Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan secara jelas bagaimana Rasulullah ﷺ memakai sorban (imamah) berwarna hitam, dan kedua ujungnya dibiarkan menjuntai di antara kedua bahu beliau. Ini adalah salah satu bentuk penampilan beliau yang agung dan menjadi contoh dalam hal berpakaian yang pantas, rapi, dan tidak berlebihan. Kita bisa mengambil pelajaran bahwa seorang muslim hendaknya memperhatikan penampilannya dengan cara yang baik dan sesuai tuntunan, serta tidak sombong dalam berpakaian.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Memakai Sorban dalam Perang (no. 2821). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dan Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, dari sahabat 'Amr bin Huraits radhiyallahu 'anhu.
Teks Hadits (Arab berharakat):
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ مُسَاوِرٍ، حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ قَدْ أَرْخَى طَرَفَيْهَا بَيْنَ كَتِفَيْهِ.
Terjemahan: "Seolah-olah aku melihat Rasulullah ﷺ mengenakan sorban hitam, dengan kedua ujungnya tergantung di antara kedua bahunya."
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim dan Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari, menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya memakai sorban dan menjulurkan ujungnya (al-itsb) di antara kedua bahu, sebagai bentuk mengikuti penampilan Nabi ﷺ. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah juga pernah menjelaskan bahwa memakai sorban adalah bagian dari pakaian yang baik, selama tidak disertai kesombongan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu riwayat yang menggambarkan sifat fisik dan cara berpakaian Nabi ﷺ. Dalam riwayat lain yang serupa, disebutkan bahwa beliau ﷺ pernah berkhutbah di hadapan para sahabat dengan mengenakan sorban hitam. Ini menunjukkan bahwa sorban adalah pakaian yang biasa dipakai oleh beliau dan para sahabat, terutama dalam suasana perang atau khutbah.
Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
- Sorban adalah pakaian yang disunnahkan. Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa memakai sorban termasuk pakaian yang dianjurkan, karena Nabi ﷺ memakainya dan para sahabat juga terbiasa memakainya. Namun, ini bukan kewajiban, melainkan sunnah dan bagian dari adab berpakaian yang baik.
- Cara menjulurkan ujung sorban. Dalam hadits ini, ujung sorban dibiarkan menjuntai di antara kedua bahu. Ini adalah salah satu cara yang dicontohkan Nabi ﷺ. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa menjulurkan ujung sorban ke belakang adalah bentuk penghormatan terhadap pakaian tersebut dan merupakan kebiasaan orang-orang Arab yang mulia.
- Warna hitam pada sorban. Warna hitam tidaklah terlarang dalam berpakaian. Nabi ﷺ sendiri pernah memakai sorban hitam, sebagaimana dalam hadits ini. Yang terlarang adalah memakai pakaian yang menyerupai orang-orang kafir secara khusus, atau pakaian yang menimbulkan kesombongan. Adapun warna, selama tidak dilarang oleh syariat, maka boleh.
- Penampilan dalam perang. Hadits ini diriwayatkan dalam bab "Memakai Sorban dalam Perang", yang menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya tetap memperhatikan penampilan yang rapi dan berwibawa, bahkan dalam keadaan perang sekalipun. Ini bukan berarti berlebihan, tetapi menjaga martabat dan semangat juang.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya sering menekankan bahwa Islam adalah agama yang memperhatikan kebersihan, kerapian, dan keindahan yang tidak melampaui batas. Maka, memakai sorban dengan cara yang baik adalah bagian dari keindahan yang dibolehkan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah berkhutbah di hadapan para sahabat pada hari Jumat atau pada saat peristiwa penting, dan beliau mengenakan sorban hitam. Para sahabat yang hadir merasa kagum melihat ketampanan dan kewibawaan beliau. Salah seorang sahabat, 'Amr bin Huraits, berkata, "Seolah-olah aku masih melihat Rasulullah ﷺ dengan sorban hitamnya, ujungnya terjuntai di antara kedua bahunya." Ini menunjukkan betapa para sahabat sangat memperhatikan setiap detail penampilan Nabi ﷺ, karena mereka mencintai beliau dan ingin meneladani beliau dalam segala hal.
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa seorang muslim hendaknya mencintai Nabi ﷺ dengan cara mengikuti sunnah-sunnah beliau, termasuk dalam hal berpakaian. Namun, yang terpenting adalah niat untuk meneladani, bukan sekadar meniru bentuk lahiriah tanpa menghidupkan akhlak dan ibadah.
Kesimpulan Praktis
- Memakai sorban adalah sunnah Nabi ﷺ dan bagian dari pakaian yang baik, selama tidak disertai kesombongan.
- Menjulurkan ujung sorban di antara kedua bahu adalah salah satu cara yang dicontohkan beliau.
- Warna hitam dalam pakaian adalah boleh, karena Nabi ﷺ sendiri memakainya.
- Seorang muslim hendaknya menjaga penampilan yang rapi dan berwibawa dalam setiap keadaan, termasuk saat bekerja atau berjuang, tanpa berlebihan.
- Yang terpenting adalah niat mengikuti sunnah dan menjaga adab, bukan sekadar meniru bentuk lahiriah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.