Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini berisi peringatan keras Nabi ﷺ terhadap kelompok Khawarij, yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada pemimpin muslim dan memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin, serta menghalalkan darah sesama muslim. Nabi ﷺ menyebut mereka "anjing-anjing neraka" sebagai bentuk tahdzir (peringatan) yang sangat tegas. Para ulama Ahlus Sunnah memahami hadits ini sebagai dalil wajibnya berpegang pada jamaah, menjauhi sikap takfir (mudah mengkafirkan) dan ghuluw (berlebihan) dalam agama.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Ma'idah [5]: 32
وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
Terjemahan: "Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan semua manusia."
QS. An-Nisa' [4]: 115
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
Terjemahan: "Dan barangsiapa yang menentang Rasul setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatannya, dan Kami akan masukkan dia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 173) dari jalan Abu Bakr bin Abi Syaibah, dari Ishaq al-Azraq, dari al-A'masy, dari Ibnu Abi Aufa (Abdullah bin Abi Aufa, sahabat Nabi ﷺ).
Hadits senada juga diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari sahabat Abu Sa'id al-Khudri dan lainnya, dengan lafaz yang menjelaskan ciri-ciri Khawarij: "Mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya" dan "Mereka membaca Al-Qur'an tetapi tidak melewati kerongkongan mereka."
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa Khawarij adalah kelompok yang keluar dari ketaatan kepada imam (pemimpin) dan memisahkan diri dari jamaah, serta menghalalkan darah kaum muslimin.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang Khawarij merupakan salah satu tanda kenabian, karena Nabi ﷺ telah mengabarkan tentang munculnya mereka jauh sebelum terjadi.
- Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan ayat-ayat yang berkaitan dengan Khawarij dan menyebutkan bahwa mereka adalah kelompok yang pertama kali melakukan takfir terhadap pelaku dosa besar.
- Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa Khawarij adalah kelompok yang pertama kali mengkafirkan kaum muslimin karena dosa, dan mereka wajib diperangi sesuai perintah Nabi ﷺ.
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa Khawarij memiliki sifat ghuluw (berlebihan) dalam ibadah tetapi rusak dalam pemahaman dan akhlak terhadap sesama muslim.
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Hadits ini menggunakan ungkapan "anjing-anjing neraka" sebagai bentuk peringatan yang sangat keras. Dalam bahasa Arab, menyebut seseorang sebagai "anjing" adalah bentuk celaan yang paling rendah, dan menisbatkannya kepada neraka menunjukkan bahwa mereka adalah penghuni neraka jika mereka mati dalam keadaan demikian. Ini bukan sekadar celaan, tetapi tahdzir (peringatan) agar kaum muslimin menjauhi jalan mereka.
Siapa Khawarij?
Khawarij secara bahasa berarti "orang-orang yang keluar." Secara istilah, mereka adalah kelompok yang keluar dari ketaatan kepada pemimpin muslim yang sah, memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin, dan menghalalkan darah serta harta kaum muslimin. Mereka pertama kali muncul pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, ketika sekelompok orang menolak hasil tahkim (arbitrase) dan mengkafirkan Ali serta Muawiyah radhiyallahu 'anhuma.
Ciri-ciri Khawarij menurut para ulama:
- Mudah mengkafirkan (takfir) kaum muslimin karena dosa besar atau karena tidak sependapat dengan mereka.
- Keluar dari ketaatan kepada pemimpin muslim tanpa alasan syar'i yang dibenarkan.
- Memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin.
- Menghalalkan darah dan harta kaum muslimin.
- Ghuluw dalam ibadah tetapi rusak dalam pemahaman dan akhlak.
- Membaca Al-Qur'an tetapi tidak memahami maknanya dan tidak mengamalkannya dengan benar.
Pemahaman ulama daftar:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang Khawarij menunjukkan wajibnya berpegang pada jamaah dan menjauhi sikap keluar dari ketaatan. Beliau juga menyebutkan bahwa Khawarij adalah kelompok yang pertama kali memisahkan diri dari jamaah dan menghalalkan darah kaum muslimin.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini merupakan salah satu mukjizat Nabi ﷺ, karena beliau mengabarkan tentang munculnya Khawarij sebelum mereka ada. Beliau juga menjelaskan bahwa Khawarij akan terus muncul hingga akhir zaman, dan setiap kali muncul kelompok baru dengan ciri-ciri mereka, maka mereka termasuk dalam golongan ini.
- Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa Khawarij adalah kelompok yang pertama kali mengkafirkan kaum muslimin karena dosa. Beliau juga menjelaskan bahwa mereka wajib diperangi sesuai perintah Nabi ﷺ, sebagaimana hadits: "Di mana saja kalian jumpai mereka, bunuhlah mereka, karena membunuh mereka adalah pahala bagi orang yang membunuhnya pada hari kiamat." (HR. Bukhari dan Muslim).
- Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa Khawarij memiliki sifat ghuluw dalam ibadah, tetapi mereka rusak dalam pemahaman dan akhlak. Mereka rajin shalat, puasa, dan membaca Al-Qur'an, tetapi mereka tidak memahami maknanya dan tidak mengamalkannya dengan benar. Mereka juga keras terhadap sesama muslim, tetapi lunak terhadap orang kafir.
- Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa Khawarij adalah kelompok yang sesat dan wajib dijauhi. Beliau juga menegaskan bahwa sikap ghuluw (berlebihan) dalam agama adalah pintu masuk kepada kekafiran dan kesesatan.
- Syeikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa Khawarij adalah kelompok yang keluar dari ketaatan kepada pemimpin muslim dan memisahkan diri dari jamaah. Beliau juga menegaskan bahwa wajib bagi kaum muslimin untuk berpegang pada jamaah dan menjauhi sikap takfir terhadap sesama muslim.
Perbedaan pendapat di antara ulama:
Sebagian ulama membedakan antara Khawarij yang pertama (pada masa Ali bin Abi Thalib) dengan kelompok-kelompok yang muncul setelahnya. Namun, para ulama daftar di atas sepakat bahwa ciri-ciri Khawarij yang disebutkan dalam hadits tetap berlaku sepanjang zaman, dan setiap kelompok yang memiliki ciri-ciri tersebut termasuk dalam golongan Khawarij.
Yang paling kuat menurut dalil:
Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur ulama Ahlus Sunnah, yaitu bahwa Khawarij adalah kelompok yang keluar dari ketaatan kepada pemimpin muslim, memisahkan diri dari jamaah, dan menghalalkan darah kaum muslimin. Mereka wajib diperangi sesuai perintah Nabi ﷺ, dan hadits "anjing-anjing neraka" adalah peringatan keras bagi mereka.
Story Telling
Kisah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dengan Khawarij:
Diriwayatkan bahwa ketika Khawarij muncul pada masa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, mereka mengkafirkan Ali dan Muawiyah radhiyallahu 'anhuma. Mereka juga menghalalkan darah kaum muslimin. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu mengirim Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu untuk berdialog dengan mereka. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu bertanya: "Apa yang membuat kalian marah kepada Ali?" Mereka menjawab: "Dia telah berhukum kepada manusia dalam urusan Allah." Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menjawab: "Allah sendiri berfirman: 'Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan.' (QS. An-Nisa' [4]: 35)." Mendengar jawaban itu, sebagian dari mereka bertaubat dan kembali kepada jamaah, tetapi sebagian lainnya tetap bertahan dan akhirnya diperangi oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.
Hikmah:
Kisah ini menunjukkan bahwa Khawarij adalah kelompok yang keras kepala dan tidak mau menerima kebenaran. Mereka menganggap diri mereka paling benar dan mengkafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka. Inilah sifat yang harus dijauhi oleh setiap muslim.
Kesimpulan Praktis
- Wajib berpegang pada jamaah kaum muslimin dan menjauhi sikap keluar dari ketaatan kepada pemimpin muslim tanpa alasan syar'i.
- Jauhi sikap takfir (mudah mengkafirkan) terhadap sesama muslim karena dosa atau perbedaan pendapat.
- Jauhi ghuluw (berlebihan) dalam agama, karena itu adalah pintu masuk kepada kesesatan.
- Pelajari Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah, bukan dengan pemahaman sendiri yang bisa menyesatkan.
- Berhati-hatilah terhadap kelompok yang memiliki ciri-ciri Khawarij, yaitu mudah mengkafirkan, keluar dari jamaah, dan menghalalkan darah kaum muslimin.
- Doa: Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.