Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 205 tentang Pahala dan dosa mengikuti orang yang mengajak kebaikan atau kesesatan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah penjelasan dari Nabi ﷺ tentang besarnya pengaruh seorang pengajak (da'i) terhadap orang lain. Siapa yang mengajak kepada kebaikan (hidayah), ia akan mendapat pahala yang sempurna tanpa mengurangi pahala orang yang mengikutinya. Sebaliknya, siapa yang mengajak kepada kesesatan, ia akan memikul dosa yang sempurna tanpa mengurangi dosa orang yang mengikutinya. Ini adalah dorongan kuat untuk bersemangat dalam mengajak kepada kebaikan dan peringatan keras agar menjauhi ajakan kepada keburukan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Muslim:

Hadits semakna diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

<p>مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا</p>

"Barangsiapa mengajak kepada petunjuk (kebaikan), maka ia mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka ia menanggung dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim, no. 2674)

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Yasin [36]: 12:

<p>إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ</p>

"Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)."

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa "bekas-bekas yang mereka tinggalkan" (آثارهم) mencakup jejak kebaikan yang ditinggalkan seseorang, termasuk ilmu yang bermanfaat dan amal shalih yang terus mengalir pahalanya setelah ia wafat.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menjadi sebab kebaikan orang lain, dan sebaliknya, dosa besar bagi yang menjadi sebab kesesatan.
  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari juga membahas hadits semakna dan menegaskan bahwa pahala dan dosa yang disebutkan tidak mengurangi pahala/dosa orang yang mengikuti, karena ini adalah karunia Allah yang Maha Luas.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua prinsip besar dalam Islam:

Pertama: Prinsip Balasan yang Berlipat bagi Pengajak Kebaikan

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa seorang da'i yang mengajak kepada kebaikan akan mendapatkan dua keuntungan:

  1. Pahala atas amalnya sendiri dalam berdakwah
  2. Pahala yang sama dengan seluruh orang yang mengikutinya, tanpa berkurang sedikit pun

Ini adalah karunia Allah yang sangat besar. Sebagaimana disebutkan dalam hadits lain, "Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim).

Kedua: Prinsip Dosa yang Berlipat bagi Pengajak Kesesatan

Sebaliknya, orang yang mengajak kepada kesesatan akan memikul:

  1. Dosa atas perbuatannya sendiri
  2. Dosa yang sama dengan seluruh orang yang mengikutinya, tanpa berkurang sedikit pun

Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa ini adalah keadilan Allah yang sempurna. Setiap orang yang menjadi sebab kesesatan orang lain, maka ia ikut menanggung dosa mereka karena dialah yang menyesatkan mereka.

Catatan Penting dari Para Ulama:

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami'ul Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa hadits ini juga mencakup semua bentuk ajakan, baik melalui perkataan, perbuatan, tulisan, maupun teladan. Seseorang yang menjadi contoh buruk bagi orang lain, maka ia ikut menanggung dosa orang yang meniru perbuatannya.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini juga menjadi dalil bahwa ilmu dan dakwah adalah warisan para nabi yang paling utama. Karena dengan ilmu, seseorang bisa mengajak kepada kebaikan dan mendapatkan pahala yang terus mengalir.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah (salah seorang ulama besar tabi'ut tabi'in) sangat bersemangat dalam menyebarkan ilmu. Beliau berkata: "Aku tidak mengetahui amalan yang lebih utama daripada menyebarkan ilmu kepada kaum muslimin. Karena dengan ilmu, mereka akan mengenal Rabb mereka, dan dengan ilmu pula mereka akan selamat dari kesesatan."

Suatu ketika, seorang laki-laki bertanya kepada beliau tentang suatu masalah, lalu beliau menjawabnya dengan panjang lebar. Ketika ditanya mengapa beliau begitu bersemangat, beliau menjawab: "Tidakkah engkau tahu bahwa orang yang menunjukkan kepada kebaikan akan mendapat pahala seperti orang yang mengerjakannya? Maka aku ingin memperbanyak pahala dengan mengajarkan ilmu kepada orang lain."

Kisah ini menunjukkan bagaimana para ulama salaf sangat memahami keutamaan mengajak kepada kebaikan, sehingga mereka bersemangat dalam berdakwah dan mengajarkan ilmu.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah mengajak kepada kebaikan dalam bentuk apa pun, baik dengan lisan, tulisan, maupun teladan yang baik.
  2. Berhati-hatilah dari menjadi sebab kesesatan orang lain, karena dosanya akan terus mengalir selama orang itu mengikuti kesesatan tersebut.
  3. Jadikan ilmu dan dakwah sebagai amalan utama, karena pahalanya terus mengalir meskipun kita telah tiada.
  4. Niatkan setiap kebaikan untuk dakwah, agar pahala kita berlipat ganda.
  5. Jangan meremehkan pengaruh kita terhadap orang lain, sekecil apa pun perbuatan kita bisa menjadi contoh bagi orang lain.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.