Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan keutamaan yang sangat besar bagi orang yang berjuang di jalan Allah, meskipun hanya sebentar, baik di pagi maupun sore hari. Nilai satu kali perjalanan singkat itu lebih baik daripada seluruh dunia beserta isinya. Ini menunjukkan bahwa amal akhirat jauh lebih berharga daripada kenikmatan dunia yang fana.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Fadhl Al-Ghadwah wa Al-Ruhah fi Sabilillah, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks Arab hadits:
<p>حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ، قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الأَحْمَرُ، عَنِ ابْنِ عَجْلاَنَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " غَدْوَةٌ أَوْ رَوْحَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا " .</p>
Terjemahan: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Satu kali keluar di pagi hari atau satu kali keluar di sore hari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan segala isinya."
Hadits ini juga memiliki penguat dalam Shahihain. Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
<p>لَغَدْوَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ رَوْحَةٌ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا</p>
Terjemahan: "Sungguh, satu kali keluar di pagi hari di jalan Allah atau satu kali keluar di sore hari lebih baik daripada dunia dan segala isinya." (HR. Al-Bukhari no. 2792, Muslim no. 1881)
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan tentang keutamaan jihad fi sabilillah, yaitu berjuang di jalan Allah. Para ulama yang tercantum dalam daftar rujukan, seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan ghadwah adalah perjalanan yang dimulai dari pagi hari, sedangkan ruhah adalah perjalanan yang dimulai dari sore hari. Ini adalah bentuk perjalanan untuk berjihad, berdakwah, atau segala amal yang bertujuan menegakkan agama Allah.
Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa makna "lebih baik daripada dunia dan segala isinya" adalah bahwa pahala dari satu kali perjalanan singkat di jalan Allah itu lebih besar dan lebih berharga daripada seluruh kenikmatan dunia yang bersifat sementara. Ini karena amal akhirat bersifat kekal, sedangkan dunia akan binasa. Beliau juga menukil pendapat Ibnu Baththal bahwa ini adalah bentuk targhib (motivasi) untuk berjihad, karena dunia dan isinya tidak sebanding dengan pahala satu langkah saja di jalan Allah.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menambahkan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besarnya pahala jihad dan betapa rendahnya nilai dunia dibandingkan dengan amal akhirat. Beliau juga menjelaskan bahwa ghadwah dan ruhah di sini bisa berarti waktu pagi dan sore secara umum, atau bisa juga merujuk pada waktu-waktu tertentu ketika pasukan muslim berangkat untuk berjihad.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman (meskipun ini kitab tafsir, beliau juga membahas hadits-hadits terkait) menegaskan bahwa hadits ini mendorong setiap muslim untuk memprioritaskan amal akhirat di atas kesenangan dunia. Beliau berkata bahwa dunia dan isinya, sebesar apa pun, tidak akan mampu menandingi pahala satu kali ghadwah atau ruhah di jalan Allah.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini berlaku umum untuk setiap amal yang dilakukan di jalan Allah, termasuk menuntut ilmu, berdakwah, dan berjihad. Beliau menekankan bahwa yang dimaksud dengan "di jalan Allah" adalah segala amal yang ikhlas untuk mencari ridha Allah, bukan untuk tujuan duniawi.
Perlu dicatat bahwa para ulama berbeda pendapat tentang apakah jihad di sini berarti perang secara fisik atau mencakup semua bentuk perjuangan di jalan Allah. Namun, pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa jihad mencakup semua bentuk perjuangan untuk menegakkan kalimat Allah, termasuk perang, dakwah, dan menuntut ilmu, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa.
Story Telling
Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
<p>لَرَوْحَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ غَدْوَةٌ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا</p>
Terjemahan: "Sungguh, satu kali keluar di sore hari di jalan Allah atau satu kali keluar di pagi hari lebih baik daripada dunia dan segala isinya."
Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa seorang sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ tentang amal yang paling utama. Nabi ﷺ menjawab dengan menyebutkan jihad di jalan Allah. Kemudian beliau bersabda bahwa satu kali ghadwah atau ruhah lebih baik dari dunia dan isinya. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat antusias untuk berjihad, bahkan untuk waktu yang singkat, karena mereka tahu betapa besar pahalanya.
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kita harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk beramal di jalan Allah, sekecil apa pun. Jangan menunda-nunda amal karena merasa waktu kita sedikit. Satu langkah kecil di jalan Allah bisa jadi lebih berharga dari seluruh dunia.
Kesimpulan Praktis
- Prioritaskan Akhirat: Jadikan amal akhirat sebagai prioritas utama dalam hidup, karena pahalanya jauh lebih besar daripada kenikmatan dunia.
- Manfaatkan Waktu: Gunakan waktu pagi dan sore untuk beramal saleh, meskipun hanya sebentar, karena pahalanya sangat besar.
- Ikhlas dalam Beramal: Pastikan setiap amal dilakukan dengan ikhlas untuk mencari ridha Allah, bukan untuk tujuan duniawi.
- Jangan Remehkan Amal Kecil: Satu langkah kecil di jalan Allah bisa lebih berharga dari dunia dan isinya, jadi jangan pernah meremehkan amal saleh sekecil apa pun.
- Perbanyak Doa: Mintalah kepada Allah agar diberi kekuatan dan keikhlasan untuk beramal di jalan-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.