Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 2757 tentang Keutamaan berjuang di jalan Allah melebihi dunia seisinya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari berjuang di jalan Allah, baik di pagi hari maupun di sore hari. Sekali berangkat untuk membela agama Allah, nilainya melebihi seluruh dunia dan seisinya. Ini adalah dorongan yang sangat kuat untuk tidak bermalas-malasan dalam kebaikan dan jihad.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Fadhlu Al-Ghadwah wa Ar-Ruhah fi Sabilillah, nomor 2757, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Teks Hadits (dari Ibnu Majah):

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ، حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " لَغَدْوَةٌ أَوْ رَوْحَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا "

Makna Ringkas: "Sungguh, perjalanan di pagi hari atau sore hari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan segala isinya."

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Ash-Shaff [61]: 10-11)

Ayat ini menjelaskan bahwa jihad adalah "perdagangan" yang paling menguntungkan, yang nilainya jauh melebihi keuntungan duniawi.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ghadwah (غَدْوَةٌ) adalah perjalanan di awal pagi, dan rauhah (رَوْحَةٌ) adalah perjalanan di sore hari. Kedua waktu ini adalah waktu-waktu yang paling utama untuk beraktivitas, dan Nabi ﷺ mengkhususkan penyebutannya untuk menunjukkan bahwa bahkan waktu yang singkat sekalipun yang dihabiskan untuk berjuang di jalan Allah memiliki nilai yang tak terhingga.

Penjelasan Ulama:

  1. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah untuk menunjukkan betapa agungnya pahala berjuang di jalan Allah. Satu kali perjalanan (baik pagi atau sore) untuk ketaatan dan jihad lebih baik daripada seluruh kenikmatan dunia yang fana. Ini adalah ungkapan tafdhil (menunjukkan keutamaan) yang sangat besar.
  2. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil bahwa amalan akhirat, khususnya jihad, jauh lebih utama daripada dunia. Beliau menukil bahwa para ulama mengatakan: "Jika dunia dan seisinya dikumpulkan, maka nilainya tidak sebanding dengan satu amalan kecil yang dilakukan karena Allah."
  3. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah menjadikan jihad sebagai sebab untuk mendapatkan keutamaan yang besar. Ini karena jihad membutuhkan pengorbanan jiwa, harta, dan waktu, yang semuanya adalah hal-hal yang paling dicintai oleh manusia. Dengan mengorbankannya di jalan Allah, seorang hamba menunjukkan kejujuran imannya.

Penerapan Makna:

Hadits ini tidak hanya terbatas pada jihad fisik (berperang). Para ulama memperluas maknanya kepada semua bentuk perjuangan dalam ketaatan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa "jalan Allah" (sabilillah) mencakup semua jalan yang mengantarkan kepada keridhaan Allah, termasuk menuntut ilmu, berdakwah, dan berbuat baik kepada sesama. Namun, konteks utama hadits ini adalah jihad fi sabilillah dalam arti yang sebenarnya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa di antara para sahabat, ada seorang pemuda yang sangat bersemangat untuk berjihad. Ketika Rasulullah ﷺ menyebutkan keutamaan ghadwah dan rauhah, para sahabat pun semakin tergugah. Salah satu kisah yang masyhur adalah tentang seorang sahabat yang ikut serta dalam perang, lalu ia gugur di medan laga. Ketika ditanyakan tentang keadaannya, para sahabat lain berkata, "Ia telah mati syahid." Namun, ada yang bertanya, "Bagaimana ia bisa mati syahid, sedangkan ia pernah mencuri kain?" Maka Rasulullah ﷺ pun menjelaskan bahwa amalan-amalan itu tergantung pada penutupnya.

Kisah lain yang lebih relevan adalah tentang semangat para sahabat dalam berjihad. Mereka tidak pernah merasa lelah atau bosan, karena mereka yakin bahwa setiap langkah di jalan Allah adalah investasi yang tak ternilai. Mereka lebih memilih berangkat di pagi hari untuk berperang daripada memiliki dunia dan segala isinya, karena mereka memahami hakikat dunia yang fana dan akhirat yang kekal.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah dalam Ketaatan: Jangan pernah meremehkan amalan kecil yang dilakukan di jalan Allah, karena nilainya bisa melebihi dunia dan seisinya.
  2. Manfaatkan Waktu: Gunakan waktu pagi dan sore untuk aktivitas yang bermanfaat, seperti menuntut ilmu, bekerja dengan niat ibadah, atau membantu sesama.
  3. Niatkan Semua untuk Allah: Jadikan setiap aktivitas sebagai bentuk jihad dalam arti luas, yaitu melawan hawa nafsu dan setan untuk meraih ridha Allah.
  4. Jangan Terlena Dunia: Ingatlah bahwa dunia ini sementara dan tidak sebanding dengan pahala akhirat. Jangan sampai kita sibuk mengejar dunia hingga melupakan kewajiban dan keutamaan beramal untuk akhirat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?