Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 1993 tentang Keberuntungan dalam wanita kuda dan rumah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menegaskan bahwa tidak ada "kesialan" (thiyarah/syu'm) yang bisa mendatangkan mudarat dengan sendirinya, karena segala sesuatu terjadi hanya dengan takdir Allah. Namun Nabi ﷺ menyebutkan bahwa keberkahan (yumn) kadang bisa dirasakan pada tiga hal: wanita (istri), kuda (kendaraan/tunggangan), dan rumah (tempat tinggal). Maksudnya bukan benda-benda itu yang menentukan nasib, tetapi Allah menjadikan sebagiannya sebagai sebab datangnya ketenangan dan kebaikan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-A'raf [7]: 131

وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Terjemahan: "Dan sungguh, Kami telah menghukum keluarga Fir'aun dengan tahun-tahun kekeringan dan kekurangan buah-buahan, agar mereka menyadari."

(QS. Al-A'raf [7]: 131 — ayat ini menunjukkan bahwa kebaikan dan keburukan duniawi terjadi dengan izin dan ketetapan Allah, bukan karena benda tertentu.)

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Pernikahan, Bab Apa yang Mengandung Keberuntungan dan Keburukan (no. 1993), dari jalur Mikhmar bin Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu.

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِنْ كَانَ فِي شَيْءٍ فَفِي الْمَرْأَةِ وَالْفَرَسِ وَالدَّارِ

"Sesungguhnya jika ada (kesialan), maka pada wanita, kuda, dan rumah."

Penjelasan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penyebutan tiga hal ini bukan berarti benda-benda tersebut membawa sial, melainkan karena orang Arab biasa merasa gelisah terhadap ketiganya, lalu Nabi ﷺ mengarahkan agar hal itu dipahami sebagai bagian dari takdir, bukan thiyarah.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits "laa syu'ma" (tidak ada kesialan) adalah larangan tegas dari keyakinan thiyarah, sedangkan penyebutan yumn (keberkahan) pada tiga hal adalah kabar dari Nabi ﷺ bahwa ketenangan dan manfaat bisa ada pada ketiganya.
  • Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa keberkahan pada wanita, kuda, dan rumah berkaitan dengan manfaat dan ketenangan yang dirasakan pemiliknya, bukan kekuatan gaib pada benda itu sendiri.

Penjelasan Rinci

1. Makna "Laa Syu'ma" (Tidak Ada Kesialan)

Nabi ﷺ menolak keyakinan thiyarah, yaitu menganggap sesuatu sebagai pertanda buruk yang bisa menolak rezeki atau mendatangkan musibah. Dalam pandangan Ahlus Sunnah, tidak ada makhluk yang bisa memberi manfaat atau mudarat dengan sendirinya. Semua terjadi dengan izin dan takdir Allah.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah menjelaskan bahwa thiyarah adalah bentuk kesyirikan tersembunyi, karena pelakunya menggantungkan hati pada selain Allah.

2. Makna Keberkahan pada Tiga Hal

Nabi ﷺ menyebut tiga hal yang bisa mengandung yumn (keberkahan):

  • Wanita (istri shalihah): Istri yang baik membawa ketenangan, membantu agama, dan menjadi sebab kebahagiaan. Ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Ar-Rum [30]: 21 tentang pasangan yang menjadi tempat ketenangan.
  • Kuda (kendaraan/tunggangan): Dalam konteks zaman Nabi ﷺ, kuda adalah alat transportasi dan jihad. Kuda yang baik membantu urusan dunia dan agama. Secara umum, ini bisa dipahami sebagai kendaraan atau harta yang bermanfaat.
  • Rumah: Rumah yang luas, nyaman, dan dekat dengan masjid atau lingkungan baik menjadi sebab ketenangan dan ibadah yang lebih mudah.

3. Perbedaan Pendapat Ulama

Sebagian ulama memahami hadits ini sebagai kabar bahwa ketiga hal itu memang bisa menjadi sebab keberkahan. Sebagian lain memahaminya sebagai pengecualian dari larangan thiyarah, yaitu bahwa jika ada sesuatu yang dianggap membawa pengaruh, maka itu hanya pada tiga hal ini — namun tetap bukan karena kekuatan benda, melainkan takdir Allah.

Ibnu Hajar al-Asqalani menguatkan bahwa yang dimaksud adalah keberkahan, bukan kesialan. Adapun riwayat yang menyebut "kesialan" (syu'm), itu dipahami sebagai kekhawatiran yang muncul dalam hati orang Arab, bukan keyakinan yang dibenarkan.

4. Kaitan dengan Tauhid

Hadits ini mengajarkan tauhid dalam menyikapi sebab-sebab. Kita boleh menyukai istri shalihah, kuda yang baik, atau rumah yang nyaman, tetapi tidak boleh meyakini bahwa benda-benda itu bisa memberi manfaat atau mudarat tanpa izin Allah.

Story Telling

Mikhmar bin Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang mendengar langsung sabda Nabi ﷺ ini. Dalam riwayat lain, Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma juga menyampaikan hadits serupa. Para sahabat memahami bahwa Nabi ﷺ ingin membersihkan hati mereka dari keyakinan thiyarah yang sudah mengakar di masyarakat Arab Jahiliyah.

Suatu ketika, seorang Arab Badui datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya tentang thiyarah. Nabi ﷺ menjawab dengan lembut dan mengarahkan hatinya kepada tauhid. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sering menolak keyakinan buruk dengan cara yang lembut, agar hati manusia tidak tergantung pada selain Allah.

Hikmah: Islam tidak melarang kita menyukai kebaikan duniawi, tetapi melarang kita menggantungkan hati pada benda atau makhluk. Keberkahan sejati datang dari Allah, dan kita dianjurkan berdoa agar diberi pasangan, kendaraan, dan rumah yang membawa manfaat bagi agama dan dunia.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan percaya thiyarah — tidak ada benda, angka, hari, atau makhluk yang bisa mendatangkan sial atau keberuntungan dengan sendirinya.
  2. Keberkahan ada pada tiga hal — istri shalihah, kendaraan yang bermanfaat, dan rumah yang nyaman. Ini adalah karunia dari Allah.
  3. Berdoalah kepada Allah agar diberi pasangan, kendaraan, dan rumah yang membawa keberkahan bagi agama dan dunia.
  4. Jangan berlebihan dalam menyukai atau membenci benda duniawi, karena semua adalah sarana, bukan tujuan.
  5. Jaga tauhid — gantungkan hati hanya kepada Allah, bukan pada benda atau makhluk.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?