Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 246 tentang Adab berjalan bersama Nabi dan malaikat di belakang

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi ﷺ berjalan, para sahabat berjalan di depan beliau, dan beliau membiarkan bagian belakang untuk para malaikat. Ini menunjukkan adab mulia para sahabat dalam memuliakan Nabi ﷺ, serta keutamaan malaikat yang selalu menyertai dan menjaga beliau. Hadits ini juga mengajarkan kita untuk tidak berjalan di belakang orang yang lebih mulia tanpa keperluan, dan menghormati keberadaan malaikat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini terdapat dalam Sunan Ibnu Majah (no. 246), Kitab Pendahuluan, Bab "Siapa yang Tidak Suka Dihentikan di Belakangnya". Sanadnya: Ali bin Muhammad → Waki' → Sufyan (ats-Tsauri) → Al-Aswad bin Qais → Nubaih Al-'Anazi → Jabir bin Abdullah.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنِ الأَسْوَدِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ نُبَيْحٍ الْعَنَزِيِّ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا مَشَى مَشَى أَصْحَابُهُ أَمَامَهُ وَتَرَكُوا ظَهْرَهُ لِلْمَلاَئِكَةِ

Terjemahan: "Diriwayatkan bahwa Jabir bin Abdullah berkata: 'Ketika Nabi ﷺ berjalan, para Sahabatnya berjalan di depannya, dan ia membiarkan punggungnya untuk para malaikat.'"

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

Allah berfirman tentang malaikat yang menjaga manusia:

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

(QS. Qaf [50]: 17)

"Ketika dua malaikat pencatat menerima (amal manusia), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri."

Juga firman Allah:

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ

(QS. Ar-Ra'd [13]: 11)

"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan dari belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah."

Kaitan dengan ulama: Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadits ini dalam kitabnya. Imam Sufyan ats-Tsauri (guru Waki') adalah salah satu perawi dalam sanad ini. Imam Waki' bin al-Jarrah juga termasuk perawi. Penjelasan makna hadits dapat dirujuk kepada Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar al-Asqalani, dan Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitab-kitab mereka tentang adab dan keutamaan Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menggambarkan adab para sahabat radhiyallahu 'anhum dalam berjalan bersama Nabi ﷺ. Mereka berjalan di depan beliau, bukan di belakang, karena beberapa alasan:

  1. Memuliakan Nabi ﷺ: Para sahabat tidak ingin membelakangi Nabi ﷺ atau berjalan di belakang beliau, karena itu bisa mengurangi penghormatan. Mereka memilih berjalan di depan untuk menjaga pandangan dan menunjukkan rasa hormat.
  2. Membiarkan punggung untuk malaikat: Nabi ﷺ membiarkan bagian belakangnya untuk para malaikat. Ini menunjukkan bahwa malaikat selalu menyertai beliau, baik di depan, belakang, kanan, dan kiri. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Ar-Ra'd [13]: 11, malaikat menjaga manusia dari depan dan belakang. Namun, untuk Nabi ﷺ, para sahabat sengaja tidak menempati bagian belakang agar malaikat bisa berada di sana.
  3. Pemahaman ulama: Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan malaikat dan adab terhadap Nabi ﷺ. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa ini adalah bentuk penghormatan kepada malaikat yang selalu bersama Nabi ﷺ. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menekankan pentingnya adab dalam majelis dan perjalanan.
  4. Perbedaan pendapat: Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah memahami hadits ini sebagai anjuran untuk tidak berjalan di belakang orang yang lebih mulia, kecuali ada kebutuhan. Sedangkan Imam asy-Syafi'i dan Imam Malik lebih menekankan aspek adab secara umum. Namun, pendapat yang paling kuat adalah bahwa hadits ini khusus menunjukkan keutamaan Nabi ﷺ dan malaikat, serta adab para sahabat yang patut diteladani.
  5. Hikmah: Hadits ini mengajarkan kita untuk menghormati orang yang lebih mulia, menjaga adab dalam berjalan bersama, dan menyadari kehadiran malaikat yang selalu mencatat amal kita.

Story Telling

Dikisahkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ berjalan bersama para sahabatnya. Para sahabat dengan penuh adab berjalan di depan beliau, tidak ada yang berani berjalan di belakang atau membelakangi beliau. Mereka tahu bahwa di belakang Nabi ﷺ ada malaikat yang menyertai. Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan hal ini untuk mengajarkan kepada kita betapa mulianya adab para sahabat. Imam Sufyan ats-Tsauri, yang meriwayatkan hadits ini, dikenal sebagai ulama yang sangat menjaga adab dan sunnah, sehingga beliau meriwayatkan hadits ini dengan penuh penghayatan. (Sumber: Sunan Ibnu Majah, dengan sanad yang disebutkan).

Kesimpulan Praktis

  1. Teladani adab sahabat: Ketika berjalan bersama orang yang lebih mulia atau orang tua, hendaklah kita berjalan di depan mereka dengan penuh hormat, bukan di belakang tanpa keperluan.
  2. Sadari kehadiran malaikat: Ingatlah bahwa malaikat selalu menyertai kita, mencatat amal baik dan buruk. Maka jagalah lisan dan perbuatan.
  3. Hormati Nabi ﷺ: Meskipun kita tidak bertemu Nabi ﷺ secara fisik, kita bisa menghormati beliau dengan mengikuti sunnahnya dan menjaga adab dalam beribadah.
  4. Jauhi ghuluw: Jangan berlebihan dalam mengagungkan makhluk, tetapi tetap hormati sesuai kedudukan yang Allah berikan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Hadits.id tetap gratis untuk semua

Yuk, bantu penjelasan AI tetap ada

Menjalankan AI membutuhkan biaya. Dukungan donatur sangat membantu agar penjelasan hadits terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi