Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1994 tentang Tiga hal pembawa pertanda baik atau buruk

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa jika ada sesuatu yang dianggap sebagai pertanda buruk (syum/at-tathayyur), maka hal itu bisa muncul dalam tiga hal: kuda, wanita, dan tempat tinggal. Namun perlu dipahami bahwa Nabi ﷺ tidak menetapkan bahwa ketiga hal ini secara hakiki membawa kesialan, melainkan menjelaskan kenyataan yang dirasakan sebagian orang, lalu Islam mengarahkan agar tidak terjerumus ke dalam tathayyur (menganggap sial) yang dilarang. Imam Ibnu Hajar, Imam an-Nawawi, dan Ibn Qayyim menjelaskan bahwa makna hadits ini harus dipahami bersama hadits-hadits lain yang menolak tathayyur.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-A'raf [7]: 131

فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَٰذِهِ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُ ۗ أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِندَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

"Maka apabila datang kepada mereka kebaikan, mereka berkata: 'Ini adalah karena kami.' Dan jika mereka ditimpa keburukan, mereka menganggap sial Musa dan orang-orang yang bersamanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."

Hadits terkait:

Hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

"Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada tathayyur, tidak ada hammah, dan tidak ada shafar." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kaitan dengan ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits "kuda, wanita, dan rumah" tidak berarti menetapkan kesialan, tetapi memberitakan kenyataan bahwa sebagian orang mendapati hal-hal tersebut tidak sesuai harapan.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa tathayyur adalah batil dan dilarang, dan hadits ini dipahami sebagai ikhbar (pemberitaan), bukan insya' (penetapan syariat).
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah bahwa jika seseorang merasa berat hati terhadap sesuatu, itu bisa terjadi pada tiga hal ini, namun tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan yang wajib atau melakukan yang haram.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pernikahan, Bab Apa yang Mengandung Keberuntungan dan Keburukan. Sanadnya: Abdus Salam bin Ashim → Abdullah bin Nafi' → Malik bin Anas → Abu Hazim → Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu.

Redaksi "إِنْ كَانَ فَفِي الْفَرَسِ وَالْمَرْأَةِ وَالْمَسْكَنِ" berarti: "Jika ada (pertanda buruk), maka itu ada pada kuda, wanita, dan tempat tinggal."

Pemahaman yang benar menurut ulama:

  1. Bukan penetapan syariat tentang kesialan. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah pemberitaan tentang apa yang biasa dirasakan manusia, bukan penetapan bahwa benda-benda itu membawa sial. Islam menolak tathayyur sebagaimana dalam hadits "لَا طِيَرَةَ".
  2. Konteks sosial. Ibn Qayyim menjelaskan bahwa kuda berkaitan dengan perang dan perjalanan, wanita berkaitan dengan rumah tangga, dan rumah berkaitan dengan tempat tinggal. Jika seseorang mengalami hal yang tidak menyenangkan pada salah satunya, setan membisikkan bahwa itu pertanda sial.
  3. Sikap seorang mukmin. Imam Ibnu Hajar menegaskan bahwa seorang mukmin harus bertawakal kepada Allah dan tidak membatalkan niat baik karena perasaan sial. Jika merasa ada pertanda buruk, hendaklah melanjutkan dan berdoa memohon keberkahan.
  4. Perbedaan pendapat. Sebagian ulama memahami hadits ini sebagai hasr (pembatasan), sebagian lain sebagai tamtsil (contoh). Yang paling kuat menurut dalil adalah pemahaman bahwa ini adalah pemberitaan tentang kenyataan, bukan penetapan kesialan, karena bertentangan dengan prinsip tauhid dan hadits-hadits yang secara tegas menolak tathayyur.

Kaitan dengan keberuntungan:

Dalam bab yang sama, Imam Ibnu Majah juga meriwayatkan hadits tentang keberuntungan pada tiga hal: wanita shalihah, rumah yang luas, dan kendaraan yang nyaman. Ini menunjukkan bahwa yang dimaksud bukan kesialan hakiki, melainkan bahwa ketiga hal ini bisa menjadi sumber kebahagiaan atau kesedihan tergantung bagaimana seseorang menyikapinya.

Story Telling

Diceritakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Al-Hasan al-Bashri rahimahullah dan berkata: "Wahai Imam, aku telah membeli seekor kuda, tetapi sejak itu urusanku selalu gagal. Apakah kuda ini membawa sial?"

Al-Hasan al-Bashri menjawab dengan lembut: "Wahai saudaraku, kuda tidak membawa sial. Yang membawa sial adalah keyakinanmu bahwa kuda itu membawa sial. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk tidak terjatuh dalam tathayyur. Jika engkau merasa ada pertanda buruk, lanjutkanlah urusanmu dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah tidak menjadikan makhluk-Nya sebagai penyebab kesialan bagi hamba-Nya yang beriman."

Laki-laki itu pun sadar dan bertaubat dari keyakinan buruknya. (Kisah ini dinukil secara makna dari penjelasan salaf tentang tathayyur, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab akidah seperti Kitabut Tauhid karya Muhammad bin Abdul Wahhab dan Syarh para ulama terhadapnya.)

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan percaya tathayyur. Kuda, wanita, dan rumah tidak membawa sial. Kesialan hanya dari Allah sebagai ujian atau ketetapan.
  2. Bertawakallah kepada Allah. Jika merasa ada pertanda buruk, jangan batalkan niat baik. Lanjutkan dan berdoa memohon keberkahan.
  3. Perbaiki niat dan pandangan. Wanita shalihah, rumah yang nyaman, dan kendaraan yang baik adalah nikmat jika digunakan untuk taat.
  4. Jauhi bisikan setan. Setan suka menakut-nakuti dengan perasaan sial. Lawan dengan dzikir dan tawakal.
  5. Rujuk ulama terpercaya. Jika ada keraguan dalam memahami hadits, tanyakan kepada ahli ilmu yang mengikuti pemahaman salaf.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?