Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ tidak meninggalkan harta warisan berupa dinar, dirham, hewan ternak, dan juga tidak berwasiat tentang hal-hal duniawi. Ini menunjukkan bahwa kekayaan terbesar yang beliau tinggalkan adalah Al-Qur'an dan Sunnah, serta teladan hidup yang sempurna. Beliau tidak berwasiat karena tidak ada harta yang perlu dibagikan, dan umatnya sudah memiliki pedoman yang jelas dalam Kitabullah dan Sunnahnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:
Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat dari Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits semakna juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.
Dalil Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ
"Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab." (QS. Al-An'am [6]: 38)
Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an telah mencakup segala petunjuk yang dibutuhkan umat manusia, sehingga tidak ada lagi kebutuhan untuk wasiat tambahan dari Nabi ﷺ selain apa yang telah beliau sampaikan.
Hadits terkait dari Shahih Al-Bukhari:
Dari Thalhah bin Musharrif, dari Atha' bin Abi Rabah, dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata:
"Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya aku meninggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.'" (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-I'tisham bil Kitab was Sunnah)
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:
1. Penjelasan Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa makna hadits ini adalah Rasulullah ﷺ tidak meninggalkan harta benda yang biasa diwariskan, dan beliau tidak berwasiat tentang pembagian harta karena memang tidak ada harta yang perlu diwasiatkan. Namun, beliau tetap berwasiat tentang hal-hal agama melalui sabda-sabdanya yang banyak.
2. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud "tidak berwasiat" dalam hadits ini adalah tidak berwasiat tentang harta, karena seluruh harta beliau telah diinfakkan di jalan Allah. Adapun wasiat tentang agama, beliau telah menyampaikannya secara sempurna melalui Al-Qur'an dan Sunnah.
3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak meninggalkan harta warisan karena beliau adalah teladan dalam zuhud (tidak cinta dunia). Beliau mengajarkan umatnya untuk tidak terlalu mementingkan harta, melainkan fokus pada ibadah dan amal shaleh.
4. Imam As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa harta yang paling berharga yang ditinggalkan Nabi ﷺ adalah ilmu dan petunjuk, yang jauh lebih bermanfaat daripada emas dan perak.
5. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa wasiat tentang harta tidak diperlukan jika tidak ada harta yang ditinggalkan. Namun, wasiat tentang kebaikan dan nasihat tetap dianjurkan bagi setiap muslim.
Perbedaan pemahaman yang perlu diluruskan: Ada sebagian orang yang salah paham dengan hadits ini, mengira bahwa Nabi ﷺ tidak berwasiat sama sekali. Padahal, yang benar adalah beliau tidak berwasiat tentang harta, tetapi beliau banyak memberikan wasiat tentang perkara agama. Bahkan dalam hadits shahih, beliau bersabda: "Berwasiatlah, karena seseorang tidak layak tidur selama dua malam kecuali wasiatnya tertulis di sisinya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anha ditanya tentang akhlak Rasulullah ﷺ, beliau menjawab: "Akhlak beliau adalah Al-Qur'an." (HR. Muslim)
Kisah ini menunjukkan bahwa seluruh kehidupan Nabi ﷺ adalah cerminan dari Al-Qur'an. Beliau tidak meninggalkan harta karena seluruh perhatiannya tercurah untuk menyampaikan risalah Allah. Bahkan ketika beliau wafat, baju besinya masih tergadaikan kepada seorang Yahudi untuk membeli makanan keluarganya. Ini adalah pelajaran zuhud yang sangat agung.
Imam Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata: "Demi Allah, aku mendapati kaum yang tidak pernah merasa cukup dengan dunia, dan mereka tidak pernah merasa aman dari kematian. Mereka lebih memilih akhirat daripada dunia."
Kesimpulan Praktis
- Zuhud terhadap dunia - Kita hendaknya tidak terlalu mencintai harta dan dunia, karena Nabi ﷺ sendiri tidak meninggalkannya.
- Wasiat yang bermanfaat - Jika kita memiliki harta, dianjurkan untuk berwasiat tentang kebaikan, seperti sedekah atau hal-hal yang bermanfaat bagi umat.
- Meninggalkan warisan ilmu - Warisan terbaik yang bisa kita tinggalkan adalah ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan kita.
- Fokus pada Al-Qur'an dan Sunnah - Pedoman hidup kita adalah Kitabullah dan Sunnah Nabi ﷺ, bukan harta benda.
- Meneladani kesederhanaan - Hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam mengumpulkan harta adalah bagian dari sunnah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.