Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 267 tentang Ukuran air wudhu dan mandi sesuai sunnah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan tuntunan Nabi ﷺ untuk bersikap sederhana dan tidak berlebihan dalam menggunakan air, baik untuk wudhu maupun mandi. Beliau ﷺ berwudhu dengan satu mudd (sekitar 0,5–0,7 liter) dan mandi dengan satu sha' (sekitar 2–3 liter). Ini adalah kabar tentang kebiasaan beliau yang paling sering, bukan batasan mutlak bahwa tidak boleh lebih atau kurang dari ukuran tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Muslim:

Hadits yang semakna diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ، عَنْ أَبِي رَيْحَانَةَ، عَنْ سَفِينَةَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ، وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ

"Dari Safinah, ia berkata: 'Rasulullah ﷺ biasa berwudhu dengan satu mudd dan mandi dengan satu sha'.'" (HR. Muslim, no. 329)

Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah:

Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no. 267) dengan sanad yang shahih, dari jalur Abu Bakr bin Abi Syaibah, dari Ismail bin Ibrahim (Ibnu 'Ulayyah), dari Abu Raihanah, dari Safinah.

Penjelasan Ukuran:

  • 1 Mudd = sekitar 0,5 liter hingga 0,7 liter (ukuran dua telapak tangan yang ditangkupkan orang dewasa).
  • 1 Sha' = 4 mudd = sekitar 2 liter hingga 3 liter.

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya berhemat dalam menggunakan air, dan bahwa ukuran tersebut adalah kebiasaan Nabi ﷺ. Beliau juga menegaskan bahwa hal ini tidak berarti haram menggunakan air lebih dari ukuran tersebut, selama tidak berlebihan (israf).

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah memahami hadits ini dengan beberapa poin penting:

1. Makna Kebiasaan, Bukan Batasan Syariat

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini mengabarkan tentang kebiasaan Nabi ﷺ yang paling sering dilakukan. Beliau ﷺ terbiasa menggunakan air secukupnya, tidak berlebihan. Ini adalah bentuk pengajaran kepada umatnya tentang pentingnya menjaga air dan tidak bermewah-mewahan dalam ibadah.

2. Larangan Berlebihan (Israf) dalam Menggunakan Air

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa meskipun seseorang berada di tepi sungai yang mengalir, tetap tidak boleh berlebihan dalam menggunakan air untuk wudhu atau mandi. Ini berdasarkan hadits Nabi ﷺ ketika beliau melewati Sa'd bin Abi Waqqash yang sedang berwudhu dengan berlebihan, lalu beliau bersabda:

مَا هَذَا السَّرَفُ؟ قَالَ: أَفِي الْوُضُوءِ إِسْرَافٌ؟ قَالَ: نَعَمْ، وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهَرٍ جَارٍ

"Apa ini? Ini adalah pemborosan?" Sa'd bertanya: "Apakah dalam wudhu ada pemborosan?" Beliau menjawab: "Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir." (HR. Ibnu Majah, no. 425)

3. Air yang Sedikit Tetap Sah untuk Wudhu dan Mandi

Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sahnya wudhu dengan air yang sedikit, selama air tersebut mengenai seluruh anggota wudhu. Ukuran mudd dan sha' bukanlah syarat sah, melainkan sekadar kabar tentang kebiasaan Nabi ﷺ.

4. Hikmah di Balik Ukuran Tersebut

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa penggunaan air yang sedikit dalam ibadah memiliki hikmah:

  • Mengajarkan umat untuk tidak bermewah-mewahan
  • Menjaga kelestarian air sebagai sumber kehidupan
  • Melatih jiwa untuk sederhana dan tidak terikat pada kenikmatan dunia
  • Menunjukkan bahwa ibadah tidak membutuhkan sarana yang berlebihan

5. Perbedaan Pendapat Ulama tentang Ukuran

Para ulama berbeda pendapat tentang ukuran pasti mudd dan sha' karena perbedaan dalam mengkonversi ukuran zaman dahulu ke ukuran modern. Namun mereka sepakat bahwa ukuran tersebut relatif kecil dan menunjukkan kesederhanaan.

Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa ukuran mudd adalah ukuran dua telapak tangan orang dewasa yang ditangkupkan, dan sha' adalah empat kali lipatnya. Ukuran ini bisa berbeda-beda tergantung besar kecilnya telapak tangan, namun yang terpenting adalah semangat berhemat dalam menggunakan air.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ

"Nabi ﷺ biasa berwudhu dengan satu mudd dan mandi dengan satu sha' hingga lima mudd." (HR. Al-Bukhari, no. 201)

Kisah ini menunjukkan bahwa meskipun Nabi ﷺ adalah manusia paling mulia di sisi Allah, beliau tetap hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam hal-hal yang tampak sepele seperti penggunaan air. Ini adalah pelajaran bagi kita bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari banyaknya sarana yang ia gunakan, tetapi dari ketaatan dan keikhlasan hatinya.

Imam Al-Hasan al-Bashri rahimahullah pernah berkata: "Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian (para sahabat) menjadikan dunia ini sebagai sesuatu yang mereka lewati, mereka tidak menjadikannya sebagai tempat tinggal yang kekal. Mereka adalah orang-orang yang paling sedikit menggunakan air untuk bersuci, namun paling banyak menggunakan air mata untuk menangis karena takut kepada Allah."

Kesimpulan Praktis

  1. Berhematlah dalam menggunakan air untuk wudhu dan mandi, meskipun air tersedia melimpah.
  2. Ukuran mudd dan sha' adalah kabar tentang kebiasaan Nabi ﷺ, bukan batasan mutlak yang haram dilanggar.
  3. Yang terpenting adalah menyempurnakan wudhu dengan meratakan air ke seluruh anggota wudhu, tanpa berlebihan.
  4. Jadikan kesederhanaan sebagai gaya hidup, karena itu adalah akhlak para nabi dan orang-orang shalih.
  5. Jangan merasa ibadah tidak sah jika menggunakan air lebih dari ukuran tersebut, selama tidak berlebihan secara berlebihan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.