Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 2776 tentang Keutamaan berjihad di laut dan kabar gembira bagi pelakunya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ tentang keutamaan berjihad di jalan Allah melalui laut. Beliau melihat dalam mimpinya sekelompok umatnya akan berperang di lautan dan kedudukan mereka seperti raja di atas singgasana. Ummu Haram binti Milhan, bibi Anas bin Malik, meminta didoakan agar termasuk golongan tersebut, dan Nabi ﷺ mendoakannya. Beliau kemudian menyatakan bahwa ia termasuk golongan yang pertama. Kisah ini menunjukkan keutamaan besar jihad di laut dan bagaimana Allah memuliakan seorang wanita shalihah yang ikhlas berjuang di jalan-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Keutamaan Berperang di Laut, no. 2776. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 2788, 2799, 2877) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 1912), dari jalur yang serupa.

Terdapat dalil dari Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan berjihad di jalan Allah, di antaranya:

QS. An-Nisa' [4]: 95

لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

"Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak memiliki uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwa mereka. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing Allah menjanjikan kebaikan, dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar."

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan keutamaan para mujahid di jalan Allah atas orang-orang yang duduk (tidak berperang) karena uzur syar'i. Keutamaan ini mencakup semua bentuk jihad, termasuk jihad di laut.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Keutamaan Jihad di Laut

Para ulama menjelaskan bahwa jihad di laut memiliki keutamaan yang sangat besar. Imam al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam beberapa tempat di Shahih-nya, dan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa bab ini menunjukkan keutamaan khusus bagi orang yang berjihad di laut. Beliau menukil perkataan sebagian ulama bahwa berperang di laut lebih berat daripada di darat karena bahayanya yang lebih besar, sehingga pahalanya pun lebih besar.

2. Mimpi Nabi ﷺ sebagai Wahyu

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu, dan apa yang dilihat Nabi ﷺ dalam mimpinya tentang orang-orang yang berjihad di laut adalah kabar ghaib yang Allah perlihatkan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa berita tentang keutamaan jihad di laut bukan sekadar kabar biasa, melainkan kabar dari Allah yang pasti terjadi.

3. Doa Nabi ﷺ untuk Ummu Haram

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa doa Nabi ﷺ untuk Ummu Haram adalah keutamaan besar, karena doa beliau mustajab. Ummu Haram termasuk wanita shalihah yang ikhlas, dan Allah memuliakannya dengan menjadikannya termasuk orang-orang yang pertama kali berjihad di laut bersama pasukan muslimin di masa Mu'awiyah bin Abi Sufyan.

4. Kematian Ummu Haram sebagai Syahidah

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa Ummu Haram wafat karena jatuh dari hewan tunggangannya dalam perjalanan pulang dari jihad. Kematian seperti ini termasuk syahid, karena ia meninggal dalam rangkaian perjalanan jihad di jalan Allah. Ini menunjukkan bahwa Allah memuliakan orang yang ikhlas berjuang di jalan-Nya dengan kematian yang mulia.

5. Pelajaran tentang Wanita dalam Jihad

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam beberapa fatwanya menjelaskan bahwa wanita boleh ikut serta dalam jihad dalam bentuk membantu kaum muslimin, seperti merawat yang terluka, memasak, dan memberikan semangat, sebagaimana yang dilakukan para sahabiyah di masa Nabi ﷺ. Keikutsertaan Ummu Haram bersama suaminya menunjukkan hal ini.

Story Telling

Kisah ini adalah salah satu kisah yang menunjukkan ketulusan seorang wanita shalihah. Ummu Haram binti Milhan adalah bibi Anas bin Malik dari pihak ibu. Suaminya, Ubadah bin Shamit, adalah salah seorang sahabat yang ikut dalam Bai'atul 'Aqabah dan termasuk pemimpin pasukan muslimin.

Ketika Nabi ﷺ mengabarkan tentang orang-orang yang akan berjihad di laut seperti raja di atas singgasana, Ummu Haram tidak ragu untuk meminta didoakan. Ia tidak meminta hal yang mudah, tetapi meminta kedudukan yang mulia di sisi Allah. Nabi ﷺ mendoakannya, dan Allah mengabulkan doa tersebut. Ia ikut dalam ekspedisi laut pertama kaum muslimin bersama Mu'awiyah bin Abi Sufyan, dan wafat dalam perjalanan pulang dari jihad tersebut.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah menyebutkan bahwa Ummu Haram wafat di daerah Syam dan dimakamkan di sana. Kisah ini menunjukkan bahwa Allah memuliakan hamba-Nya yang ikhlas, baik laki-laki maupun perempuan, dan memberikan kedudukan yang tinggi bagi mereka yang berjuang di jalan-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah untuk beramal shalih, terutama amal yang berat dan mulia seperti jihad di jalan Allah. Jangan takut untuk meminta kepada Allah kedudukan yang tinggi.
  2. Doa orang shalih sangat mustajab. Ummu Haram meminta didoakan oleh Nabi ﷺ, dan doa tersebut dikabulkan. Maka mintalah doa dari orang-orang shalih di sekitar kita.
  3. Jihad di jalan Allah memiliki keutamaan besar, baik di darat maupun di laut. Bagi yang tidak mampu berjihad secara fisik, bisa membantu dengan harta, doa, atau mendukung para pejuang.
  4. Wanita juga memiliki peran dalam jihad, seperti membantu, merawat, dan memberikan semangat kepada para pejuang, sebagaimana yang dilakukan para sahabiyah.
  5. Kematian dalam perjalanan ketaatan adalah kemuliaan. Ummu Haram wafat dalam perjalanan pulang dari jihad, dan ini adalah syahid di sisi Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.