Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ibnu Majah No. 176 tentang Keburukan Khawarij dan pahala membunuh mereka

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ tentang bahaya kelompok Khawarij. Beliau menggambarkan mereka sebagai "anjing-anjing neraka" dan orang-orang yang dulunya Muslim tetapi menjadi kafir karena kesesatan pemahaman mereka. Ini bukanlah celaan kepada orang tertentu, melainkan peringatan tentang ciri-ciri dan bahaya pemikiran yang menyimpang, agar umat Islam waspada dan tidak mengikuti jalan mereka.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Ibnu Majah:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu 'anhu. Beliau berkata tentang Khawarij:

"هُمْ شَرُّ قَتْلَى قُتِلُوا تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ، وَخَيْرُ قَتْلَى مَنْ قَتَلُوا، كِلَابُ أَهْلِ النَّارِ، قَدْ كَانَ هَؤُلَاءِ مُسْلِمِينَ فَصَارُوا كُفَّارًا"

"Mereka adalah seburuk-buruknya orang yang terbunuh di bawah naungan langit, dan sebaik-baiknya orang yang terbunuh adalah yang mereka bunuh. Mereka adalah anjing-anjing neraka. Mereka dulunya Muslim, lalu menjadi kafir."

Lalu Abu Ghalib bertanya: "Apakah ini pendapatmu sendiri?" Abu Umamah menjawab: "Bahkan aku mendengarnya langsung dari Rasulullah ﷺ." (HR. Ibnu Majah no. 176)

Hadits serupa dalam Shahih Muslim:

Dalam Shahih Muslim, dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

"إِنَّ بَعْدِي مِنْ أُمَّتِي -أَوْ سَيَكُونُ بَعْدِي مِنْ أُمَّتِي- قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ"

"Sesungguhnya sepeninggalku akan ada dari umatku suatu kaum yang membaca Al-Qur'an tetapi tidak melewati tenggorokan mereka (tidak meresap ke hati). Mereka keluar dari agama seperti anak panah yang menembus buruan." (HR. Muslim no. 1064)

Dalil Al-Qur'an tentang larangan melampaui batas dalam agama:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah Allah halalkan kepada kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-Ma'idah [5]: 87)

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu dalil terpenting dalam mengenali bahaya kelompok Khawarij. Mari kita pahami poin-poin pentingnya:

1. Makna "Khawarij" dan Asal-Usulnya

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Khawarij adalah kelompok yang keluar dari ketaatan kepada pemimpin yang sah dan mengkafirkan kaum Muslimin karena dosa-dosa besar. Nama mereka diambil dari kata khuruj (keluar), karena mereka keluar dari jama'ah kaum Muslimin. Kemunculan pertama mereka adalah pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, ketika mereka menolak keputusan arbitrase (tahkim) dan keluar dari barisan beliau.

2. Mengapa Disebut "Anjing-anjing Neraka"?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa penyebutan "anjing-anjing neraka" adalah bentuk peringatan yang sangat keras. Ini menunjukkan bahwa meskipun mereka rajin beribadah, bahkan sampai meninggalkan dunia dan menyibukkan diri dengan ibadah, namun karena kesesatan pemahaman mereka, mereka justru menjadi penghuni neraka. Ini adalah peringatan bahwa ibadah yang tidak dibangun di atas pemahaman yang benar sesuai sunnah akan menyesatkan pelakunya.

3. "Dulunya Muslim, Lalu Menjadi Kafir"

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "menjadi kafir" di sini adalah kekafiran yang mengeluarkan dari Islam, karena mereka menghalalkan darah kaum Muslimin dan mengkafirkan mereka. Ini adalah kesesatan yang sangat berbahaya. Namun perlu dipahami, ini berlaku bagi mereka yang telah tegak hujjah dan tetap dalam kesesatan mereka dengan keyakinan yang mantap.

4. Ciri-ciri Khawarij Menurut Para Ulama

Imam Al-Barbahari dalam kitabnya Syarhus Sunnah menyebutkan ciri-ciri Khawarij:

  • Mereka bersemangat dalam ibadah, bahkan sampai meninggalkan dunia
  • Mereka membaca Al-Qur'an tetapi tidak memahami maknanya dengan benar
  • Mereka mudah mengkafirkan sesama Muslim yang berbeda pendapat
  • Mereka memberontak terhadap pemimpin yang sah
  • Mereka menganggap dirinya paling benar dan yang lain sesat

5. Peringatan Nabi ﷺ yang Sangat Serius

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami'ul Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang Khawarij menunjukkan betapa seriusnya bahaya kelompok ini. Nabi ﷺ bersabda dalam hadits lain:

"يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِ"

"Mereka membunuh orang-orang Islam dan membiarkan penyembah berhala." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa ciri khas mereka adalah memerangi sesama Muslim dan menganggapnya kafir, sementara orang-orang kafir dibiarkan.

6. Pelajaran Penting dari Hadits Ini

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan kita:

  • Pentingnya pemahaman yang benar dalam beragama, bukan sekadar semangat ibadah
  • Bahaya sikap mudah mengkafirkan sesama Muslim
  • Kewajiban mengikuti pemahaman para sahabat dan ulama Ahlus Sunnah
  • Larangan keluar dari ketaatan kepada pemimpin yang sah

Story Telling

Ada kisah yang sangat terkenal tentang bagaimana para sahabat menghadapi Khawarij. Ketika sekelompok Khawarij keluar dari barisan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma diutus untuk berdialog dengan mereka. Beliau mendatangi mereka dengan pakaian yang sangat bagus dan rapi, sementara mereka adalah orang-orang yang sangat zuhud.

Mereka berkata: "Wahai Ibnu Abbas, mengapa engkau memakai pakaian seperti ini?"

Ibnu Abbas menjawab dengan bijak: "Apa celaan kalian kepadaku? Sungguh aku telah membaca firman Allah: 'Katakanlah: Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa yang mengharamkan) rezeki yang baik?' (QS. Al-A'raf: 32)."

Kemudian beliau berdebat dengan mereka tentang berbagai masalah, dan berkat keilmuan dan kelembutannya, hampir dua pertiga dari mereka kembali ke jalan yang benar. Ini menunjukkan bahwa menghadapi kesesatan harus dengan ilmu dan hikmah, bukan dengan kekerasan.

Kesimpulan Praktis

  1. Waspadai sikap mudah mengkafirkan sesama Muslim karena ini adalah ciri utama Khawarij.
  2. Perbaiki pemahaman agama dengan belajar dari ulama yang benar, bukan hanya mengandalkan semangat ibadah.
  3. Jauhi sikap ekstrem dalam beragama, karena Islam adalah agama yang wasathiyah (tengah-tengah).
  4. Patuhi pemimpin yang sah selama tidak memerintahkan kemaksiatan, dan jangan memberontak dengan cara-cara yang merusak.
  5. Dakwahlah dengan hikmah sebagaimana Ibnu Abbas berdialog dengan Khawarij, dengan ilmu dan kelembutan.
  6. Jadikan Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman sahabat sebagai pedoman, bukan pemahaman pribadi yang menyimpang.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi