Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 270 tentang Ukuran air wudhu satu mudd dan mandi satu sha

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terbiasa berwudhu dengan air sebanyak satu mudd (± 0,51 liter) dan mandi junub dengan satu sha' (± 2,04 liter). Ini adalah kabar tentang kemudahan dan keberkahan air yang Allah berikan kepada Nabi ﷺ, sekaligus bantahan terhadap orang yang menganggap remeh dan merasa mustahil bisa cukup dengan ukuran tersebut. Pelajaran utamanya adalah kita dianjurkan untuk tidak berlebihan dalam menggunakan air, baik untuk wudhu maupun mandi, karena kesederhanaan adalah bagian dari petunjuk Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Teks hadits yang Anda sertakan adalah riwayat dari jalur 'Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil, dari ayahnya, dari kakeknya (yaitu 'Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, menurut pendapat yang kuat). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam At-Tirmidzi, dan Imam An-Nasa'i dengan lafaz yang semakna.

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

"Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

(QS. Al-An'am [6]: 141)

Pendapat Ulama:

  1. Imam Asy-Syafi'i dalam kitab Al-Umm menyebutkan bahwa ukuran wudhu Nabi ﷺ adalah satu mudd dan mandi satu sha', dan ini adalah ukuran yang paling utama karena mengikuti sunnah.
  2. Imam Ahmad bin Hanbal dalam riwayat Al-Khallal berpendapat bahwa boleh berwudhu dengan air lebih dari satu mudd dan mandi lebih dari satu sha', tetapi yang paling afdhal adalah mengikuti ukuran Nabi ﷺ.
  3. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang ukuran air ini menunjukkan bolehnya menggunakan air dalam jumlah tersebut, dan larangan berlebihan adalah larangan yang bersifat makruh (tidak disukai), bukan haram.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa faedah penting:

Pertama: Ukuran Air yang Dicukupkan

Satu mudd adalah ukuran volume yang setara dengan dua telapak tangan yang ditangkupkan (sekitar 0,51 liter). Satu sha' adalah empat kali mudd (sekitar 2,04 liter). Ukuran ini adalah jumlah air yang biasa digunakan Nabi ﷺ untuk berwudhu dan mandi.

Kedua: Bantahan Terhadap Sahabat yang Merasa Tidak Cukup

Dalam hadits ini, ada seorang laki-laki yang merasa bahwa satu mudd tidak cukup untuk wudhunya. Maka pencerita (kakek dari 'Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil) menjawab dengan tegas: "Itu cukup bagi orang yang lebih baik darimu dan memiliki lebih banyak rambut," yang dimaksud adalah Nabi ﷺ.

Jawaban ini mengandung pelajaran adab yang sangat dalam. Orang yang merasa tidak cukup dengan ukuran Nabi ﷺ seakan-akan menganggap dirinya lebih membutuhkan daripada Nabi ﷺ, padahal Nabi ﷺ adalah manusia yang paling mulia dan paling sempurna dalam segala hal, termasuk dalam beribadah.

Ketiga: Makna Keberkahan

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitab Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa air yang digunakan Nabi ﷺ diberkahi oleh Allah, sehingga jumlah yang sedikit bisa mencukupi untuk membersihkan anggota wudhu dan seluruh tubuh. Ini adalah mukjizat dan keistimewaan khusus bagi Nabi ﷺ, namun tetap menjadi pelajaran bagi umatnya untuk tidak berlebihan.

Keempat: Hukum Menggunakan Air Lebih dari Ukuran Tersebut

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini:

  • Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad dalam salah satu riwayat berpendapat bahwa ukuran tersebut adalah sunnah yang dianjurkan, tetapi tidak wajib. Seseorang boleh menggunakan air lebih banyak jika dibutuhkan.
  • Imam Malik berpendapat bahwa menggunakan air lebih dari ukuran tersebut tidak mengapa selama tidak berlebihan (israf) yang dilarang.

Kesimpulannya, ukuran satu mudd untuk wudhu dan satu sha' untuk mandi adalah sunnah yang paling utama, tetapi yang terpenting adalah tidak berlebihan dalam menggunakan air.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Al-Hasan al-Bashri — semoga Allah merahmatinya — pernah ditanya tentang seseorang yang berwudhu dengan air yang banyak. Beliau menjawab dengan nada mengingatkan: "Apakah kalian tidak tahu bahwa Nabi ﷺ berwudhu dengan satu mudd dan mandi dengan satu sha'?" Beliau ingin mengingatkan bahwa kesederhanaan Nabi ﷺ dalam menggunakan air adalah teladan yang harus diikuti, bukan justru berlebihan.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan sunnah Nabi ﷺ dalam hal-hal kecil sekalipun, termasuk dalam penggunaan air untuk bersuci. Mereka tidak menganggap remeh petunjuk Nabi ﷺ, justru mereka sangat bersemangat untuk meneladaninya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersungguh-sungguh meneladani Nabi ﷺ dalam menggunakan air secukupnya untuk wudhu dan mandi, tanpa berlebihan.
  2. Tidak meremehkan petunjuk Nabi ﷺ, karena apa yang beliau lakukan adalah yang terbaik dan paling sempurna.
  3. Menjaga keberkahan air dengan tidak menyia-nyiakannya, karena air adalah nikmat Allah yang sangat besar.
  4. Jika membutuhkan air lebih karena kondisi tertentu (misalnya kotor atau cuaca panas), maka tidak mengapa, selama tidak berlebihan yang dilarang.
  5. Menghindari sikap merasa paling tahu dan merendahkan sunnah Nabi ﷺ, karena sikap seperti ini adalah awal dari kesesatan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?