Bab Siapa yang Meninggal dan Masih Memiliki Puasa Ramadan yang Terlewatkan
HR. Ibnu Majah no. 1757Dha'if · Al-Albani
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا عَبْثَرٌ، عَنْ أَشْعَثَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ " مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامُ شَهْرٍ فَلْيُطْعَمْ عَنْهُ مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينٌ " .
Cara baca (latin)
haddatsana muhammadu ibnu yahya, haddatsana qutaybahu, haddatsana abtsarun, an asyatsa, an muhammadi ibni sirina, an nafiin, ani abni umara, qala qala rasulu allahi " man mata waalayhi shiyamu syahrin falyutham anhu makana kulli yawmin miskinun ".
Diriwayatkan dari Ibn ‘Umar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa meninggal dan masih memiliki puasa sebulan, maka satu orang miskin harus diberi makan atas namanya untuk setiap hari.'
Belajar nahwu 11 kata
Analisis sedang disiapkan, panel terisi otomatis.
Belum ada analisis nahwu untuk hadits ini.
Barangsiapa meninggal dan masih memiliki puasa sebulan, maka satu orang miskin harus diberi makan atas namanya untuk setiap hari.
Analisis dibantu AI.