Bab Kebencian Terhadap Perhiasan bagi Wanita yang Suaminya Telah Meninggal
Shahih oleh Darussalam
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana yazidu ibnu haruna, anbaana yahya ibnu saidin, an humaydi ibni nafiin,. annahu samia zaynaba abnaha ummi salamaha, tuhadditsu annaha samiat umma salamaha, waumma habibaha tadzkurani anna amraahan atati annabiyya faqalat inna abnahan laha tuwuffiya anha zawjuha fasytakat aynuha fahiya turidu an takhalaha. faqala rasulu allahi " qad kanat ihdakunna tarmi bialbarahi inda rasi alhawli wainnama hiya arbaaha asyhurin waasyran ".
Diriwayatkan dari Humayd bin Nafi' bahwa dia mendengar Zainab putri Umm Salamah menceritakan bahwa dia mendengar Umm Salamah dan Umm Habibah menyebutkan bahwa seorang wanita datang kepada Nabi ﷺ dan berkata bahwa suami putrinya telah meninggal, dan dia menderita penyakit mata, dan dia ingin mengoleskan kohl ke matanya (sebagai obat). Rasulullah ﷺ bersabda: "Salah satu dari kalian akan melemparkan kotoran unta ketika satu tahun telah berlalu (sejak kematian suaminya). Sebenarnya itu adalah empat bulan dan sepuluh (hari)."