bin Al-Harits maju.
2. Makna Ayat
- "Dua golongan yang bertengkar" — maksudnya adalah dua kelompok yang saling berhadapan dalam duel tersebut: tiga orang Muslim yang beriman kepada Allah dan tiga orang kafir Quraisy yang memusuhi Allah.
- "Mereka berselisih tentang Tuhan mereka" — orang-orang Muslim berperang untuk menegakkan tauhid dan keesaan Allah, sedangkan orang-orang kafir berperang untuk mempertahankan kesyirikan dan penyembahan berhala.
- "Maka bagi orang-orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api" — ini adalah balasan bagi orang-orang kafir yang berperang melawan kebenaran.
3. Pandangan Ulama
- Imam Ibnu Katsir menukil dari Imam Al-Bukhari yang meriwayatkan dari Qais bin Ubad bahwa Abu Dzar bersumpah bahwa ayat ini turun tentang enam orang tersebut. Beliau juga menyebutkan bahwa dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib berkata, "Aku adalah orang pertama yang berlutut di hadapan Allah pada hari Kiamat untuk berdebat di hadapan-Nya" — merujuk pada peristiwa ini.
- Syaikh As-Sa'di menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keadilan Allah: setiap golongan akan menerima balasan sesuai dengan amal dan keyakinannya. Orang-orang kafir yang memusuhi kebenaran akan mendapat azab yang pedih, sedangkan orang-orang mukmin yang berjuang di jalan Allah akan mendapat kemuliaan di surga.
- Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Zad Al-Ma'ad menyebutkan kisah ini sebagai bukti keberanian para sahabat dan keutamaan mereka dalam membela agama Allah.
4. Hikmah dari Ayat dan Hadits
Ayat ini mengajarkan bahwa perbedaan keyakinan antara kebenaran dan kebatilan adalah nyata dan akan selalu ada. Namun, Allah tidak membiarkan hamba-Nya berjuang sia-sia. Setiap orang akan menerima balasan yang setimpal. Ini juga menunjukkan keutamaan para sahabat yang berjuang di jalan Allah dengan jiwa dan harta mereka.
Story Telling
Dalam Shahih Muslim, diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Aku adalah orang yang pertama kali berlutut di hadapan Ar-Rahman (Allah) pada hari Kiamat untuk berdebat." Maka Qais bin Ubad berkata, "Tentang mereka inilah ayat ini turun: 'Inilah dua golongan yang bertengkar...'"
Ali melanjutkan: "Pada hari Badar, kami bertiga — Hamzah, Ubaidah, dan aku — keluar menghadapi tiga orang Quraisy. Hamzah berhadapan dengan Utbah, Ubaidah berhadapan dengan Syaibah, dan aku berhadapan dengan Al-Walid. Hamzah membunuh Utbah, aku membunuh Al-Walid, dan Ubaidah serta Syaibah saling melukai. Maka aku dan Hamzah menyerang Syaibah dan membunuhnya, lalu kami membawa Ubaidah yang telah terluka parah."
Kisah ini menunjukkan keberanian, keikhlasan, dan pengorbanan para sahabat dalam membela agama Allah. Mereka tidak gentar menghadapi lawan yang lebih senior dan lebih berpengalaman, karena mereka yakin bahwa Allah bersama orang-orang yang berjuang di jalan-Nya.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa perjuangan membela kebenaran tidak akan sia-sia — Allah pasti memberikan balasan yang adil, baik di dunia maupun di akhirat.
- Teladani keberanian para sahabat — mereka tidak takut menghadapi tantangan dan rintangan dalam membela agama Allah.
- Pahami bahwa perbedaan antara kebenaran dan kebatilan adalah nyata — kita harus tegas dalam memegang kebenaran, namun tetap beradab dalam menyikapi perbedaan.
- Jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup — ayat-ayat Al-Qur'an turun dengan konteks nyata dan memberikan pelajaran berharga bagi kehidupan kita.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.